Kupang, seputar-ntt.com – Bank NTT didorong untuk tampil bukan sekadar sebagai lembaga penyimpanan dana, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di daerah. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT, Melki Laka Lena dalam pertemuan bersama para kepala daerah, pemegang saham dan jajaran manajemen Bank NTT di Ende, Kamis (15/5/2026).
Dalam forum tersebut, Melki menekankan bahwa keberadaan Bank NTT memiliki peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dalam mendukung pelaku usaha kecil, UMKM hingga sektor produktif masyarakat di berbagai wilayah NTT.
“Bank itu bukan cuma tempat simpan uang. Di NTT, Bank NTT adalah urat nadi banyak mimpi kecil yang sedang tumbuh jadi besar,” ujar Melki.
Ia mengatakan, pembahasan dalam rapat tidak hanya berfokus pada aspek bisnis seperti dividen maupun laporan tahunan, melainkan lebih jauh membicarakan arah masa depan ekonomi daerah dan penguatan peran bank pembangunan daerah.
Menurutnya, Bank NTT harus terus bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang sehat, modern, profesional dan semakin dipercaya masyarakat. Sebab, tingkat kepercayaan publik menjadi modal utama dalam memperkuat industri perbankan daerah di tengah persaingan sektor jasa keuangan yang semakin ketat.
“NTT butuh bank daerah yang bukan hanya untung, tapi juga bertumbuh bersama rakyatnya. Karena kepercayaan itu mahal dan integritas tidak bisa dinegosiasi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi NTT ingin menjadikan Bank NTT sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif. Penguatan tata kelola, pelayanan digital, transparansi serta keberpihakan terhadap sektor produktif dinilai menjadi kunci agar Bank NTT mampu meningkatkan daya saing dan memperluas kepercayaan masyarakat.
Forum para pemegang saham di Ende juga menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah daerah dan manajemen bank untuk memastikan arah bisnis Bank NTT tetap selaras dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional, khususnya dalam mendukung pertumbuhan UMKM, pembiayaan sektor pertanian, peternakan, kelautan serta ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.(*)

Follow



















