Kupang, seputar-ntt.com – Pernahkah kita membayangkan bagaimana listrik bisa terus mengalir tanpa kedip saat kita sedang berkumpul hangat bersama keluarga di rumah? Di balik kenyamanan itu, ada pasang-pasang mata yang tak pernah lelah memantau, dan ada raga yang harus menantang ketinggian demi merawat kabel-kabel raksasa penopang kehidupan. Dedikasi sunyi ini kembali ditunjukkan oleh para pejuang kelistrikan dari PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang. Pada Selasa (9/6).
Tim Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kupang harus memanjat Menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Panaf–Bolok Tower 06 Line #1. Di atas sana, mereka bertaruh peluh untuk mengganti isolator dan stringset yang mulai berkarat akibat korosi alam.
Temuan karat ini didapatkan dari kejelian tim saat melakukan inspeksi rutin. Bagai dokter yang mendeteksi gejala penyakit sejak dini, tindakan preventif segera diambil. Komponen yang menua itu harus diganti agar tidak menjadi sumber gangguan yang bisa memadamkan keceriaan di rumah-rumah warga, menghentikan detak alat medis di rumah sakit, atau mengganggu jalannya ibadah masyarakat.
Melihat perjuangan luar biasa di lapangan, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan rasa terima kasih dan refleksinya atas arti sebuah pelayanan.
“Bagi kami, setiap helai kabel dan menara transmisi yang berdiri di NTT adalah jembatan kebahagiaan bagi masyarakat. Ketika petugas kami naik ke atas tower, yang ada di pikiran mereka bukan sekadar memperbaiki besi yang berkarat, melainkan menjaga agar anak-anak di NTT bisa belajar dengan terang yang cukup, dan para ibu bisa memasak dengan tenang. Ketulusan untuk hadir di setiap senyum pelanggan adalah energi terbesar kami,” tutur F. Eko Sulistyono dengan penuh kehangatan.
Karena pekerjaan ini melibatkan risiko yang sangat tinggi, keselamatan para petugas adalah doa dan prosedur yang tidak boleh ditawar. Sebelum kaki melangkah memanjat menara, seluruh personel melakukan briefing keselamatan kerja (K3) dengan khidmat. Langkah-langkah pengamanan berlapis dipastikan berjalan sempurna; mulai dari mematikan aliran arus pada jalur Panaf–Bolok, mengujinya dengan voltage detector, hingga memasang grounding lokal demi memagari keselamatan para petugas.
Di bawah langit Kupang, dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian, jemari tangguh tim ULTG Kupang berhasil merampungkan penggantian komponen pada Fasa R dan Fasa S di Tower 06. Setelah semua dipastikan aman, aliran listrik kembali dinormalisasi, mengirimkan kembali daya ke seluruh penjuru kota.
Manager UPT Kupang, Muhammad Husen, menegaskan bahwa jalur transmisi adalah urat nadi utama yang menghubungkan sumber energi ke hati masyarakat.
“Secara konsisten kami merawat infrastruktur ini agar selalu dalam kondisi prima. Penggantian isolator yang korosi ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk meminimalkan potensi gangguan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa PLN selalu siap siaga menjaga kenyamanan mereka,” ungkap Husen.
Sementara itu, Pengawas Pekerjaan, Yoga Aditya Rahman, menambahkan bahwa pulang dengan selamat adalah prestasi tertinggi dalam setiap misi menjaga terang ini.
“Kami menyatukan hati, fokus, dan kepatuhan pada prosedur K3. Alhamdulillah, pekerjaan menantang ini berjalan aman dan efektif. Kualitas peralatan kini jauh lebih andal, dan kami bisa pulang ke rumah dengan senyum karena tahu tugas menjaga terang NTT hari ini telah selesai dengan baik,” pungkas Yoga.
Melalui sentuhan kerja keras yang penuh ketulusan ini, PLN UPT Kupang membuktikan bahwa listrik bukan sekadar komoditas teknis, melainkan wujud kepedulian yang terus mengalir, menjaga asa dan senyum kebahagiaan tetap menyala di bumi Nusa Tenggara Timur.(*)

Follow



















