LIBURAN Dan THR

  • Whatsapp
Lay A. Yeverson
Share Button

Oleh : Lay A. Yeverson.
Libur Lebaran tahun ini merupakan libur lebaran yang sangat membahagiahkan karena masa liburannya lebih dari sepekan. 29 April 2022 Libur telah tiba, semua siswa, ASN, ataupun pegawai perusahaan yang memiliki kebijakan sama dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, so pasti gembira! Ya, liburan dan juga mendapatkan THR. Liburan lebaran dan THR memang sangat menyenangkan karena kedua hal ini ibarat dua sisi mata uang. Hiruk pikuk liburan, lebaran semakin semarak karena adanya unsur penunjang THR yang merupakan penyempurna ongkos liburan baik untuk transport, kebutuhan wisata, kebutuhan hari raya, dan kebutuhan lainnya.

Liburan sekolah bagi pendidik dan anak sekolah adalah masa yang dinantikan entah itu libur lebaran, libur setelah ujian atau libur kebijakan internal sekolah dll. Biasanya di saat liburan banyak tempat-tempat wisata penuh sesak dengan pengunjung. Ada yang pergi ke pantai atau bahkan ada yang mudik ke kampung halaman, ke luar negeri. Sayang sekali banyak juga anak-anak ataupun keluarga tak dapat menikmati liburan di tempat wisata yang indah kerena beberpa alasan, ada yang tak milki biaya, ada yang mengalami gangguan kesehatan, ada yang mungkin memikirkan bahwa wisata hanya membuang waktu dan biaya, dan ada juga yang mengajri anak-anak bahwa liburan dirumah jauh menyenangkan.

Tatkala pagi menyambut libur hari pertama, anak-anak ku mulai menyampaikan niat ingin berwisata ke sebuah tempat yang juga saya tidak pernah kunjungi yaitu pantai Puru Amarasi Barat. Pertnyaannya sederhana dengan menggunakan dialeg kupang bapak hari sabtu kitong bisa pergi jalan2 ke pantai Puru ko bapa ?, Berat rasanya untuk menolak tetapi jawabannya memang harus ditolak.

Mau ke pantai Puru ?, Anak-anak menjawab, ia ke pantai Puru. Saya membawa mereka dalam sebuah diskusi, coba bayangkan jika kita ber-enam pergi ke pantai Puru apa yang kita persiapkan. ?
Anak-anak menjawab bekal untuk kita makan, dan dan uang secukupnya.

Lalu kesana kita pake alat transportasi apa ? Anak menjawab; pake mobil. Berapa biaya sewa mobil pergi pulang kesana ? Chek n ricek ongkos pergi pulang Rp 650.0000. Apakah kita bisa pergi kesana ?, Dengan berat hati saya mengungkapkan nak bukannya bapak tak bisa pergi kesana, namun THR yang bapak dapatkan harus bijaksana kita gunakan nak. Coba lihat anak tetangga, mereka dan orang tuanya menikmati liburan tidak ketempat wisata yang jauh, namun mereka bahagiah.

Terus untuk apa bandingkan. ngapain dong ? Masak liburan di rumah saja?. Nak coba berpikir yang bijaksana, belajar hemat dan sederhana dalam nikmati hidup. Bagaimana kl THR nya bapak masukan dalam tabungan kalian berdua, mau pilih ke tempat wisata atau mau nilai tabungan bertambah… Jawab sang adik tabungan bertambah saja bapak! kan berwisata di pantai Kelapa Lima juga lebih bagus, untuk ke Pantai Puru nanti lain kali saja.

Saya mencoba menguatkan mereka bahwa selain ke Pantai, liburan di rumah pun sangat menyenangkan. Jadi mulai besok kita menata taman dan pot bunga yang ada dihalaman rumah, menata ulang lemari pakaian, merapikan kembali yang masih bisa dipakai, menyingkirkan pakaian-pakaian yang kekecilan dan memberikannya kepada yang memerlukan, belajar memasak bersama mama untuk dinikmati bersama seluruh keluarga, menata kamar supaya berganti suasana, kunjungan dan nginap beberapa hari di rumah oma dan opa, undang teman-teman datang bermain dan berlatih menari dll.

Dari diskusi kecil diatas dapat saya simpulkan bahwa liburan di tempat wisata memang sangat menyenangkan bagi siapa pun. Bagi saya pribadi liburan ketempat wisata bukan hal yang luar biasa tetapi momentum dari liburan itu sendiri sebagai momen untuk refreshing dan bersenang-senang, liburan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak. Banyak hal yang akan bisa di dapat, yang akan kita temukan yang sangat mungkin membawa kita pada instrospeksi diri, yaitu menemukan nilai-nilai kehidupan bagi anak-anak. liburan bisa menjadi sarana pembelajaran yang berguna untuk ‘menggembleng’ anak-anak menjadi manusia yang lebih peka dari hari ke hari.
*Penulis adalah Praktisi Pendidikan

Komentar Anda?

Related posts