Dukung Karya Bakti Skala Besar, 110 Anggota Personel Gabungan Dikerahkan ke Alor

  • Whatsapp

Kalabahi, seputar-ntt.com – Sebanyak 110 personel gabungan dari Satuan Yonarmed 20/BY, Yonzipur 18/YKR Kompi C Naibonat dan Yonarhanud 9/AWJ dikerahkan untuk mendukung program karya bakti skala besar di wilayah Kodim 1622/Alor.

Menggunakan Kapal Ferry KMP. Ile Labalekan, 110 personel gabungan ini tiba di di Pelabuhan Penyeberangan BPTD Wilayah XIII Kabupaten Alor Rabu, 22/4/2026 pagi.

Turut hadir dalam penjemputan ini, Dandim 1622/Alor, Letkol Czi Arya Darma, S.T, Pasi Pers Kodim 1622/Alor, Kapten Inf Umbu Neka, R.A.C, Pasi Ops Kodim 1622/Alor, Lettu Inf. Matias Modok, Batih Ops Dim 1622/Alor, Serma Syafrudin Koho serta Personel Kodim 1622/Alor.

Usai dilaksanakan pengecekan kelengkapan personel dan materil, personel gabungan dari Satuan Yonarmed 20/BY, Yonzipur 18/YKR Dan Yonarhanud 9/AWJ bertolak menuju Makodim 1622/Alor, Jln. Eltari No.13, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara.

Berdasarkan data manifes, jumlah personel yang tiba di Alor antara lain Yonarmed 20/BY sebanyak 50 orang personil. Mereka dipimpin Letda Arm Anry Christiano Tambunan, ST, Yonarhanud 9/AWJ sebanyak 50 orang personil dipimpin oleh Letda Arh Besetiya, Yonzipur 18/YKR sebanyak 10 orang personil dipimpin oleh Kopda Zigit Guntoro.

Adapun kegiatan program karya bakti berskala besar di Alor meliputi pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Welai Selatan-Tominuku, pengerjaan sumur bor, rumah tidak layak huni, perbaikan tempat ibadah dan sekolah serta rabat jalan.

Sebelumnya, Pangdam IX/ Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan, kehadiran program tersebut merupakan bentuk perhatian khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M. Sc.

“Di NTT hanya Kabupaten Alor yang mendapat program ini karena secara data, daerah ini perlu sekali dilakukan peningkatan infrastruktur untuk program strategis nasional, terkhususnya jembatan,” kata Piek.

Menurut Pangdam IX/Udayana, program ini juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan masyarakat, sekaligus sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Dengan semangat gotong royong, kehadiran program ini nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga untuk memperkuat konektivitas antar wilayah,” tandas Mayjen TNI Piek Budyakto. (Pepenk)

Komentar Anda?

Related posts