Jakarta, seputar-ntt.com – Partai Berkarya menandai babak baru dalam perjalanan politiknya melalui pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) I pada 30–31 Oktober 2025. Forum tertinggi partai ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal dan menegaskan arah perjuangan politik menuju Pemilu 2029.
Dalam Munas yang berlangsung dinamis dan sarat semangat kebersamaan itu, Letjen TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Berkarya periode 2025–2030. Penetapan dilakukan melalui mekanisme pemilihan yang demokratis dan transparan, mencerminkan komitmen partai terhadap nilai-nilai akuntabilitas dan kebersamaan.
Salah satu keputusan monumental Munas I adalah perubahan identitas visual partai. Logo lama yang menampilkan pohon beringin kini resmi digantikan dengan simbol kepala elang — lambang ketegasan, visi jauh ke depan, dan kebebasan berpikir.
Transformasi simbolik ini mencerminkan strategi rebranding Partai Berkarya yang ingin tampil lebih adaptif, inklusif, dan progresif. Kepala elang menjadi metafora atas tekad partai untuk terbang tinggi membawa semangat kebangsaan dan pembangunan berkelanjutan ke dalam panggung politik nasional.
“Perubahan ini bukan sekadar visual, tetapi cerminan semangat pembaruan. Kami ingin Berkarya menjadi partai yang terbuka, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Muchdi dalam pidato politik perdananya sebagai Ketua Umum.
Dalam pidatonya, Muchdi menegaskan komitmen Partai Berkarya untuk hadir sebagai kekuatan politik yang konstruktif dan solutif, bukan hanya reaktif terhadap isu. Di bawah kepemimpinannya, partai akan melakukan revitalisasi struktur organisasi serta memperkuat basis kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Langkah tersebut sejalan dengan resolusi Munas I yang menetapkan enam sasaran strategis utama menuju Pemilu 2029:
• Penguatan Infrastruktur Partai – membangun jaringan kepengurusan hingga akar rumput.
• Kaderisasi dan Pendidikan Politik – melahirkan pemimpin muda berintegritas dan visioner.
• Modernisasi Sistem Kampanye – mengoptimalkan teknologi digital untuk menjangkau pemilih muda.
• Koalisi dan Sinergi Politik – membangun kerja sama lintas partai dan ormas kebangsaan.
• Peningkatan Elektabilitas – menargetkan kenaikan signifikan perolehan kursi legislatif.
• Advokasi Isu Strategis – fokus pada ketahanan pangan, pemerataan pendidikan, dan lapangan kerja.
Dengan arah baru ini, Partai Berkarya bertekad menjadi katalisator demokrasi yang sehat dan berkeadilan, sekaligus memperjuangkan politik kesejahteraan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Munas I menjadi simbol transisi Partai Berkarya dari partai dengan basis tradisional menuju gerakan politik modern yang berpijak pada nilai kebangsaan dan pembangunan.
“Berkarya harus menjadi rumah besar bagi semua anak bangsa yang ingin berbuat untuk Indonesia. Kita tidak boleh terjebak pada masa lalu, tapi harus menatap masa depan dengan visi dan kerja nyata,” tegas Muchdi.
Dengan kepemimpinan baru dan semangat pembaruan, Partai Berkarya kini memasuki fase transformasi total — dari simbol hingga strategi — meneguhkan diri sebagai kekuatan politik nasional yang siap bersaing di panggung demokrasi 2029. (*/jrg)

Follow

















