RRI Fokus Perluasan Jaringan Penyiaran Ke Wilayah Perbatasan

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, Seputar NTT.com – Wilayah perbatasan dengan Negara tetangga adalah salah satu wilayah yang menjadi focus perluasan jaringan penyiaran RRI. Hal ini penting karena masyarakat di wilayah tersebut sudah sangat lama hanya menerima informasi propaganda dari Negara lain. Padahal mereka sangat memerlukan informasi utuh tentang Indonesia.

“Sarana paling urah dengan jangkauan luas dan mudah diakses di wilayah perbatasan adalah Radio,” kataDirut LPP RRI, Dra. Rasarita Niken Widiastuti,M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala LPP RRI Kupang, Enderiman Butar-Butar,SP pada hari Radio ke-68 di halaman depan Kantor LPP RRI Kupang, Rabu (11/9) kemarin.

Dijelaskan, strategi RRI adalah menguatkan sajian berita dan informasi yang disiarkan melalui pro3 RRI serta penguatan jaringan pemancarnya. Kini, daya jangkauan penyiaran Pro3 RRI sangat baik di Ibu Kota Jakarta dan Wilayah sekitarnya pada frekuensi FM 88.8 Mhz.

Selain itu, optimalisasi kembali pemancar Medium Wave atau MW pada frekuensi 999 Khz, telah memungkinkan khalayak luas untuk memonito siaran pro3 RRI dari Jakarta hingga ke Bandung, Cirebon atau Lampung tanpa putus pada frekuensi yang sama dengan kualitas suara baik atau loud and clear seperti siaran FM.
Optimalisasi pemancar MW tersebut melengkapi optimalisasi 30 pemancar lainnya di seluruh Indonesia untuk meningkatkan cakupan luas siaran RRI, termauk juga pemancar yang rusak akibat gempa bumi di Takengon Aceh.

“Upaya ini tidak lain sebagai wujud visi RRI sebagai Radio berjaringan terluas,” kata Enderiman mengutip sambutannya Rasarita.

Dikatakan, tahun ini perhatian RRI akan lebih dikhususkan untuk pemenuhan pemancar baru ke beberapa stasiun-stasiun perbatasan karena pengadaaan infrastruktur pemancar baru sedang dalam proses ditambah lagi dengan persiapan pemasangan beberapa tower di stasiun-stasiun yang berbatasan dengan Negara-negara tetangga. Selain itu, khalayak luas juga dapat mengakses siara tersebut melalui audistreaming pada alamat www.rri.co.id.

“Tampilan atau performa official website RRI tersebut, pada hari ini juga telah disempurnakan sehingga mudah diakses, lebih cepat dan lebih segar dengan berbagai varian menu informasi dan berita didalamnya,”ujarnya.

Selain melalui layanan berbasis digital, jelas Enderiman, RRI jugamenghadirkan karya monumental di bidang teknologi media baru berupa pembuatan mobile application “RRI Play” yang didalamnya terdapat banyak menu, mulai dari menu berita dan informasi KBRN, Audia/Music on Demand, Radio Picture pada 4 stasiun RRI yakni Surabaya, Yogyakarta, Palembang dan Jakarta serta zona ke-Indonesiaan berbasis siaran budaya yang berpusat di Jakarta.

Masih menurut Enderiman, hal penting dari layanan digital melalui mobile application ini adalah dimungkinnya seluruh masyarakat tanah air bahkan seluruh dunia untuk dapat mendengarkan siaran programa 1, programa 2, programa 3 dan progama 4 dari stasiun-stasiun RRI di seluruh tanah air.

Pengembangan teknologi dan media baru RRI, lanjut Eneriman, terus dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi multiplexing yang terjadi di dunia internasional. Pada bulan Oktober mendatang, RRI sudah akan melakukan ujicoba penggunaan digital audio broadcast atau DAB. Dengan teknologi tersebut, memungkinkan penggunaan satu frekuensi untuk beberapa programa.

“Sebagai tahap awal, programa yang akan disiapkan adalah Pro3 RRI dan Kanal 5 atau Channel Five RRI Surabaya. Kemudahan akses bagi khalayak luas untuk mendengarkan siaran RRI juga dilakukan melaui kabel dan satelit. Siaran RRI termasuk voice of Indonesia – VOI, selain menggunakan pemancar teresterial dan streaming, saat ini juga sudah dapat didengarkan melalui jaringan kabel TV Indo Vision,” katanya.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60