Siapkan Fasilitas kesehatan, Wali Kota Minta RSUD S.K Lerik Jadi Rumah Sakit Terbaik

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik menemui ulang tahun ke-15 pada Jumat (1/8). Pada momen HUT ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama manajamen RSUD S. K. Lerik merayakan HUT tersebut.

Perayaan HUT ini juga dipadu dengan kegiatan sosialisasi tentang dana pengaman kesehatan, layanan kegawatdaruratan di RSUD S. K. Lerik. Beberapa rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di lantai I RSUD tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, Christian Widodo didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang dan Direktris RSUD S. K. Lerik, drg. Dian Arkiang.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo mengatakan, RSUD S. K. Lerik harus terus berbenah. Dan, ke depan harus RSUD S. K. Lerik harus menjadi rumah sakit yang mempunyai sistem pelayanan yang baik dan menjadi rumah sakit terbaik di Kota Kupang.

“Tekad saya, bahwa jangan lagi ada pasien darurat yang tidak dilayani di rumah sakit ini. Program dana pengaman sebesar Rp 3 miliar yang diberikan ke RSUD S. K. Lerik ini diharapkan dapat mengcover masyarakat Kota Kupang yang tidak memiliki jaminan kesehatan, seperti BPJS dan bahkan bagi mereka yang tidak memiliki kartu identitas kependudukan,” jelasnya.

Dia mengatakan, dana pengaman ini diberikan kepada masyarakat Kota Kupang yang mengalami kondisi gawat darurat. Dana senilai Rp 3 Miliar ini, jika kurang, maka akan di tambah pada anggaran perubahan tahun 2025 atau tahun anggaran murni 2026 nanti.

“Dana pengaman yang diberikan, hingga saat ini sudah melayani 22 orang yang menjadi penerima manfaat dari Dana pengaman ini, dengan besaran anggaran yang dipakai sekira Rp 30 juta, ” jelasnya.

Dia berharap, agar masyarakat pun bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal dari RSUD S. K. Lerik dan diharapkan agar RSUD S. K. Lerik bisa menjadi rumah sakit terbaik di Kota Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan bahwa dana pengaman ini dialokasikan dari anggaran belanja tidak terduga (BTT) yang tujuannya untuk membantu masyarakat di Kota Kupang yang tidak mampu dan yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan.

“Sejauh ini, sudah banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya dana pengaman ini. Wali Kota Kupang tentunya akan menambah anggaran untuk dana pengaman ini jika penggunaan anggaran tersebut tahun ini habis. Tujuannya agar bisa mengcover semua masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktris RSUD S. K. Lerik, drg. Dian Arkiang mengaku, dengan adanya dana pengaman ini maka banyak kunjungan masyarakat di rumah sakit. Tentunya, pihak rumah sakit antusias dan menyambut baik hal baik ini. Rumah sakit ini juga akan langsung memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan mengarahkan kepada yang bersangkutan untuk didaftarkan sebagai peserta jaminan kesehatan.

“Jadi, ketika masyarakat yang awalnya dilayani menggunakan dana pengaman nantinya akan dibantu untuk terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan. Sehingga, ketika pasien datang untuk berobat maka dia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Dia mengaku, RSUD S. K. Lerik juga sudah mengalami banyak transformasi dan menjadi lebih lengkap dari sebelumnya, ada penambahan layanan poli jantung, poli saraf uang dibuka pagi dan sore, pelayanan patologi anatomi dan penambahan lainnya. (joey rihi ga/advertorial)

 

Komentar Anda?

Related posts