Kupang, seputar-ntt.com – Para pendeta di NTT diminta boleh memimpin Lembaga Keuangan Mikro (LKM) karna tidak memiliki latar belakang dan ilmu tentang pengelolaan keuangan. Pendeta diharapkan mampu memberi pencerahan kepada jemaat tentang lembaga keuangan sehingga tidak teripu investasi bodong.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Pusat, Rahmat Waluyanto dalam sambutannya saat seminar Keuangan dengan tema peran OJK dalam meningkatkan Kesejahteraan masyarakat. Simnar ini berlangsung di Hotel Sotis Kupang, Senin (6/6/2016).
“Kenapa para pendeta tidak boleh menjadi pemimpinan LKM, sebab mereka tidak dibekali dengan latar belakang maupun ilmu yang cukup tentang keuangan maupun resiko-resiko keuangan. Biarkan Pendeta melayani jemaat dengan tugas suci nya” tega Rahmat.
Dia juga mengatakan bahwa pendeta tidak boleh hanya mengajarkan tentang kerajaan Allah dan dosa tapi juga mampu menjadi penggerak dan motivator dalam gereja. Salah satu hal yang selalu bersentuhan dengan jemaat adalah persoalan keuangan.
“Untuk itu pendeta harus mampu menjawab ketika ada jemaat yang bertanya tentang lembaga keuangan. Gereja juga bersentuhan dengan keuangan sehingga kita harus memahami secara baik tentang lembaga keuangan,” pintanya.
Sementara Kepala OJK Wilayah NTT, Winter Marbun dalam sambutannya mengatakan, peran pemuka agama dalam hal ini pendeta maupun para ulama sangat strategis dalam memberi pencerahan kepada jemaat terkait jasa keungan dan produk-produknya.
“Sangat penting, Bapak Ibu pemuka agama untuk mengetahui tentang lemba-lembaga keuangan beserta produk – produknya sehingga tidak tertipu dengan praktek-praktek lembaga keungan bodong yang merugikan masyarakat,” kata Winter Marbun.
Diakui Winter Marbun, warga gereja yang nota bene adalah masyarakat masih banyak yang belum mengetahui secara benar mengenai lembaga-lembaga keuangan beserta produk-produknya. Untuk itu dengan bekal yang didapat dalam seminar, para pendeta bisa memiliki referensi ketika mendapatkan pertanyaan dari jemaat tentang lembaga keuangan.
“Bagimana bapak-ibu pendeta menjawab pertanyaan jemaat tentang lembaga keuangan yang benar jika tidak pernah mengikuti kegiatan seperti ini. Atas dasar [emikiran itulah OJK menggelar kegiatan seperti ini,” ungkap Winter Marbun. (joey)

Follow



















