Kupang, seputar-ntt.com – Udara di Kota Kupang usai magrib masih bikin gerah. Walaupun matahari telah tidur, tapi suhunya masih bertengger di angka 27 derajat pada Senin, 14 Oktober 2024. Seiring merayapnya malam, kabar tentang mundurnya Jonathan Nubatonis dari Ketua DPW Parindo NTT melaju cepat di dunia maya. Menjadi pembicaraan di berbagai platform digital. Menjadi diskusi, bahkan debat di group-group media sosial. Semuanya dengan sudut pandang masing-masing. Ada warna politik hingga semangat kebersamaan yang membara. Merasa satu wilayah dan merasa lainnya yang berpadu pada satu keinginan. Merebut kepemimpinan NTT yang telah menjadi doa selama 79 tahun.
Apa yang telah dikorbankan mantan Anggora DPD RI Perwakilan NTT itu rupanya langsung memantik empati. Juru Bicara Koalisi Pemenangan Paket SIAGA, Yusinta Nenobahan seperti tak mau berlama-lama untuk datang menyampaikan terimakasih kepada sosok yang telah dia anggap sebagai orang tua dan panutan dalam upaya mempersatukan orang Timor. Ucie sapaan akrab Yusinta tak pergi sendiri ke kediaman Jonathan Nubatonis. Dia ditemani Ayub Tasoin, perwakilan dari keluraga Simon Petrus Kamlasi. Mereka bertemu dalam suasana rindu dan semangat persatuan yang membara. Apakah mereka sempat berbisik lalu berucap Le’i Hit Atoni?
Kedatangan Yusinta Nenobahan dan Ayub Tasoin mewakili Tim SIAGA dan keluarga disambut hangat Jonathan Nubatonis bersama sang istri Carolina Nubatonis. Di tangan Ucie sudah ada rompi SIAGA. Rompi yang selalu melekat pada tim dan ring satu Paket SIAGA. Sebagai anak dari TTS tepatnya di So’e, Yusinta Nenobahan tahu benar bagimana datang sowan kepada orang tua. Dia sendiri yang memakaikan rompi SIAGA kepada Jonathan Nubatonis. Mereka memiliki impian yang sama. Orang timor harus saling baku rangkul. Saling berpegangan tangan tanpa harus ada yang tersisih. Yusinta Nonobahan tahu bahwa inilah saat terbaik bagi anak Timor memimpin NTT. Arah angin yang mendukung, riak ombak yang bersahabat serta bintang malam yang benderang. Arah buritan telah lurus menuju pelabuhan kemenangan.
Semangat yang ada dalam diri Jonathan Nubatonis sama seperti yang ada dalam diri Yusinta Nenobahan. Ibu muda yang punya tahi lalat di ujung bibir bagian kanan itu bahkan rela meninggalkan semua aktifitasnya di Ibu Kota negara hanya untuk satu tujuan. Memenangkan pertarungan Pilgub NTT dan Simon Petrus Kamlasi menjadi gubernur. Mereka memang sama dari TTS, tapi semangat Yusinta Nenobahan dalam mendukung Paket SIAGA tidak buta-buta amat. Dia mengenal benar sosok Simon Petrus Kamlasi. Tentara yang cerdas dan memberi hidupnya bagi rakyat. Dengan kecerdasan yang dimiliki Simon Petrus Kamlasi, dia telah menemukan banyak cara untuk menjawab kesulitan masyarakat. Itulah kenapa dia rela kembali ke Kota Karang untuk berjuang bersama dengan orang-orang yang dia kasihi.
Yusinta Nenobahan tak hanya sekedar jurubicara koalisi semata. Dia adalah sosok yang memiliki peran vital dalam pergerakan Paket SIAGA. Jabatannya sebagai Direktur SIAGA Center membuatnya harus konsentrasi penuh di Kupang. Segala hal dia urus. Dari stiker hingga baliho. Dari kaos hingga titik pertemuan. Untuk melancarkan kerja politiknya di NTT, Ucie bahkan memindahkan anaknya untuk sekolah di Kupang supaya dia tidak bolak-balik Kupang- Jakarta. Bersama sang suami mereka bekerja tanpa lelah dengan satu tujuan, mereka bisa berjalan dengan kepala tegak di rantau orang, karena NTT bisa maju dan mandiri serta lepas dari setiap stigma negatif yang telah melekat dalam kehidupan orang NTT.
Dihadapan Jonathan Nubatonis, Yusinta Nenobahan tak sungkan menyampaikan kekagumannya atas langkah politik yang diambil. Langkah yang diambil Jonathan Nubatonis kata Yusinta, bukanlah langkah biasa. Itu langkah monumental yang dipercaya akan menggerakkan langkah-langkah lainnya untuk bersama dan bersatu. Dia percaya, sebuah kemenangan dalam politik tidak datang dengan gampang, tapi akan terwujud lewat kerja keras, persatuan hingga kontemplasi pada kemampuan diri dan pengenalan yang benar pada lawan serta pengetahuan yang memadai terhadap medan perang. Apa yang dilakukan oleh Jonathan Nubatonis adalah api semangat yang harus berkobar dalam diri setiap anak Timor.
