Kelangkaan Chipset dan Memori, Beri Andil Dorong Inflasi pada April 2026 

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com — kelangkaan global chipset dan memori, mendorong terjadinya Inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada April 2026.

Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira Kale Bangngu saat jumpa pers virtual, Senin (4/5/2026).

Dikatakan Matamira, April 2026 Provinsi NTT mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,43%. Komoditas yang memberi andil pendorong inflasi tertinggi, diantaranya adalah cabe rawit sebesar 0,2%, angkutan udara sebesar 0,11%, tomat 0,08%, bahan bakar rumah tangga 0,05%, dan telepon seluler sebesar 0,03%.

“Kenaikan tarif angkutan udara disebabkan oleh kenaikan harga avtur, walaupun kenaikan harga tiket ini, tidak sesignifikan kenaikan harga Avtur, karena ada intervensi pemerintah, agar harga tiket tidak melonjak tajam,” tambah Matamira.

Untuk kenaikan harga komoditas cabe rawit dan tomat, ujar Matamira, disebabkan oleh produksi yang berkurang, karena faktor cuaca dan peralihan musim, yang membuat hasil panen berkurang.

“Komoditas bahan bakar rumah tangga, elpiji mengalami kenaikan dari Pertamina sejak tanggal 18 April 2026,” jelas Matamira.

Sedangkan komoditas telepon seluler, lanjutnya, juga tercatat mengalami kenaikan harga, karena kelangkaan global chipset dan memori, yang menjadi komponen penting dalam banyak produk elektronik.

Lebih lanjut Matamira menegaskan, komoditas penghambat inflasi pada April 2026, diantaranya adalah ikan kembung sebesar – 0,11%, emas perhiasan – 0,08%, telur ayam ras – 0,03%,bsawi putih – 0,03%, dan ikan selar – 0,01%.

“Untuk komoditas yang menghambat inflasi atau pendorong deflasi, disebabkan oleh penurunan harga emas perhiasan, telur ayam ras, sawi putih, dan beberapa komoditas,” kata Matamira

Ikan dan emas perhiasan, aku Matamira, mengalami penurunan harga yang pertama, setelah selalu mengalami kenaikan harga dalam periode 3 tahun terakhir. (joey)

Komentar Anda?

Related posts