Lembata, seputar-ntt.com – Mantan Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday (TOL) tengah berjuang memperebutkan tiket Partai Demokrat untuk kembali pentas sebagai calon bupati Lembata pada pilkada November nanti.
Meski tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Demokrat NTT dan telah berjuang bersama partai berlambang mercy itu pada Pileg februari lalu tidak membuat mantan dosen Unwira Kupang itu langsung mendapatkan SK dukungan DPP. Thomas Ola Langoday baru mendapatkan Surat Tugas Konsolidasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Dirinya juga siap mengikuti seluruh mekanisme yang ditentukan oleh DPP.
Selain kadernya Thomas Ola, DPP Partai Demokrat juga memberikan surat tugas yang sama kepada calon lain, Marsianus Jawa yang juga ikut berproses di Partai Demokrat. Marianus Jawa adalah mantan Penjabat Bupati Kabupaten Lembata. Putra berdarah asli Nagekeo itu ditunjuk menjadi Penjabat Bupati Lembata oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.
Thomas Ola Langoday sendiri sebagai kader Demokrat memberi kepercayaan sepenuhnya kepada DPP terkait sikap dan perjuangan partai Mercy itu di kabupaten Lembata. Ia percaya DPP akan memberikan pertimbangan yang terbaik untuk masa depan partai itu di Kabupaten Lembata.
“Saya sungguh percaya DPP akan memberikan pertimbangan yang terbaik untuk menentukan kepada siapa partai ini diamanahkan untuk berjuang di Pilkada Lembata,” kata Thomas kepada Seputarntt kamis pagi, (30/5/2024).
“Apa pun keputusan DPP saya taat menjalankannya,” tegasnya.
Thomas Ola menceritakan, Partai Demokrat memang tengah digandrungi banyak calon. Terlebih di Kabupaten Lembata, Partai Demokrat mencatatkan sejarah pernah memimpin sebagai bupati, dan pada pileg 2024 Demokrat keluar sebagai partai pemenangan dan berhak atas palu ketua.
“Partai kita (Demokrat) memang tengah digandrungi, mungkin karena mercy itu yang membuat Demokrat dicintai banyak calon. Demokrat Lembata memang telah mencatat sejarah pernah memimpin sebagai bupati juga menang di pileg 2024,” ujarnya
Thomas menambahkan, dengan melihat keberhasilan yang disebutnya itu, ia percaya DPP akan menentukan pilihan yang terbaik untuk memberikan dukungan kepada calon yang tengah berproses.
“Saya sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pimpinan, dan kita memiliki modal sosial yang baik, program-program pro rakyat yang telah dan sedang kita canangkan semoga menjadi pertimbangan tersendiri agar kita kembali diberikan kepercayaan,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo menceritakan jika semua proses calon kepala daerah telah sampai ke meja DPP.
“Semuanya sedang diproses di DPP. Kita menunggu saja apa yang menjadi keputusan pimpinan di tingkat pusat,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Pada kesempatan lain ia juga selalu menegaskan untuk membuka pintu terhadap siapapun yang ingin berproses di Partai Demokrat. Meski dalam prosesnya kader akan diutamakan jika telah memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh partai seperti kemantapan koalisi parpol dan elektabilitas.
“Kader pasti selalu diprioritaskan jika sudah mempunyai beberapa kriteria seperti koalisi parpol dan memiliki elektabilitas yang baik,” tutupnya.
Untuk diketahui, Thomas Ola Langoday mendapatkan surat tugas konsolidasi dari DPP berdasarkan surat permohonan dari DPD NTT. Sedangkan Marsianus Jawa mendapatkan surat yang sama atas permohonannya sendiri kepada DPP.
Pada surat tugas konsolidasi yang diberikan kepada Marsianus, DPP memberikan batas waktu pada 22 Juni 2024 dan surat tugas kepada Thomas Ola Langoday DPP memberikan batas waktu pada 27 Juni 2024. (Juan)

Follow



















