Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT)

  • Whatsapp
Share Button

Kekerasan adalah tindakan kriminal atau perbuatan yang dilakukan oleh seseorang yang dilakukan secara fisik maupun mental. Ada juga sifat kekerasan yang dilakukan secara kelompok maupun individu yang bisa menimbulkan masalah dan menyebabkan orang lain dan lingkungan sekitar. Penyebab dari pelaku kekerasan adalah adanya faktor pribadi yang terjadi sekarang itu gangguan kejiwaan dan faktor sosial ialah konflik dalam rumah tangga.

Sering kali kita mendengar,menonton,dan melihat berita Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga perbuatan maupun tindakan yang dilakukan oleh sepihak keluarga antara lain, suami,istri,anak,dan anggota keluarga lainnya. Tindakan yang dilakukan oleh sepihak keluarga itu membawa dampak yang sangat buruk terhadap anak dan diri sendiri yang menjadi korban. Munculnya kasus KDRT yang kerap kali menjadi pertanyaan untuk para pria atau suami yang secara lisan dilontarkan ” mengapa para suami seenaknya melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan” tindakan seperti ini merupakan tindakan yang melanggarkan hak asasi manusia (HAM). Sebenarnya pandangan yang berdampak negatif terhadap laki-laki itu belum tentu benar karena dampak KDRT juga ditimbulkan oleh sikap dan sifat istri yang kerap kali terjadi di zaman sekarang. Dimana sikap seorang perempuan yang lebih mementingkan diri sendiri dari pada mengurus rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga yang sering terjadi sekarang itu lebih sasaran kepada perempuan timbulnya penderitaan yang secara fisik. Kekerasan secara fisik kerap kali terjadi itu menggunakan barang tajam( Parang, pisau), memukul dengan menggunakan tangan atau barang yang membahayakan. Kekerasan seperti ini yang mengganggu dan berdampak pada fisik dan mental seseorang. Ada juga kekerasan secara seksual dimana keinginan dan hawa nafsu dari pelaku memaksakan orang yang menjadi korban dengan tindakan kekerasan dan adanya kesempatan bagi pelaku, dan rumah tangga yang kurang bahagia dan harmonis.

Berdasarkan yang sering terjadi kasus KDRT sekarang salah satu dari anggota keluarga misalnya laki-laki maupun perempuan tidak sejalan atau pikiran yang berbeda- beda. Masyarakat sekitar maupun pihak keluarga mengidentikkan bahwa laki- laki itu harus kuat, dan memenuhi setiap kebutuhan dalam rumah tangga. Penyebab lain terjadinya kasus kekerasan yang lainnya dari segi ekonomi yang kurang mendukung, kurang adanya rasa saling percaya dalam satu keluarga. Jika dalam rumah tangga itu sering terjadinya kasus kekerasan pasti membawa dampak yang sangat buruk terhadap anak. Dimana anak yang memiliki sifat dan mental yang baik ketika mereka sering melihat kedua belah pihak ( Orang tua) sering bertengkar mereka akan merasa takut dan psikolog yang sebagai dampak perasan takut dari seorang.

Mencegah agar tidak terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Adanya komunikasi yang positif antara suami,istri,anak,dan pihak keluarga lainnya. Harus memiliki sikap saling menghargai, memberikan nasehat yang baik yang bersifat positif terhadap keluarga, memiliki pikiran yang terbuka dan yang sejalan, dan harus berpegang teguh pada agama atau kepercayaan. Jauhi sikap dan sifat curiga, cemburu yang berlebihan dan menerima setiap pendapat dari orang lain supaya tidak menimbulkan masalah dalam keluarga. Membangun sebuah rumah tangga butuh komunikasi yang positif dan menciptakan keluarga yang bahagia dan bisa membawa dampak yang baik terhadap anak, keluarga maupun lingkungan sekitar dan sayangi keluarga dan anak. Hindari terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Semoga dengan tulisan yang sangat singkat ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.

Penyusun : Renildis Jelita
Fakultas : PGSD UNIKA St. Paulus Ruteng
smester : II

Komentar Anda?

Related posts