KNPI Beberkan Kinerja RSUD, Badan Pengawas Jenguk Pasien

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Buruknya pelayanan di RSUD W.Z Yohanis Kupang yang dibeberkan oleh DPD KNPI NTT membuat Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi NTT terperangah. Ketua BPRS, Kristo Blasin langsung menjenguk pasien yang mendapatkan pelayanan yang buruk di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTT tersebut.

“Jadi tadi KNPI bertatap muka dengan BPRS dan melaporkan temuan terkait pelayanan yang ada di RSUD W.Z Yohanes. Pertemuan dipimpin langsung oleh pak Kristo Blasin selaku Ketua BPRS Provinsi NTT didampingi dua orang anggota yakni pak Agustinus Bebok, dan Hanafi Azhari serta sejumlah pengurus KNPI NTT,” ungkap Ketua DPD KNPI NTT, Hermanus Th. Boki kepada wartawan, Selasa (4/11/2015).

Hermanus Boki menjelaskan, ada tiga keputusan yang diambil dalam pertemuan antara dan BPRS yaitu BPRS Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada KNPI NTT atas masukan. Kedua, BPRS Provinsi NTT turut prihatin atas peristiwa yang dialami oleh pasien Hagar Haki dan keluarga dan akan segera berkoordinasi dengan Direktur RSUD W Z Johanes Kupang guna memperhatikan dan menyelesaikan masalah ini secara serius dan sesegera mungkin. Ketiga, Persoalan ini kiranya menjadi cambuk sekaligus pengalaman berharga bagi pihak RSUD W Z Johanes Kupang untuk berbenah dan tidak boleh terulang lagi dengan alasan apapun ke depan.

Usai tatap muka, Ketua dan anggota BPRS Provinsi NTT bersama Ketua KNPI NTT dan sejumlah pengurus, melihat langsung kondisi pasien Hagar Haki yang terbaring lemah di Kamar ISO II Kelas III Wanita didampingi ayah kandungnya Niel Haki.

Saat itu, Drs. Kristo Blasin – Ketua BPRS Provinsi NTT memberikan penguatan kepada pasien dan berjanji BPRS Provinsi NTT akan segera berkoordinasi dengan Direktur RSUD W Z Johanes Kupang untuk menyelesaikan persoalan ini serta memberikan pelayanan maksimal kepada pasien Hagar Haki dan seluruh pasien yang berada di RSUD W Z Johanes Kupang.

Sebelum meninggalkan RSUD W Z Johanes Kupang, pihak BPRS Provinsi NTT langsung menghubungi Direktur RSUD W Z Johanes Kupang, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat dan sedang mengikuti kegiatan di Hotel Aston Kupang serta berjanji akan segera bertemu pihak BPRS Provinsi NTT usai kegiatan.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi NTT mengecam perlakukan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Manejemen RSUD W.Z Yohanes Kupang terhadap para pasien di rumah sakit tersebut.

Dalam Press release yang diterima Seputar NTT. Ketua KNPI NTT, Hermanus Th. Boki telah terjadi tragedi kemanusiaan yang sangat memalukan dan mencoreng dunia kesehatan Provinsi NTT dan juga Indonesia, dikarenakan tidak professional dan kelalaian bahkan sikap acuh dalam pelayanan medis yang diberikan pihak RSUD W Z Johanes Kupang kepada pasien dan keluarga.

Heri Boki, sapaan akrab Hermanus Boki menjelaskan salah satu pasien yang mengalami perlakukan tidak menusiawi berisial HH. Yang bersangkutan adalah pasien yang dirujuk untuk mendapat pelayanan medis pasca kematian bayi saat melahirkan awal Februari 2015 lalu. Anehnya, pihak RSUD W Z Johanes Kupang baru melakukan tindakan pada akhir Februari 2015 yang lalu di Lantai 2 Gedung RSUD Johanes Kupang.

Lebih ironis lagi, di duga akibat ketidakprofesional, kelalaian bahkan sikap acuh / masa bodoh pihak RSUD Johanes tersebut kondisi pasien semakin memburuk. Berdasarkan informasi yang disampaikan langsung NH ayah kandung pasien yang diamini oleh HH bahwa tercatat satu kali tindakan operasi besar, dua kali tindakan jahit ulang hasil operasi dan satu kali tindakan yaitu dengan membuat lubang pada bagian kanan perut pasien.

Lubang yang menganga pada bagian kanan perut pasien berdiameter kurang lebih 10-15 cm. Kondisi ini membuat pasien semakin memburuk dari hari ke hari tanpa adanya langkah dan upaya medis lanjutan yang diberikan untuk menangani pasien ini.

“Sungguh ini suatu tindakan kebiadaban kemanusiaan menurut saya yang harus diusut dan dipertanggungjawabkan oleh Direktur dan jajaran RSUD Johanes Kupang,” kecam Heri Boki.

KNPI NTT lanjut Heri Boki, akan terus memperjuangkan permasalahan ini hingga tuntas agar ada pembenahan dalam pelayanan medis ke depan yang lebih baik dan bertanggung jawab serta bermartabat. “Sekaligus untuk menghindari jatuhnya korban-korban lain akibat dari ketidak-profesional, kelalaian bahkan sikap acuh yang ditunjukan pihak medis,” tandasnya. (joey)

Komentar Anda?

Related posts