Bulog NTT Undang Dinsos Kota Cek Kualitas Rastra Tahap Dua

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – Untuk mencegah terjadi lagi pendistribusian beras sejahtera (Rastra) berkualitas rendah bagi warga penerima, Bulog NTT meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang melakukan pengecekan secara langsung terhadap kualitas beras di gudang Bulog.

“Kami diundang Bulog untuk melakukan pengecekan akan kualitas Rastra tahap kedua secara langsung di gudangnya.Pengecakan ini tentunya kami tidak sendiri tapi akan bersama para lurah dan camat,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Feliksberto Amaral kepada wartawan pada sela-sela acara coffe morning bersama Walikota Kupang dengan dihadiri semua Kepala OPD di Restaurant Subasuka Paradise, Kamis (6/7/2017).

Menurut Amaral, hal yang dilakukan oleh Bulog ini sangatlah tepat, karena dengan kasus kualitas beras sangat rendah  yang dibagi pada tahap pertama sudah sangat membuat reiting soal Rastra ini sangat menurun.

“Dengan dilakukan pengecekan secara langsung kondisi beras di gudang ini, hal yang bagus, sebab ini bagian dari mengurangi akan tingkat pengeluhan warga. Karena kasus Rastra tahapa pertama ini pengeluhannya hampir terjadi di semua kelurahan,untuk kami tentunya berharap tahap  dua ini tidak terjadi hal yang sama seperti thap satu,” kata Amaral.

Amaral mengaku, penerima Rastra sesuai data tercatat untuk Rastra Pusat sebanyak 13 ribu 740 keluarga miskin, dan untuk jumlah Rastra Daerah sebanyak seribu 751 keluarga miskin.

“Ya dengan besok dilakukan  pemeriksaan, maka sekitar tanggal 11 Juli 2017 dilakukan Rakor dan setelah siap di distribusikan ke keluraha,” ujar Amaral.

Amaral menambahkan, untuk Kota Kupang penerima Rastra ini secara data menunjukan wilayah paling banyak penerima yakni wilayah Oebobo dan Alak, sementara yang lain tidak terlalu banyak.

“Soal penerima tidak ada masalah lagi, namun sekarang permasalahan sekarang admisntrasi pergatian penerima yang telah di lakukan melalui Muskel.Melalui Muskel suadah ada nama penganti pemerima yang dimasuk dalam data, tetapi tidak disertai dengan berita acara.Hal ini penting guna nantinya nama penerima penganti kami dapat kirim ke pusat guna tahum depan nanti namanya masih tercatat sebagai penerima,” jelas Amaral. (riflan hayon)

Komentar Anda?

Related posts