Pemdes Alor Kecil Terus Berbenah Hadapi Pengembangan Desa Wisata

  • Whatsapp
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – Melihat perkembangan destinasi wisata yang terus dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, Pemerintah Desa (Pemdes) Alor Kecil terus berupaya berbenah diri menghadapi pengembangan desa wisata.

“Saat ini kami terus menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang baik sumber daya manusia maupun fasilitas pendukung lainnya,” kata Kepala Desa Alor Kecil, Asywad Kossah saat ditemui disela-sela workshop kajian ilmiah air laut dingin di aula kantor desa setempat, Selasa, 30/11/2022 siang.

Menurutnya, salah satu langkah yang diambil pemerintah desa adalah memperkuat kerajinan lokal baik kuliner mau souviner, serta desain homestay disetiap titik lokasi wisata yang berada diwilayah Alor Kecil.

“Upaya lain yang telah kami tempuh dan lakukan adalah pendampingan dan pelatihan terhadap beberapa remaja seperti pelatihan diving. Selain itu ada upaya pembekalan berbahasa inggris oleh beberapa investor kepada anak-anak sekolah,” ungkap Kossah

Untuk mendukung pembangunan infrastruktur penunjang tersebut kata Kades Asywad, penganggaranya bisa lewat dana desa dan juga alokasi dana desa.

“Kita juga membuka diri jika ada investor yang ingin berinvestasi dalam mendukung pemerintah desa dalam pengembangan wisata disini, mari kita kerjasama,” imbuhnya.

Dikesempatan ini dirinya juga menyampaikan jika ada beberapa agenda yang sementara dalam perencanaan pemerintah desa di tahun 2023. Selain festival sensasi air laut dingin (si aladin), juga ada beberapa festival seperti po hari dan po ula naga.

“Kami sudah konsepkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar ini menjadi perhatian bersama namun mungkin pandemi sehingga terbentur dengan pendanaan,” tandas Asywad Kossah.

Ditempat terpisah, Camat Alor Barat Laut, Martinus De Porres Djeo mengatakan, mendukung setiap inisiatif yang dilakukan setiap desa dalam mengembangkan setiap potensi desanya melalui festival dan lainnya.

“Kalau kami pemerintah kecamatan itu mendukung dengan cara promosi, membangun jaringan mengajak orang datang berwisata, itu tugas kami. Selain itu pemerintah hanya fasilitator dan regulator,” ujar Martinus.

Camat Abal kembali menekankan, jika suatu festival berhasil maka perlu inisiatif kuat dari desa bersangkutan, sebab setelah ada hasil yang dilihat dan dirasakan maka kedepan mereka akan buat lebih baik lagi. (*Pepenk)

Komentar Anda?

Related posts