Pemkot Kupang Bantu Air Bersih Bagi Warga Naimata

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Kesulitannya air bersih yang dialami oleh masyarakat di wilayah Kota Kupang , selama kemarau panjang ini sangat dirasakan. Untuk itulah Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang memberikan batuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami krisis akan air bersih pada wilayah yang sama sekali belum tersentuh air bersih dari PDAM Kota Kupang.

Bantuan air bersih yang dibantu Pemerintah Kota (Pemkot)  Kupang dalam bentuk air tangki  yang  dilakukan di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa-Kota Kupang, Jumat (6/11/2015).

Lurah Naimata Melianus Benggu dalam sambutan pengatarnya mengatakan, Kelurahan Naimata dihuni sebanyak 3.960 jiwa yang tersebar di 21 RT, saat ini mengalami krisis air bersih yang diakibatkan  musim kemarau. Dari jumlah tersebut ada sekitar 890 jiwa yang berada di sembilan RT yakni RT 1 sampai  dengan RT 9  yang benar-benar mengalami kesulitan air bersih,karena belum ada jaringan PDAM .

“Warga yang berada di berada di sembilan RT ini selama bergantung pada air sumur gali yang berjumlah 34 sumur gali. Namun dari 34 sumur gali ini hanya dua sumur gali yang di gunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sebab yang lain sudah kering. Memang ada satu kali yakni kali liliba, tetapi jarak tempuh untuk mengambil air di kali tersebut cukup jauh,” tuturnya.

Melianus Benggu menjelaskan ada beberapa titik di pemukiman warga ada dua buah sumur bor yang dibangun pada tahun 2008, tetapi dua sumur bor tersebut hanya satu saja yang berfungsi sedangkan satunya tidak berfungsi akibat mesim pompanya sudah rusak. Mesin pompa ini telah diambil kembali oleh PDAM, namun hingga saat belum juga ada koordinasi bali soal keberadaan mesin tersebut .

“Wilayah Naimata ada dua buah sumur bor, namun yang satu mesin pompa airnya rusak, sedangkan satunya juga hingga saat ini juga tidak lagi berfungsi. Hal ini telah disampaikan ke PDAM  sehingga telah dilakukan survey, namun hingga saat belum juga ada jawaban dari PDAM,” lanjutnya.

Untuk itu, dengan adanya bantuan air bersih ini, warga sangat beretrimah kasih kepada Pemerintah dalam membantu warga dalam mengatasi krisis air yang terjadi diwilayah ini.

Sementara itu dalam sambutan Walikota Kupang, Jonas Salean yang disampaikan Asiten II Setda Kota kupang, Djamal Mila Meha saat menyerahkan bantuan air bersih bagi warga Nimata mengatakan, di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota kupang memilki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Hampir setiap tahun daerah NTT mengalami kondisi kemarau lebih panjang dari biasanya .

Ia mengatakan, Sesuai penjelasan informasi iklim di Kota Kupang ,oleh Stasiun Klimotologi kelas II Lasiana-Kupang menyebutkan bahwa curah hujan di Kota Kupang hingga bulan Juni 2015 sebesar 0 sampai dengan 2 milimeter, sedangkan sifat hujan dengan bulan Juni umumnya dibawah normal. Hal ini menunjukan bahwa, Kota Kupang berpotensi mengalami kekeringan sampai dengan bulan Desember 2015, dan kenyataannya saat ini Kota Kupang mengalami kekeringan yang merata disemua wilayah.

” Ya kita harus banyak doa agar sekitar Desember suadh bisa ada hujan sehingga masalah air bersih bisa teratasi. Salah satu dampak terbesar yang dirasakan oleh masyarakat  yaitu ketersedian air bersih yang sangat terbats bahkan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat,untuk dalam mengatasi akan masalah kebutuhan air bersih dimusim kemarau, pemerintah membantu air bersih, namun iar bersih yang dibantu ini tidak dilayani setiap hari hanya pada titik tertentu yang sudah masuk dalam daerah rawan. Mobil tengkai yang ada harus melayani 34 kelurahan ,”katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan akan air bersih merupakan hal sangat vital. Salah satu penyebab utama Kota Kupang mengalami kekurangan penyedaian air bersih selain perubahan iklim, populasi penduduk di Kota Kupang dari waktu ke waktu semakin bertambah sehingga secara otomatis kebutuhan akan air bersih juga meningkat. Maka itu ketika musim kemarau seperti saat ini terjadi debit air akan menurun sangat drastis, karena tidak adanya tambahan sumber mata air baru, sehingga kebutuhan akan air bersih di Kota Kupang mengalami kesulitan.

“ Saya berharap kiranya melalui kegiatan penanganan masalah-masalah strategis tangap cepat darurat dan kejadian luar biasa yang berhubungan dengan pemenuhan air bersih kepada masyarakat Kota Kupang, yaitu dengan memberikan bantuan air bersih kiranya dapat mengurangi beban masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.(riflan hayon)

Komentar Anda?

Related posts