“Saya sangat kagum sekaligus terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Pak Jhon Nubatonis. Dia adalah orang tua. Senior dan panutan bagi kami. Ini adalah langkah politik yang sangat luar biasa yang mungkin sulit dilakukan oleh banyak orang yang sudah nyaman dengan segala kenikmatan yang dimiliki. Tapi Pak Jhon tanpa ragu mau melepas itu semua, demi mendukung Paket SIAGA. Demi mendukung Simon Petrus Kamlasi menjadi gubernur NTT dan Adrianus Garu menjadi Wakil Geubernur NTT. Mulai saat ini kami akan bersama-sama. Pak Jhon sudah menjadi keluarga besar Paket SIAGA. Sekali lagi, kenali diri, kenali lawan, kenali medan, seribu pertempuran, seribu kemenangan,” pungkas Yusinta Nenobahan.
Jonathan Nubatonis mengatakan, proses politik di partai menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil gubernur NTT, awalnya berjalan normal. Ada tiga orang yang mendaftar sebagai calon di DPW Perindo NTT. Mereka adalah Simon Petrus Kamlasi yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan Adrianus Garu yang mendaftar sebagai calon wakil gubernur. Satu orang lagi yang mendaftar yakni Orias Petrus Moedak sebagai bakal calon gubernur. Semuanya berproses hingga diusulkan ke DPP untuk mendapatkan keputusan. Rupanya mekanisme yang dilakukan tidak selaras dengan keputusan yang dikeluarkan DPP. Mereka yang menjadi petinggi partai lebih memilih mendukung calon lain yang tidak mendaftar lewat Perindo NTT.
Hati Jonatahan Nubatonis mulai tawar. Dia akan berhadapan dengan sesama anak suku dalam memperebutkan kursi NTT 1. Hati kecilnya memberontak. Darah Timornya bergejolak. Dia harus mengambil keputusan sebelum perang semakin besar. Dan dia memilih untuk meningalkan Perindo sekalian mengucapkan sayonara pada calon yang didukung Perindo pada Pilgub NTT.
“Yang mendaftar di Perindo NTT yaitu pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu, kemudian Orias Moedak tapi tidak mengikuti sesi wawancara. Kami juga berpikir bahwa itu kewenangan DPP. Kami ikuti proses itu sejak penetapan sampai pendaftaran di KPU NTT. Saat deklarasi pun kami mengirim utusan untuk ikut karena bertepatan dengan Musyawarah Wilayah. Di satu sisi, saya Pimpinan Parpol yang harus tegak lurus dengan keputusan partai, di sisi lain saya juga pimpinan ormas yang terjadi melalui ritual adat dengan pemotongan hewan dan dihadiri 15 ribu orang,” ungkap Jonathan.
Jonathan mengungkapkan bahwa secara adat, dirinya tidak bisa berbohong. Apalagi seluruh tokoh yang tergabung di dalam POT mendukung Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nomor urut 3. Belum lagi, Keluarga Besar Manggarai telah mendeklarasikan diri mendukung Paket SIAGA. Sehingga menurut Jonathan, Calon Gubernur yang berasal dari Tanah Timor yakni Simon Kamlasi membuatnya tidak tenang. “Ini yang membuat saya harus jujur. Kalau sebagai Pimpinan Parpol saya bisa bicara, tapi kalau urusannya dengan ritual adat, arwah dan alam, saya tidak bisa bicara banyak,” ungkap Jonathan.
Dengan pertimbangan inilah, maka Jonathan memilih mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPW Perindo NTT, agar tidak menciderai partai dalam perhelatan poltik Pilgub NTT 2024 ini. Dia menjelaskan, SK pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPW Perindo NTT telah dikeluarkan DPP Perindo pada tanggal 3 Oktober 2024 dan diterima oleh dirinya pada tanggal 9 Oktotober 2024. “Setelah saya terima SK dari DPP Perindo maka hari ini saya melakukan serah terima,” tandasnya.
Jonathan mengungkapkan bahwa apabila sejak awal Partai Perindo mendukung Paket SIAGA, maka dirinya tidak mungkin mengundurkan diri karena organisasi POT juga telah mendukung Paket SIAGA. “Jalan satu-satunya maka saya harus mundur dari partai yang sudah saya pimpin selama 10 tahun dengan jumlah anggota DPRD sebanyak 46 dan terbanyak di Indonesia,” ungkapnya.
Setelah mundur dari jabatan Ketua DPW Perindo NTT, tambah Jonathan, dirinya akan segera menggelar deklarasi dukungan dari Persehatian Orang Timor (POT) kepada Paket SIAGA. Deklarasi rencannya akan berlangsung di Kupang dengan menghadirkan massa kurang lebih 10 ribu orang. “Persiapan sudah kami lakukan, selanjutnya masih menunggu waktu dari Pak Simon Petrus Kamlasi dan Pak Adrianus Garu untuk bisa hadir,” jelas Jonathan.
Jonathan Nubatonis mengatakan bahwa sejauh ini POT telah bekerja keras untuk memenagkan Paket SIAGA. Dirinya juga sangat optimis kalau potensi kemenangan dalam Pilgub NTT 2024 ini ada pada Paket SIAGA. “Saya sangat optimis Paket SIAGA akan menang,” pungkasnya. (joey rihi ga).

Follow



















