Investor Lirik Potensi Garam Kabupaten Kupang

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Oelamasi,seputar-ntt.com – Salah satu potensi alam milik Kabupaten Kupang yang mulai dilirik investor saat ini Garam. Sebab kualitas Garam yang ada di Kabupaten Kupang dinilai tidak kalah bags dari Garam yang ada di daerah lain.

Bupati Kupang Drs. Ayub Titu Eki,MS,Ph.D kepada wartawan di Kupang belum lama ini mengatakan, Garam di Kabupaten Kupang mulai dilirik investor. Para investor masih mencari tahu seberapa besar potensi Garam yang adadi wilayah Kabupaten Kupang. Pasalnya, para invenstor dari luar NTT itu kuatir setelah mereka berinvestasi ternyata produksinya tidak mencukupi.

“Sementara kami masih lihat kondisi Garam kita cukup tidak untuk memenuhi permintaan investor, dia (investor red) masih lihat kira-kira produksi garam kita dalam seminggu bisa hasilkan berapa ton. Dengan produksi yang ada dia akan nyatakan sikapnya mau buat pabrik disini atau kita yang kirim,” ungkapnya.

Dikatakan, Garam asal Kabupaten Kupang rencananya mau diexpor ke luar daerah dan jika terjadi demikian maka ini merupakan langkah konkrit yang perlu didorong. Sebab jika keinginan tersebut dapat terlaksana maka petani garam di Kabupaten Kupang pasti lebih giat mengelola usaha tambak garamnya.

“Saya pernah ditawari salah satu investor mau beli Garam dari Kabupaten Kupang, setelah saya cek ternyata permintaan investor tersebut tidak bisa dilayani karena Garam yang ada di petani belum cukup. Jika sudah ada kerjasama, Garam harus dikirim rutin tiap minggu sehingga apakah kita siap atau belum? Jangan sampai begitu kita kirim lalu minggu berikutnya tidak kirim lagi, ini yang perlu kita pikirkan,” jelasnya.

Melihat peluang ini maka kedepan, kata Bupati Titu Eki, dirinya akan meminta data petani tambak garam pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kupang. Hal ini agar pihaknya dapat menginventarisir jumlah lahan yang masih produktif. Pemerintah, kata dia, tahun 2014 nanti terus medorong petani tambak garam melalui sejumlah dana, baik itu dari APBN atau APBD mengingat lahan garam di Kabupaten Kupang cukup banyak.

“Fokus kita selain pertanian, juga perikanan kelautan. Selain tambak ikan, ada dana untuk petani Garam,” terangnya.

Terpisah Iwan Konay, salah satu petani garam di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengaku, dirinya kecewa lantaran garam mereka telah tersimpan selama dua tahun lantaran tidak bisa dijual akibat harga di pasar Rp 20.000 per karung ukuran 50 kilo gram.
Menurut Iwan, jika dijual dengan harga demikian, petani garam rugi, karena tidak sebanding dengan pengolahan mereka sehari-hari.

“Terpaksa kami simpan saja di rumah, bahkan ada yang garamnya sudah cair karena tidak terrurus. Bayangkan mereka mau beli 1 karung Rp20.000 ribu tidak sebanding dengan kerja keras kami. Jadi biar saja garam cair atau rusak, daripada jual murah,”ungkap Iwan.

Rencana pemerintah mendatangkan Ionvestor, disambut baik sebab memang harus ada investor yang siap menampung garam petani, asalkan jangan seenaknya memainkan harga.
Untuk diketahui, lahan Garam di Kabupaten Kupang tersebar di Kecamatan Kupang Tengah, Kupang Timur, Kecamatan Sulamu, Kecamatan Semau, Kecamatan Kupang Barat, Kecamatan Amfoang Timur dan Kecamatan Amarasi Selatan. Namun lahan ini belum diinventarisir secara baik dan harga garam tidak stabil sehingga masyarakat belum begitu tergiur dengan usaha tersebut.(sho)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60