Gelar Reses, Marzuki Kalake Serap Aspirasi Warga Kelurahan Nusa Kenari dan Binongko

  • Whatsapp

Kalabahi, seputar-ntt. com – Anggota DPRD Kabupaten Alor Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Marjuki Kalake, menggelar reses III masa persidangan I tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumad (24/10) dan Senin (27/10), berlokasi di Pasar Terbakar Kelurahan Nusa Kenari dan Moepali Kelurahan Binongko Kecamatan Teluk Mutiara.

Menurut Marjuki, reses bertujuan untuk mendengar secara langsung keluhan serta usulan dari masyarakat.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat diakomodir dalam kebijakan dan program kerja pemerintah daerah,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Kalake mencatat beberapa usulan, aspirasi dari masyarakat antara lain beasiswa, penataan dan kelayakan pasar terbakar (sampah, MCK, drainase), modal usaha, tempat
pemakaman umum (TPU).

Menanggapi beberapa poin tersebut, Marjuki berjanji akan terus mengawal, serta mendorong beberapa masalah klasik yang dikeluhkan warga melalui pandangan fraksi.

“Soal sampah di pasar, penataan dan kelayakan, drainase ini kita akan minta Dinas Perdagangan untuk secepatnya memperhatikan sebelum musim hujan tiba. Persoalan ini menjadi perhatian serius kami dari fraksi PKS. Bagaimana kita mau mendorong sektor pariwisata kalau pengelolaan sampahnya tidak maksimal,” tegasnya.

Terkait beasiswa, lanjut anggota dewan tiga periode ini, pelaksanaannya sementara berjalan secara bertahap.

“Tentunya ini juga menjadi atensi kami. Insya Allah kedepan anak-anak yang belum mendapatkannya bisa kita sentuh juga. Sementara untuk modal usaha, kita sementara minta ke OPD teknis untuk coba memperhatikan kembali syarat (nomenklatur) yang hanya untuk yang punya kios saja. Tujuannya agar bantuan modal usaha bisa menyentuh semua masyarakat,” ungkap Kalake.

Soal TPU yang diusulkan warga Moepali, Marjuki Kalake berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar ini bisa ditindaklanjuti.

“Lokasi di Sawah Lama itu kita minta pemda untuk ambil alih lalu memilah, membuat batas sehingga bisa digunakan untuk pemakaman untuk saudara-saudara kita non muslim dan muslim. Jadi konsepnya seperti di TPU Baru Kadera Kupang itu,” harapnya.

Di akhir penyampaiannya, Marjuki berkomitmen untuk terus dan tetap mengawal semua aspirasi yang diserapnya agar dapat terjawab secara baik demi kesejahteraan masyarakat. (Pepenk).

Komentar Anda?

Related posts