Kupang, seputar-ntt.com – Kondisi sejumlah infrastruktur publik di wilayah Kota Kupang hingga saat ini masih harus dibenahi. Banyak ruas jalan yang rusak termasuk ketiadaan saluran drainase sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Lubang resapan yang dibangun untuk mengatasi masalah genangan air juga tidak maksimal sehingga menjadi hambatan bagi masyarakat saat melintas di jalan raya.
Selasa (23/4), Wali Kota Kupang, Christian Widodo berkesempatan melakukan kunjungan lapangan dan berdialog langsung dengan warga terkait kondisi saluran resapan dan infrastruktur. Ini dilakukan Wali Kota kupang ke lingkungan di salah satu kawasan permukiman tepatnya di depan SD Bertingkat Kelapa Lima atau di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Dalam dialog yang berlangsung tersebut, Ketua RT 23, Kelurahan Kelapa Lima, Yanto Tobe dan warga menyampaikan sejumlah kondisi infrastruktur yang rusak ke Wali Kota Kupang. Keluhan dan masukan dari warga mengenai kondisi saluran air dan lubang di badan jalan serta rencana pembangunan drainase baru.
Warga menyampaikan bahwa lubang resapan lama yang saat ini ada sudah tidak berfungsi maksimal sehingga sulit untuk diperbaiki. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menyetujui dan menyampaikan terkait rencana pembangunan lubang resapan baru.
“Kalau yang lama tidak bisa maka harus dibongkar dan diperbaiki. Sehingga, kita harus bikin yang baru,” kata Wali Kota Kupang, Christian Widodo. Bahkan, sudah direncanakan akan dibangun beberapa titik lubang resapan baru, yakni satu titik di lokasi kunjungan dan beberapa titik lainnya di sekitarnya dan sesuai kebutuhan dan kesiapan lahan.
Wali Kota Kupang juga menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur ini telah dijadwalkan dan masuk dalam agenda pengerjaan pada bulan Mei nanti.
“Ini mau diperbaiki di bulan Mei nanti karena memang sudah masuk. Jadi, tinggal dikerjakan peresapannya. Tadi (Selasa, Red), Pak Kadis PUPR bilang kalau bisa lebih bagus itu dua-dua. Dua di kiri, dua di kanan dan akan dibikin peresapan yang baru. Karena ini pengaliran air menuju ke sini. Supaya kalau bisa empat lubang resapan. Sehingga, walaupun hujan deras, bisa lebih aman,” jelas Wali Kota Kupang.
Mengenai pendanaan proyek tersebut, Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi Dethan menjelaskan bahwa anggaran untuk satu unit lubang resapan berkisar antara Rp 20 hingga Rp 25 juta.
“Satu lubang resapan sekira 20 sampai 25 juta, tergantung luasnya. Jadi, dari Pemkot sendiri yang dikerjakan adalah resapan dengan lubang dan lubangnya akan ditambah,” ujar Plt. Kadis PUPR Kota Kupang.
Proyek pembangunan ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei nanti, setelah proses tender yang akan dimulai awal bulan tersebut.
“Tendernya mulai satu minggu lebih dan akan diunggah melalui sistem tender,” kata salah satu staf teknis Dinas PUPR Kota Kupang kepada Wali Kota Kupang.
Dalam kunjungan tersebut, Christian Widodo juga menyoroti lubang-lubang di jalan yang membahayakan pengguna, terutama anak-anak dan pengendara lainnya. Dia meminta ada penanganan segera terhadap lubang-lubang tersebut sambil menunggu proyek besar dimulai. (joey rihi ga/advertorial)

Follow

















