Pemberantasan Stunting dan Gizi Buruk Jadi Prioritas Pada Musrenbang Kecamatan Abal

  • Whatsapp
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 tingkat Kecamatan Alor Barat Laut (Abal) digelar di Ladon Desa Dulolong, Rabu, 15/2/2023 pagi.

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Alor, Amon Djobo, Wakil Bupati, Imran Duru, Wakil Ketua II DPDR, Sulaiman Singh, Plh. Kapolsek Abal, IPDA Richardus Niewandi J. M. N. SH, Plh. Danpos Abal, Sertu Safrudin Tupong, pimpinan OPD lingkup Pemda Alor serta para Kepala desa diwilayah tersebut dan undangan yang hadir.

Dikesempatan ini, Bupati Alor kepada media berharap, hasil-hasil musrenbang ini bisa membuat perencanaan yang kuat sehingga periuk Alor ini diletakan pada tiga tungku yakni Alor Sehat, Alor Pintar dan Alor Kenyang.

“Agar program kita ini bisa berjalan maka peran OPD yang bersinggungan langsung harus berperan aktif dengan pemikiran-pemikiran yang baik dalam musrenbang ini,” tegas Amon.

Jika ini tidak dilaksanakan, lanjutnya, maka penerapan terhadap tiga tungku ini akan salah arah.

“Masyarakat paling tidak sudah bisa mandiri pada masalah-masalah pangan lokal, akses pendidikan pun harus bisa mandiri serta infrastruktur dasar kesehatan juga sudah harus paten karena kedepan kita menghadapi tahun-tahun sulit,” ujar Bupati dua periode ini.

Untuk itu Djobo kembali berharap, peletakan-peletakan kebijakan untuk musrenbang untuk 2024 harus dipadukan dengan aspirasi masyarakat, baik infrastruktur dasar maupun umum.

“Saya harap siapapun yang melanjutkan tongkat estafet ini harus memiliki pengetahuan tentang persoalan daerah, punya kemauan dalam mewujudnyatakan tantangan yang ada, serta mampu memberi diri buat masyarakat dimanapun dia berada,” tambahnya.

Dikesempatan ini Amon juga berpesan kepada seluruh masyarakat Abal dalam menyambut beberapa event nasional yang akan digelar tahun ini agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Abal ini daerah wisata. Selain keamanan, juga terkait dengan kepastian akses ke lokasi tempat kegiatan paralayang. Kita harap ada kepastian lahan harus dipersiapkan secara dini. Dengan demikian, saat pemerintah sudah membangun infrastruktur penunjangnya maka tidak ada protes masyarakat,” tandas Amon Djobo.

Ditempat terpisah, Camat Abal, Martinus De Porres Djeo menyampaikan, prioritas utama pada musrembang kali ini adalah pemberantasan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas utama.

“Untuk infrastruktur kami masih mengusulkan hal yang sama yakni penembokan bibir pantai di Kelurahan Adang, demaga di Ternate, Air bersih, jalan dan listrik di Ladon dan usulan lainnya,” ujar Martinus.

Menurutnya, data tahun 2022 bulan Agustus, angka stunting di Abal cukup tinggi yakni 156 anak dan gizi buruk 125 anak.

“Permasalahan utamanya bukan karena tidak bisa memberi makan pada anak tetapi pola asuh anak yang salah, sebab masyarakat disini banyak bekerja disektor jasa,” terang Camat.

Untuk mewujudkannya, sambung De Porres, program PMT tahun ini PKK akan melakukan pelatihan pembuatan tepung kelor karena berdasarkan penelitian, tepung kelor sangat efektif untuk menurunkan angka stunting.

“Pembuatan tepung kelor ini mudah sekali, dan kita harap tepung kelor ini nantinya bukan saja dikonsumsi bayi balita tapi seluruh masyarakat, khususnya warga Abal,” Martinus.

Selain itu, sambungnya, kolaborasi bersama pemerintah desa melalui dana desa tetap dilakukan karena selain untuk BLT extrim dan ketahanan pangan, ada lagi program prioritas yakni pemberantasan stunting dan gizi buruk.

“Untuk persentase pendanaannya tidak disebutkan sehingga ini bisa dieksplorasi. Desa bisa menyiapkan PMT bagi balita, pembiayaan untuk kader posyandu serta sosialisasi dan edukasi. Desa juga harus membentuk tim percepatan penurunan stunting desa yang keanggotaannya melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat,” tuturnya.

Dikatakannya, tahun ini pemerintah desa juga diwajibkan membeli alat timbang anak sehingga setiap kali penimbangan tidak bergantung lagi pada puskesmas.

Saya meyakini, dengan sinergitas yang kami bangun bersama seluruh stakeholder maka persoalan stunting dan gizi buruk diwilayah Abal mampu diatasi dan bisa nol,” tandas De Porres. (Pepenk)

Komentar Anda?

Related posts