Kupang, sputar-ntt. com – Pemandangan baru kini bisa ditemui di malam hari saat melintas di Jalan S. K. Lerik Kota Kupang. Ruas Jalan S.K. Lerik kini telah terpasang lampu hias dari sisi kiri ke sisi kanan jalan dan sebaliknya.
Terkait hal itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyebut, tujuan dipasang lampu hias di sekitar Jalan S.K. Lerik, tepatnya di depan Taman Nostalgia (Tamnos) untuk mendatangkan investor di Kota Kupang, dengan memperlihatkan keindahan dan kemajuan di Kota Kupang.
“Lampu hias itu sangat bagus kalau dilihat. Jadi harus dipikirkan bahwa kalau investor datang ke Kota Kupang dan melihat bahwa Kota Kupang lebih maju dan modern, tentunya investor akan lebih berani untuk melakukan investasi di sini,” kata Christian Widodo saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (5/11).
Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memang harus melakukan penataan dan mempercantik Kota Kupang. Dia mencontohkan kalau ada kunjungan ke Jakarta, tamu akan dibawa ke Jalan Sudirman, Tamrin dan lainnya atau ke tempat yang penataannya bagus agar bisa menarik investor.
“Kalau mau dikatakan memang masih ada tempat yang kumuh, namun kalau ada orang dari luar datang ke Kota Kupang, kita harus bawa ke tempat yang bagus dan sudah modern, sehingga mereka pun tertarik untuk melakukan investasi di sini,” ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa Pemkot Kupang terus berupaya untuk memaksimalkan pembangunan di semua wilayah. Namun, tentunya harus dilakukan secara bertahap.
“Jadi, pembangunan juga harus dilakukan secara bertahap. Apalagi dengan keterbatasan anggaran saat ini. Dan sebentar lagi kita akan masuk pada sidang pembahasan anggaran murni tahun 2026,” jelasnya.
Wali Kota Kupang juga mencontohkan tentang perkembangan Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak), di mana saat ini sudah banyak investor yang datang dan melakukan investasi, karena setiap kali ada kunjungan ke Kota Kupang, dari kementerian dan lembaga selalu dibawa ke Taman Nostalgia yang merupakan tempat dilaksanakannya program Saboak tersebut.
“Jadi, Taman Nostalgia itu akan menjadi pusat hiburan karena ada UMKM dan kegiatan Car Free Night. Jika ini sudah berjalan, maka tentunya masyarakat akan melihat kemajuan di Kota Kupang. Kita berencana akan melakukan penerangan di semua wilayah di Kota Kupang, dengan kerja sama pemerintah dan badan usaha,” kata Wali Kota Kupang.
Dia juga menampik bahwa lampu hias tersebut akan mengganggu masyarakat pengguna jalan karena terang cahaya lampu hias. Wali Kota mengatakan bahwa lampu hias tersebut belum dihidupkan karena masih dalam masa uji coba. Jika terangnya lampu hias akan dipertimbangkan. Kalau ada yang tidak cocok maka bisa diganti, sehingga lebih aman.
Sementara itu pejabat pembuat komitmen (PPK) pekerjaan pengadaan lampu hias di Taman Nostalgia, Johanis Puu mengatakan bahwa sampai saat ini pekerjaan pengadaan dan pemasangan lampu hias di Taman Nostalgia sudah mencapai 90 persen.
“Kami sementara menunggu meteran listrik dari PLN saja untuk melakukan uji coba. Diharapkan dalam waktu dekat PLN sudah merealisasikan meteran listrik tersebut, sehingga bisa dilakukan uji coba sampai dengan launching nantinya,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa sesuai dengan rencana, pekan depan sudah bisa melakukan uji coba lampu hias tersebut. Untuk diketahui, pengadaan dan pemasangan lampu hias tersebut menelan anggaran sebesar Rp 500 juta dengan jumlah lampu hias sebanyak 38 unit. Anggaran untuk pengadaan dan pemasangan lampu hias tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang tahun anggaran 2025.
Sebelumnya, politisi asal Partai Golkar, anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Randi Daud menyayangkan kegiatan yang dilaksakan oleh Pemkot Kupang saat ini terutama terkait proyek lampu hias tersebut. Menurutnya, kegiatan ini hanyalah pemborosan anggaran dan tidak mengacu pada asas skala prioritas.
“Sebenarnya, sejak awal kegiatan ini sudah dipertanyakan, kenapa sampai terjadi pemborosan anggaran seperti ini. Sementara di sisi lain ada kelurahan lain yang hingga saat ini belum ada lampu penerangan jalan. Akan tetapi, Pemkot Kupang terus melanjutkan proyek tersebut di mana pemasangannyan dilakukan di tempat yang sudah sangat terang pada malam hari,” jelasnya.
Menurut Randi, saat dirinya melakukan reses, banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang minimnya infrastruktur lampu penerangan jalan di beberapa wilayah. Namun ketika keluhan masyarakat ini disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, melalui UPTD Lampu Jalan, alasan yang diberikan bahwa tiang dan lampu jalan sudah habis terpasang di semua wilayah.
“Hal ini sangat kontradiksi sekali karena di sisi lain masyarakat mengeluhkan tentang minimnya lampu penerangan jalan. Namun, di satu sisi, Pemkot justru memasang lampu di tempat yang sudah terang. Seharusnya, anggaran untuk proyek lampu hias tersebut difokuskan pada pemeliharaan dan pengadaan tiang dan lampu jalan, untuk menerangi beberapa wilayah yang belum tersentuh sama sekali,” tegasnya.
Randi mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan pemasangan lampu jalan di Taman Nostalgia, terkesan seperti pemerintah melakukan pemborosan anggaran. Apalagi hanya untuk mendukung kelancaran program Car Free Night (CFN) yang sampai saat ini pun belum diketahui secara pasti bentuk dan target dari program tersebut.
Dia juga menyayangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkot Kupang ini. Seharusnya, dana tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan lampu jalan yang sudah ada, atau pengadaan lampu jalan di beberapa wilayah yang belum tersentuh.
Dirinya mengaku bahwa DPRD sangat mendukung program dan kegiatan yang digagas oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, namun harus juga memperhatikan asas manfaatnya dan skala prioritas.(joey rihi ga / advertorial)

Follow



















