Ambrosius Kodo Buka Workshop Pembuatan Gerabah di Lewalu

  • Whatsapp

Kalabahi, seputar-ntt.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar workshop pembuatan gerabah di Desa Lewalu, Kecamatan Alor Barat Laut.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung dari tanggal 7 hingga 10 Mei ini dibuka secara resmi oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo pada Kamis, 7/5/2026 pagi.

Tema yang diusung dari workshop ini adalah menyentuh tanah, merawat warisan dalam edukasi pembuatan gerabah.

Ambrosius dalam sambutannya menyampaikan, setelah kegiatan ini diharapkan ada sesuatu yang baru yang diperoleh dari masyarakat.

“Jangan sampai kita mengulang apa yang sudah mereka biasa kerjakan setiap hari. Perlu ada sentuhan baru untuk meningkatkan kemampuan dasar yang sudah dimiliki para pengrajin,” katanya.

Dengan demikian, sambung Kodo, akan ada tambahan nilai ekonomi dari gerabah yang dihasilkan.

“Sesuatu hal yang kita kerjakan harus berujung pada perbaikan, peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Kadis Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT.

Untuk itu ia berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti dengan baik setiap materi yang diberikan narasumber.

“Banyak bertanya kalau memang kurang tau atau tidak mengerti. Kita juga berharap Desa Lewalu bisa menjadi pusatnya icon gerabah di Kabupaten Alor,” imbuh Ambrosius Kodo.

Senada juga disampaikan Asisten III Setda Alor, Marten Maubeka yang berharap agar pelatihan ini dapat memberikan nilai manfaat lebih.

“Desa ini harus menjawab program pemerintah daerah yakni satu desa satu produk, ” pinta Maubeka.

Menurutnya, warisan budaya yang telah diwariskan leluhur ini juga harus dipertahankan dan diteruskan ke generasi berikutnya.

“Saya melihat banyak anak muda yang dilibatkan dalam kegiatan ini, dan itu membuat bangga. Mewakili pemerintah daerah, kami mendukung kegiatan-kegiatan positif semacam ini,” tegasnya.

Diakhir penyampaiannya, Marten mengatakan, Alor dengan segala potensi pariwisatanya, harus dikelola secara baik dengan menghadirkan produk-produk bernilai tinggi.

“Ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama dalam memajukan daerah ini khususnya Desa Lewalu,” tandasnya.

Sementara Kades Lewalu, Ruslan Panawa berharap kepada seluruh peserta agar menggunakan kesempatan ini secara baik selama kegiatan berlangsung.

“Saya melihat pengrajin gerabah ini semakin berkurang. Dari workshop ini saya mau produksi gerabah ini kembali bergairah, dan ini merupakan niat saya selama ini,” kata Ruslan.

Ia kembali menegaskan, warisan yang ditinggalkan leluhur ini harus dilestarikan dengan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi.

“Terima kasih untuk semua dukungan baik dari pemerintah provinsi maupun daerah. Tentunya dengan workshop ini banyak ilmu bermanfaat yang diperoleh warga saya,” tutup Ruslan Panawa.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Pendidikan Alor, Kadis Kebudayaan, Abdul selaku narasumber yang berasal dari Yogyakarta, serta undangan yang hadir. (Pepenk)

Komentar Anda?

Related posts