Promosi Pariwisata Rote Ndao, BI-OJK Gelar Media Gathering di Nembrala

  • Whatsapp
Para pembicara dari BI dan OJK saat mrnyampaikan materi pada Kegiatan Media Gathering di Anugerah Resort Hotel, Nembrala Rote Ndao
Share Button

Ba’a, seputar-ntt.com – Dalam rangka mempromosikan daerah wisata di Kabupaten Rote Ndao, Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT dan Otoritas Jasa Keuangan NTT menggelar Media Gathering selama tiga hari di Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan wartawan ini mengeksplore sejumlah tempat Pariwisata di Kabupaten Rote Ndao. Apa yang dilakukan oleh BI dan OJK ini, juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi NTT dimana Pariwisata merupakan prime mover atau lokomotif pembangunan.

“Kita mau teman-teman media harus melihat kegiatan ini sebagai sebuah sinergi bagaimana kita bersama-sama membangun NTT terutama terkait kebijakan keuangan. Kenapa kita bawa ke Rote Ndao, karena kita ingin banyak yang bisa mengangkat sektor Pariwisata dan bagaimana geliat ekonomi terutama UMKM. Kita mau media langsung melihat di lapangan bagaimana geliat ekonomi dan bagaimana kita berupaya supaya kita bisa bantu dari sektir keuangan,” kata Deputi BI Perwakilan NTT, Heri Catur Prabowo saat memberikan materi di Anugerah Surf & Dive Resort, Nembrala Kecamatan Rite Barat pada Sabtu, (20/11/2021).

Heri menambahkan pertumbuhan ekonomi NTT di triwulan ke III naik 2,3 persen. Sektor pariwisata sempat tertahan akibat Pandemi Covid-19 dan adanya penerapan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menqhan lqju penyebaran Covid.

“Kita harapkan pada triwulan terakhir ini ada peningkatan. Pesan kita jangan abai terhadap prokes, apalagi kita akan menghadapi Natal dan Tahun Baru. Kita dorong supaya herd imunity bisa segera terjadi sehingga perekonomian kita akan kembali membaik. Kita kampanye bahwa bahwa pariwisata NTT aman dikunjungi di masa pandemi,” pungkas Heri.

Deputi Kepala Perwakilan/Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP, PUR dan MI, Daniel Agus Prasetyo, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang akan tercukupi terutama pada perayaan Natal dan Tahun baru. Dia menjelaskan, kebutuhan uang di NTT pqda tahun 2021 ini mencapai 2,68 triliun.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2020 kematin yang hanya 2,1 triliun, maka tahun ini ada peningkatan. Tahun ini lebih siap seiring laju vaksinasi dan penyebaran covid yang melandai. Kita pastikan kebutuhan nasabah dan pemerintah pada bulan Desember akan terpenuhi. Kita pastikan ATM dalam kondisi yang baik. Kita juga buka penukaran untuk kebutuhan Natal dan tahun baru. Kita pastikan ketercukupan kebutuhan uang tunai dalam bentuk yang layak,” kata Daniel.

Wakil Ketua OJK Provinsi NTT, Setia Ariyanto mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) diantaranya mendorong realisasi belanja pemerintah sebagai salah satu struktur PDRB di Provinsi NTT.

“Kita juga mendorong perbankan meningkatkan kredit maupun pembayaran di sektor produktif,” tandas Setia Ariyanto.

Tidak bisa dipungkiri kata Setia Ariyanto, bahwa adanya pemberlakuan PPKM, berdampak pada penurunan kinerja ekonomi, maupun kinerja Sektor Keuangan.

“proyeksi kita, pertumbuhan kredit secara Y-o-Y hingga akhir tahun masih bisa tumbuh positif sebesar 4-4,5 Persen, agar sektor jasa keuangan dapat terus berkontribusi, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan media gatheing dengan tema sinergitas Kantor Perwakilan Bank Indonesia  dan Otoritas Jasa Keungan NTT ini juga menghadirkan beberapa pemateri masing-masing, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Setda Provinsi NTT, Leri Rupidara, Ketua Komisi Informasi Publik (KIP), Agus Bole Baja dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT, Hilarius Jahang. (jrg)

Komentar Anda?

Related posts