Kupang, seputar-ntt.com – Air mat Putri NTT 2016, Gloria Angelica Radja Gah tumpah saat mengunjungi dan berbagi kasih dengan penghuni panti asuhan Sonaf Maneka. Hatinya trenyuh ketika anak-anak panti berkumpul dan menyambutnya dengan hangat. Kedatangan Gloria ke panti asuhan tersebut adalah rangkaian perjalanannya dalam meminta dukungan dan doa restu masyarakat NTT dalam pemilihan Putri Indonesia 2016.
Pada kesempatan tersebut, Gloria memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak panti supaya tidak boleh putus asa dan harus tetap melanjutkan pendidikan. Baginya setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak untuk meraih masa depan yang cemerlang.
“Saya minta adaek-adek tidak boleh putus asa dengan kondisi apapun. Andalkan Tuhan dalam setiap pergumulan kehidupan karna itu adalah kunci sukses,” kata Gloria sambil menahan tangisnya.
Dia juga sempat melantunkan lagu untuk menghibur anak-anak panti asuhan. Satu buah lagu rohani serta satu buah lagu daerah berjudul kuanfatu adalah kado yang diberikan oleh Gloria bagi anak-anak panti. Baginya, apa yang dia bawa tidak seberapa nilainya, namun berbagi kasih adalah nilai yang saat ini mulai luntur.
Gloria Angelika Radja Gah meminta dukungan dan restu masyarakat Provinsi NTT dalam mengikuti pemilihan Putri Indonesia 2016 yang akan di gelar pada 19 Februari 2016 mendatang. Gloria terpilih mewakili NTT setelah meyisihkan beberapa kandidat yang juga mengikuti ajang yang sama.
“Saya mohon dukungan, papa, mama, kakak, adik dan semua saudara yang ada di NTT. Saya akan berusaha sekuat saya dalam mengharumkan nama NTT di ajang Nasional ini,” kata Gloria saat jumpa awak media di Hotel Asthon, Rabu, (3/2/2016).
Dia mengaku, walaupun lahir dan besar di Jakarta, namun sangat mencintai NTT sebagai tempat lahirnya nenek moyang. “NTT memiliki tempat khusus dalam hati dan pikiran saya dan inilah moment saya mengabdi untuk daerah ini lewat kesempatan yang diberikan,” ungkapnya.
Gloria merupakan lulusan arsitektur Universitas Bina Nusantara (Binus). Menurut dia, sejak Yayasan Putri Indonesia melakukan pemilihan secara online, dia memberanikan diri untuk ikut dalam seleksi tersebut. Dan, dirinya tidak menyangka bisa lolos dan mewakili daerah asalnya sebagai Puteri Indonesia NTT.
Anak ketiga dari pasangan Ahmad Said Ryasid dan Sofia Loni Mone Radja Gah mengaku memiliki niat yang besar untuk mempromosikan NTT, sehingga bisa lebih dikenal sampai ke luar negeri. “NTT adalah daerah eksotik di Indonesia karena memiliki keindahan alam yang luar biasa,” ujarnya.
Sebelum berlaga di ajang bergengsi pemilihan Puteri Indonesia, Gloria bersama orang tua dan seluruh manajemen pendukung akan mengadakan road show ke sejumlah kabupaten di NTT, termasuk daerah asalnya Sabu Raijua. “Hal ini dilakukan untuk menambah referensi tentang NTT serta berbagai potensi yang bisa dipromosikan,” ungakpa gadis 24 tahun.
Dengan kemampuannya bermain piano, Gloria mengaku akan membawakan dua buah lagu tradisional asal NTT di ajang pemilihan Puteri Indonesia 2016.
Ibu kandung Gloria, Sofia Loni Mone Radja Gah menyatakan kebanggannya atas anaknya yang bisa mewakili tanah kelarihannya, NTT. Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung anaknya sebagai perwakilan dari NTT.
“Keberhasilan anak saya karena dukungan semua pihak termasuk masyarakat NTT, saya sangat bangga anak saya bisa berlaga di pemilihan Puteri Indonesia mewakili tanah kelahiran saya,” katanya. (joey)

Follow



















