Lebih Dekat dengan Umbu Samapaty, Kuda Hitam di Pilkada Sumba Tengah

  • Whatsapp

Seputar-ntt.com – Harapan masyarakat Kabupaten Sumba Tengah untuk mendapatkan pelayan pelayanan yang maksimal dan laju pembangunan yang signifikan setelah menjadi daerah tonom, rupanya masi jauh anggang dari api. Bagimana tidak, setelah mekar dari Kabupaten Sumba Barat dan telah dipimpin dua periode oleh Bupat definitif, namun mimpi dan asa masyarakat di bumi “TANA WAIKANENA LOKU WAIKALALA” belum terjawab dengan sempurna. Ajang kontestasi politik untuk memilih pemimpin di Kapaten Sumba Tengah pasca Umbu Bintang adalah moment yang menentukan bagi masyarakat. Salah memilih bisa sengsara lima tahun lagi.

Dari sekian banyak kader terbaik yang ingin berbuat untuk Kabupaten Sumba Tengah, salah satu yang merasa terpanggil dengan niat yang tulus adalah  Direktur Utama Holding Company, Umbu S. Samapaty atau yang akrab disapa dengan nama UK (Umbu Kupang). Putra Sumba yang telah puluhan tahun merantau jauh dari tanah Humba merasa perlu untuk turun gunung dan meninggalkan jalan sebagai pengusaha demi Sumba Tengah yang lebih baik. Sebagai pengusaha, dia tidak mau dhidup sendiri di zona nyaman yang bergeling kehidupan glamor sementara orang-org yan dikasihinya hidup dalam berbagai keterbatasan. Memili untuk bertandang di Pilkada Sumba Tengah adalah jalan untuk menolong banyak rakyat yang masih terhimpit kemiskinan dan rantai ketertinggalan.

Kehadiran sosok Umbu Kupang ditengah masyarakat Sumba Tengah menjadi asa dan harapan baru bagi mereka. Sosok yang tak banyak membuat janji ini mendapat apresiasi yang luar biasa oleh para pemegang kedaulatan di Sumba Tengah. Dari berbagai kunjungan yang dibalut dalam kunjungan tiba-tiba atau kerennya blusukan, Umbu Kupang selalu memndapat respon yang besar dari masyarakat. Kehadiran Umbu Kupang yang tidak mau merepotkan masyarakat yang dia cintai adalah tipe pekerja dan tidak suka dielu-elukan. Sebagai pengusaha, Umbu Kupang, lebih memilih hasil kerja dari sekedar pamer dan jani belaka.

Ketika mengunjungi Desa Dameka, Kecamatan Katiku Tana Selatan, Umbu Kupang mendapatkan pengeluhan dari masyarakat setempat. Bagaimana tidak sejak mereka masih menjadi penduduk Kabupaten Sumba Barat hingga menjadi daerah otonom yang telah dipimpin Bupati Definitif dua periode, mereka masih hidup dalam kegelapan. Harapan mereka untuk memperoleh pelayanan listrik tetap menjadi mimpi yang belum nyata. Padahal tak sedikit yang dan berjanji akan memenuhi mimpi mereka jika dipercaya memimpin Sumba Tengah. Namun janji surgu itu, hanyalah janji belaka yang tak terkabul.  Kedatangan Umbu Kupang ditengah mereka seperti angin segar yang menghidupkan kembali mimpi dan asa mereka untuk memperoleh pelayanan listrik serta jangkauan pembangunan.

Ketika duduk dengan masyarakat Wae Urang, Umbu Kupang mendapatkan pengeluhan yang sama bahwa keinginan masyarakat untuk memperoleh pelaynan listrik belum terpenuhi. Mereka merasa seperti anak tiri yang tidak mendapatkan perhatian oleh pemerintah, padahal ditempat lain sudah memperoleh pelayanan listrik. Untuk itu, mereka menaruh harapan yang besar kepada Umbu Kupang, jika kelak mendapatkan legitimasi dari masyarakat Sumba Tengah dalam Pilkada 2018 nanti.  “Kami disini yang jadi persoalan bapa, listrik. Jaraknya dari sini tidak sampai satu kilo meter lagi, tapi sudah berapa tahun ini tidak masuk-masuk juga di daerah kami,” keluhan Bapa Oldi.

Rupanya, persoalan listrik merupakan hal yang urgen bagi masyarakat di Sumba Tengah. Bagimana tidak, saat berada di Kecamatan Mamboro, persoalan listrik menjadi keluhan masyarakat kepada Umbu Kupang.  Warga Desa Wailuri kepada Umbu Kupang bahwa mereka sangat merindukan adanya penerangan yang memadai. Mereka berharap agar Umbu Kupang memperjuangkan keinginan mereka agar PLN bisa memasang jaringan kelistrikan. “Kami disini sangat membutuhkan listrik. Sampai saat ini kami masih gelap gulita. Kami menikmati janji, tapi hasilnya tidak ada. Memang daerah ini sudah terus ada perubahan baiknya, untuk melengkapi kami butuh listrik,” tandas Kepala Desa Weluri.

Di daerah lain, sebut saja masyarakat Desa Wai Urang, mengharapkan listrik dan air bersih bisa memadai untuk kebutuhan hidup mereka. Selain air, mereka juga berharap agar tanah yang tandus itu bisa menghasilkan tanaman pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Air kami khusus di kampung Wai Urang sangat cukup, hanya penerangan listrik yang sangat kurang. Dan yang paling krusial adalah tanah kami tidak bisa ditanami Ubi, kalau ubi ada makanya harus diproses lama lagi baru bisa dimakan, tidak bisa langsung masak dan makan. Nanti mabuk,” tandas Umbu Kehang.

Sementara Umbu Kupang (UK) atau Umbu Samapaty disetiap pertemuan menututurkan bahwa dirinya tidak suka memberi janji. Ketika dia tidak berjanji, namun dia selalu memberikan apa yang dibutuhkan masyarakat. “Soal listrik dan air saya tidak berjanji, itu adalah kebutuhan yang mestinya dipenuhi. Saya tidak janji, tapi saya tau caranya untuk menyediakan itu,” tandas UK.

Dia menuturkan bahwa di daerah lain, seperti Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, telah berbuat tanpa memberi janji seperti yang diharapkan warga Sumba Tengah yang belum menikmati listrik dan air bersih yang terjangkau. “Di Sumba Barat mereka minta listrik, wilayahnya ada disekitar kita kecamatan, tapi tidak dialiri listrik, tapi saya usahakan tanpa janji dengan melakukan lobi-lobi kepihak penyedia jasa layanan listrik untuk memberikan listrik ke masyarakat itu, begitu juga di Sumba Barat Daya,” paparnya.

Sedangkan terkait makanan yang kurang di Desa Wai Urang, karena kondisi tanah yang tidak cocok dengan tanaman ubi, UK menyatakan bahwa hal itu bukanlah persoalan yang sangat susah dipecahkan apabila ada niat untuk membangun daerah. Artinya persoalan struktur tanah itu bisa diundang para ahli tanah untuk melakukan penelitian terhadap kandungan Ph tanah.

“Harus diteliti Ph tanah yang ada. Supaya tau cocoknya ditanami tanaman pertanian apa yang cepat dipanen. Sedangkan tanaman umur panjang kan sudah ada jambu mente, silakan dilanjutkan itu,” paparnya lagi. (*)

 

Komentar Anda?

Related posts