Wujudkan Kota Kupang Bersih, Penjabat Wali Kota Gandeng Paguyuban

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Demi mewujudkan Kota Kupang menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia dan bebas dari sampah plastik, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, berupaya membangun komunikasi dan meminta dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah paguyuban-paguyuban dari sejumlah etnis yang ada di Kota Kupang. Sejumlah paguyuban etnis yang sebagian besar anggotanya bergerak di bidang perdagangan, seperti Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Keluarga Jawa menjadi target utama. Pertemuan bersama para pimpinan paguyuban berlangsung di ruang kerja Penjabat Wali Kota, belum lama ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PSMTI Kota Kupang, Fransisco B. Bessi didampingi Mulyono Subroto sebagai Wakil Ketua PSMTI, Ketua KKSS Kota Kupang, H. Aminudin serta Wakil Ketua K2S Keluarga Jawa, Muntoin. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota dalam pertemuan tersebut, Kadis DLHK Kota Kupang, Kabag PEM, Kabag Kesra serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, menyampaikan selama kurang lebih 2 bulan menjabat dia menemukan banyak persoalan yang membutuhkan kerja kolaborasi untuk penyelesaian. Menurutnya ada dua hal penting yang menjadi perhatiannya saat ini dan membutuhkan dukungan dari sejumlah paguyuban etnis yang ada di Kota Kupang. Hal yang pertama adalah tentang kebersihan kota. Dia berharap para anggota paguyuban etnis yang mayoritas bergerak di bidang perdagangan, yang memiliki toko ataupun kios untuk terlibat aktif mendukung upaya Pemkot Kupang menjadikan Kota Kupang bersih dengan menyediakan tempat sampah di depan tempat usaha masing-masing setiap 100 meter.

Hal kedua yang menjadi perhatiannya adalah mengenai kalender even yang akan dibuat masing-masing kelurahan secara rutin. Dia berharap paguyuban etnis yang ada di Kota Kupang terlibat dalam pagelaran budaya yang dirancang dalam festival tersebut, untuk membuktikan Kota Kupang sebagai Indonesia mini yang harmonis dan rukun, sekaligus untuk mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Kupang dengan paguyuban. Diakuinya untuk mewujudkan itu semua Pemkot Kupang tidak dapat berjalan sendiri, butuh dukungan dari semua pihak termasuk paguyuban etnis yang ada di Kota Kupang.

Ketua PSMTI Kota Kupang, Fransisco Bessi mengapresiasi upaya Penjabat Wali Kota Kupang menjadikan Kota Kupang sebagai kota terbersih. PSMTI menurutnya siap memberikan dukungan. Pihaknya juga minta agar Pemkot Kupang perlu melibatkan PSMTI tingkat Provinsi NTT yang pengurus dan anggotanya adalah para pelaku usaha senior yang juga berdomisili di Kota Kupang, untuk mendukung rencana Penjabat tersebut. Dia menyarankan agar program menyiapkan tempat sampah seperti yang diminta Penjabat difokuskan dulu pada beberapa spot yang dinilai paling ramai seperti kawasan LLBK dan Kuanino sebagai pilot project sehingga lebih terarah. Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua PSMTI, Mulyono Subroto. Menurutnya perlu dipetakan dulu lokasi-lokasi strategis untuk menerapkan rencana tersebut. Selain itu dia juga menyarankan agar Pemkot Kupang juga melibatkan paguyuban Tionghoa lainnya di Kota Kupang seperti HAKKA dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Dukungan juga disampaikan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), H. Aminudin. Menurutnya KKSS akan mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggotanya yang mayoritas memiliki kios di Kota Kupang untuk menyediakan kotak sampah di depan kios mereka masing-masing. Sebelumnya pada pandemic covid 19 lalu, KKSS juga telah mengeluarkan imbauan kepada para anggotanya untuk menyediakan tempat cuci tangan bagi para pembeli di depan kios.

Sementara itu, Wakil Ketua K2S Keluarga Jawa, Muntoin menyampaikan sebelumnya pihaknya sudah memberikan perhatian serius terkait kebersihan terutama di ruang-ruang publik seperti taman. Mereka juga telah menyerahkan bantuan kotak sampah untuk taman Nostalgia. K2S juga menurutnya pernah menawarkan diri pada Kepala UPTD Taman untuk ikut membangun WC umum pad ataman-taman umum di Kota Kupang, karena mereka melihat sejumlah taman di Kota Kupang tidak memilik WC umum yang layak. Ditambahkannya, gerakan Jumat bersih atau kerja bakti secara rutin yang diserukan pemerintah perlu dipertahankan, selain untuk menjaga kebersihan lingkungan juga untuk menjalin silahturahmi antar sesame warga yang selama ini jarang berinteraksi karena kesibukan masing-masing. Dia juga mengusulkan adanya iuran sampah dari setiap warga untuk membiayai petugas pengangkut sampah di RT dengan memberdayakan warga atau pemuda setempat, untuk membantu warga yang karena kesibukan tidak sempat untuk membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan.(*adv)

Komentar Anda?

Related posts