Tunas Beringin di Puncak Kemarau Negeri Flobamora

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – Tensi Politik di Partai Golkar NTT jelang Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) sempat memanas. Semua punggawa dari Kabupaten-Kota di NTT berkumpul untuk memilih siapa Ketua DPD I Golkar NTT pasca ditinggal Ibrahim Agustinus Medah yang hengkang ke Partai Hanura. Turbulensi politik di internal Golkar jelang Pilgub NTT ngeri-ngeri sedap untuk diikuti. Tak ayal 60 wartawan berseliweran diarena Mudalub Golkar yang di gelar di Hotel Papa Jhon’s Kupang pada Rabu, (28/9/2017). Jumlahnya hampir seimbang dengan peserta Musdalub.

Harapan Plt Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena supaya pemilihan berlangsung secara musyawarah mufakat seperti terbentur karang. Lobi dan berbagai isu begitu kencang seperti mengalahkan hawa panas di puncak kemarau di Kota Karang. Sejumlah nama bakal calon sempat mengemuka. Adaya nama Melki Laka Lena dalam Calon Ketua DPD I Partai Golkar NTT mendaat rsepon beragam dari para pemilik suara jika Voting harus dilakukan. Tak bisa dipungkiri bahwa hengkangnya Iban Medah masih mengental dalam suasana Musdalub. “Plan A sepertinya gagal, kalau tidak ada plan B maka Voting adalah jalan akhir,” ujar salah satu sumber yang minta namanya tidak disebutkan.

Namun bukan partai Golkar tidak tidam mampu memadamkan dinamika yang mulai liar. Rapat tertutup digelar untuk menutup semua dinamika supaya tidak menjadi tontonan orang luar. Para pewarta yang berjubelpun seperti kehabisan akal untuk menggali setiap kepingan infromasi dalam ruang tertutup Hotel Papa Jhons. Tidak ada suara yang seragam. Semua pemilik suara yang notabene adalah Ketua dan Sekretaris Golkar di Kabupaten/Kota seperti tidak senada. Meski tak terlihat secara vulgar, namun sempat terjadi ketegangan diantara kader ketika ada isu kelompok loyalis Medah dan group yang menghendaki perubahan dan penyegaran di tubuh Golkar NTT.

Ada yang menghendaki supaya Melki Laka Lena harus focus saja pada Pilgub NTT dan membiarkan orang lain yang menggawangi partai berlambang pohon beringin itu di NTT. Kelopok yang menginginkan perubahan berkeinginan lain. Mereka ingin supaya Melki harus mengambil alih pucuk pimpinan untuk mempermudah konsolidasi dan menggerakan mesin partai.Kehadiran Melki yang dianggap masih ingusan dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD I Golkar NTT dianggap sebelah mata oleh kelompok yang tidak menghendaki perubahan di tubuh Golkar. Namun sekali lagi, bukan Golkar namanya jika ta mampu melakukan konsolidasi santun walaupun telah berjibaku dengan gelombang yang dasyat.

Waktu menunjukkan pukul 20:30 ketika Rapat Musdalub dumulai dan terbuka untuk umum. Para wartawan yang telah menunggu sejak siang, langsung memenuhi ruangan rapat. Suasana yang panas siang tadi sepeti telah lenyap. Rapat berjalan seperti kehilangan dinamika. Semua Tunas Golkar seperti telah menyatu dalam satu semangat dan para kuli tinta dibuat pangling. Bagimana tidak, rapat berlangsung dengan damai, mengalir begitu saja. Tak ada agi wajah yang dihiasi ketegangan. Bahkan semua terlihat tenang mengikuti rapat. Dalam pemandangan umum 22 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten/Kota se-provinsi NTT pada acara Musdalub Partai Golkar NTT yang dipimpin Fredy Latumahina, mengusulkan Melki Laka Lena sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTT.

Selain mengusulkan Melki sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar NTT, hampir semua DPD Kabupaten mengusulkan agar tidak ada lagi jabatan Ketua Harian agar menghindari adanya “dua matahari” dalam tubuh Partai Golkar NTT. Para Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten juga meminta, jika Melki akan terpilih menjadi Ketua defenitif, harus memperhatikan kepengurusan dengan menganut prinsip “miskin struktur kaya fungsi”. Semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi NTT menegaskan, DPP Partai Golkar harus segera menetapkan Melki Laka Lena sebagai calon Gubernur NTT bukan sebagai wakil Gubernur NTT. (joey rihi ga)

Komentar Anda?

Related posts