Lantik Komisaris dan Direksi Bank NTT, Gubernur Gelorakan Semangat Baru Bangun NTT

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – Pagi itu, Kamis 13 November, langit Kupang berwarna biru muda dengan awan tipis melintas di atas Gedung Sasando — ikon kebanggaan Nusa Tenggara Timur. Di dalam Aula Fernandez, suasana terasa khidmat namun hangat. Di antara deretan kursi berbalut kain putih, para kepala daerah, pejabat Bank Indonesia, dan para pemegang saham Bank NTT duduk dengan penuh harap. Mereka datang bukan sekadar menghadiri sebuah seremoni, melainkan menyaksikan lahirnya babak baru dari bank kebanggaan daerah: Bank NTT.

Di hadapan mereka, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berdiri dengan suara tegas. Satu per satu nama dipanggil Charlie Paulus, Rahmat Saleh, Aloysius RA Geong, Heru Helbianto, dan Stefanus Donny Heatubun untuk mengucapkan sumpah jabatan. Dengan tangan kanan terangkat dan wajah yang serius, mereka berikrar bukan hanya kepada perusahaan, tetapi juga kepada bangsa dan Tuhan.

“Janji ini bukan sekadar formalitas,” ujar Gubernur Melki, suaranya bergema di ruangan yang penuh makna sejarah itu. “Ini adalah janji terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tugas saudara-saudara sangat mulia menggerakkan ekonomi rakyat NTT.”

Bagi Gubernur Melki, Bank NTT bukan sekadar institusi keuangan. Ia adalah denyut ekonomi rakyat Nusa Tenggara Timur, tempat setiap rupiah yang berputar membawa harapan bagi petani di Soe, nelayan di Larantuka, dan pelaku UMKM di Maumere. Karena itu, perubahan kepemimpinan di tubuh Bank NTT dipandang sebagai tonggak penting dalam membangun sistem yang lebih profesional, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil.

Transformasi ini bukan hanya soal mengganti orang di pucuk pimpinan, tetapi membangun budaya kerja baru — kepemimpinan yang melayani, berbasis data, dan bergerak dengan visi pembangunan ekonomi daerah.

“Kita ingin membangun kepemimpinan yang melayani, bekerja dengan strategi yang jelas, dan berpikir dengan cara baru,” lanjut Melki. “Transformasi ini adalah simbol perubahan menuju Bank NTT yang sehat, efisien, dan berorientasi pada rakyat.”

Perjalanan menuju hari pelantikan ini bukan proses instan. Sejak Mei 2025, seleksi panjang dilakukan untuk menemukan sosok-sosok yang dinilai mampu membawa Bank NTT keluar dari zona nyaman. Hasilnya diumumkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) sehari sebelum pelantikan.

Kini, dengan formasi baru Charlie Paulus (Direktur Utama), Rahmat Saleh (Direktur Umum dan SDM), Aloysius RA Geong (Direktur Kredit), Heru Helbianto (Direktur Dana dan Treasury), dan Stefanus Donny Heatubun (Komisaris Utama) Bank NTT menapaki babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa bank daerah ini menuju kemandirian finansial dan relevansi ekonomi yang lebih luas.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan lima fokus utama yang menjadi panduan bagi direksi baru. Pertama, memperkuat tata kelola dan disiplin kerja sebagai fondasi utama kepercayaan publik. Kedua, menata kembali jaringan layanan perbankan berbasis potensi lokal agar tumbuh sehat dan berkelanjutan.

Ketiga, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan hingga pelosok daerah melalui digitalisasi layanan. Keempat, memperkuat permodalan dan manajemen risiko agar Bank NTT mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dan kelima, membangun sinergi dengan para pemegang saham dan masyarakat, memastikan setiap langkah strategis benar-benar mencerminkan kepentingan publik.

“Bank NTT harus hadir untuk rakyat. Ia harus menjadi teman bagi UMKM, petani, nelayan, dan peternak — mereka yang selama ini tidak banyak dilihat oleh bank-bank besar,” kata Melki.

Transformasi Bank NTT adalah cermin semangat baru pemerintah provinsi untuk membangun kemandirian ekonomi daerah. Sebagai pemegang saham pengendali, pemerintah berkomitmen menjadikan Bank NTT bukan hanya sebagai lembaga finansial, tetapi instrumen pembangunan tempat aspirasi ekonomi rakyat menemukan jalannya.

Di tengah tantangan iklim ekonomi global dan keterbatasan sumber daya, Bank NTT diharapkan menjadi motor penggerak yang menyalakan kembali keyakinan masyarakat bahwa daerah bisa berdiri di atas kaki sendiri.

“Bank NTT harus menjadi bank yang sehat, unggul dalam pelayanan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok NTT,” tutup Gubernur.

Dan ketika tepuk tangan memenuhi Aula Fernandez pagi itu, terasa jelas bahwa perubahan sudah dimulai. Dari balik gedung Sasando, semangat baru Bank NTT berhembus membawa harapan bagi ekonomi rakyat Nusa Tenggara Timur. (jrg)

Komentar Anda?

Related posts