Ekonomi NTT Triwulan 1-2026 Tumbuh Melaju Cepat

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com — Ekonomi NTT pada triwulan 1 tahun 2026 tumbuh melaju lebih cepat, dibanding triwulan yang sama, pada beberapa tahun terakhir.

Demikian Kepala BPS NTT, Matamira Bangngu Kale saat jumpa pers virtual, Selasa (5)5/2026).

Dikatakan Matamira, pada tahun 2022 – 2025 laju pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan 1, belum mencapai 5% sedangkan pada triwulan 1-2026 pertumbuhan ekonomi NTT secara y on y sebesar 5,32%.

“Hal ini menunjukkan adanya trend pertumbuhan yang positif, dalam lima tahun terakhir,” ujar Matamira

Secara q to q, tambah Matamira, pertumbuhan ekonomi secara q to q atau dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi NTT pada Triwulan 1 tahun 2026 mengalami kontraksi 4,97%, kondisi ini sesuai dengan pola musiman yang juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya, yakni nilai PDRB triwulan 1 akan cenderung lebih kecil dibanding triwulan 4 tahun sebelumnya.

Secara umum, kata Matamira, tidak ada perubahan signifikan, dalam struktur ekonomi NTT di Triwulan 1 2026.

“Kategori pertanian masih memberikan kontribusi terbesar yakni 28,34% dari total PDRB ADHB triwulan 1-2026,” ujar dia

Pada Triwulan 1 2026 seluruh kategori lapangan usaha tumbuh positif, aku Matamira, secara y on y, lima besar lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi NTT, menunjukkan pertumbuhan yang positif.

“Misalnya untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,34%, sektor administrasi pemerintahan sebesar 14,01%, perdagangan besar dan eceran sebesar 13,37%, konstruksi sebesar 9,07%, dan jasa pendidikan sebesar 8,86%,” urai dia.

Menurut Matamira, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum itu tumbuh 26, 22%, diikuti oleh industri pengolahan tumbuh 13,36%, serta administrasi pemerintahan sebesar 10,43%,” tegasnya.

Ditambahkan, lapangan usaha pertanian kehutanan dan perikanan tumbuh 3,33%, pada Triwulan 1 ini secara y on y, dan peningkatan produksi holtikultural menjadi pendorong utama di samping peningkatan jasa pertanian, produksi tanaman pangan, perkebunan peternakan dan kehutanan

“Dibanding triwulan sebelumnya atau secara q to q, kategori pertanian mengalami kontraksi 2,51%, hal ini terjadi akibat adanya penurunan produksi padi yang diikuti penurunan ekspor ternak, serta berkurangnya aktivitas nelayan akibat cuaca,” jelas Matamira

Selanjutnya, kata Matamira, untuk lapangan usaha kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 10,43% pada triwulan 1 2026 secara y on y.

“Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya realisasi belanja pegawai pemerintah, akibat penambahan jumlah pegawai pemerintah sejak triwulan tiga tahun 2025 ditambah dengan adanya pembayaran THR secara penuh, di akhir triwulan 1,” ungkapnya

Secara q to q kategori administrasi pemerintahan kontraksi 3,34%, kata Matamira, ini didorong oleh penurunan realisasi belanja pegawai pada triwulan 1-2026, dibanding Trwulan sebelumnya

“Kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor tumbuh 4,27 persen, dibandingkan triwulan 1 2025 atau secara y on y, aktivitas perdagangan meningkat seiring dengan maraknya penyelenggaraan aktivitas di bulan Ramadan serta perayaan hari raya keagamaan yaitu idul Fitri, Nyepi dan persiapan paskah,” paparnya.

Selain itu, tambah Matamira, peningkatan aktivitas perdagangan juga didorong oleh pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang juga meningkatkan produksi di sektor perdagangan besar dan eceran.

“Dibanding triwulan sebelumnya atau q to q, kategori perdagangan besar eceran reparasi mobil dan sepeda motor mengalami kontraksi 6,24%,” tambahnya.

Dijelaskan Matamira, salah satu penyebab adalah penurunan pembelian kendaraan bermotor,bserta aktivitas perdagangan eceran bukan mobil dan sepeda motor akibat menurunnya aktivitas konstruksi. (joey)

Komentar Anda?

Related posts