Kota Kupang Menuju Arah yang Tepat di Bawah Kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com — Kota Kupang dinilai bergerak menuju arah pembangunan yang lebih terukur dan responsif di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis. Penilaian ini terkonfirmasi melalui Survei Kepuasan Publik 2025 yang dipublikasikan Forum Advokasi Kebijakan Publik, hasil kolaborasi riset independen HIMAPRO IAP FISIP Undana, sebagai evaluasi tahun pertama masa jabatan kepala daerah.

Survei tersebut mencatat nilai kepuasan publik 80,10, kategori “Baik/Memuaskan”, sementara kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan keduanya mencapai 84 di sejumlah kecamatan. Angka ini secara umum menunjukkan penerimaan publik terhadap arah kebijakan dan strategi pemerintah kota dalam mengatasi persoalan tata kelola perkotaan.

Salah satu temuan penting adalah 65,28 persen responden tidak menyebut kelemahan kepemimpinan, menggambarkan persepsi publik yang stabil dan condong positif. Tiga dimensi kepemimpinan menjadi indikator penguat: komunikasi publik (81,65), kemampuan penyelesaian masalah (80,48), serta responsivitas birokrasi yang berada pada rentang 79–82. Rangkaian nilai tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merasakan kehadiran pemerintah yang lebih terbuka dan cepat merespons kebutuhan warga.

Meski demikian, sejumlah persoalan klasik masih menjadi sorotan. Sampah (22,69%), air bersih (18,52%), dan infrastruktur dasar (12,04%) merupakan isu yang paling banyak disebut responden. Tantangan lainnya adalah perbaikan SOP dan koordinasi antar-OPD (11,11%), yang selama ini berdampak pada lambatnya layanan publik di beberapa sektor. Namun, mayoritas masyarakat memahami bahwa masalah-masalah ini merupakan warisan struktural yang tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun masa kerja.

Sejalan dengan temuan tersebut, Pemerintah Kota Kupang dikabarkan tengah bersiap memasuki fase percepatan pembangunan. Fokus utamanya mencakup peningkatan layanan dasar, digitalisasi pelayanan publik, penguatan koordinasi antar-OPD, serta penataan sistem persampahan dan air bersih. Langkah-langkah tersebut dirumuskan dengan pendekatan tata kelola berbasis data (evidence-based governance), menandai kesungguhan pemerintah dalam mengarahkan pembangunan secara terukur.

Forum Advokasi Kebijakan Publik menilai bahwa fondasi kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Kota Kupang kini menguat, bahkan berada di atas rata-rata tren nasional untuk kota-kota dengan tantangan struktural tinggi. Konsistensi komunikasi, yang selama ini menjadi ciri khas kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis, disebut sebagai aset penting dalam menjaga dukungan publik.

Dengan modal sosial yang menguat dan arah kebijakan yang semakin sistematis, Kota Kupang dinilai berada pada jalur yang tepat menuju transformasi tata kelola. Tantangan besar masih menunggu, namun survei ini menunjukkan bahwa masyarakat optimis terhadap kemampuan pemerintah kota untuk bergerak lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya.

Dr. I Yoga Putu Bumi Pradana, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa survei dilakukan secara mandiri pasca Pilkada Serentak 2024, dengan Kota Kupang dipilih sebagai contoh karena posisinya sebagai barometer pembangunan di NTT.

“Kepemimpinan kepala daerah adalah faktor krusial. Kami ingin tahu seberapa jauh kepuasan masyarakat serta apa harapan mereka kepada pemerintah kota,” ujar Yoga.

Survei dilakukan pada periode September–November 2025 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, analisis kualitatif, dan teknik Multistage Cluster Random Sampling.

Menurut Yoga, hasil 80,10 persen menunjukkan legitimasi kuat masyarakat terhadap duet Christian–Serena.

“Publik merasakan arah baru, ritme baru, dan energi baru. Bahkan 65,28 persen responden tidak menyebutkan kelemahan kepemimpinan, yang berarti tingkat penerimaan publik sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk percepatan kebijakan,” tegasnya.

Narasumber kedua, Dr. Laurensius Sairani, menyoroti sejumlah catatan penting dari survei tersebut. Menurutnya, pembangunan di Kota Kupang harus dirasakan merata oleh seluruh wilayah, terutama kawasan pinggiran yang tengah mengalami pertumbuhan eksponensial.

Ia juga menilai bahwa kepemimpinan Kota Kupang telah menunjukkan responsivitas, namun perlu memperkuat aspek akuntabilitas.

“Masalah sampah dan pemenuhan air minum masih menjadi keluhan utama warga. Jika dua hal ini tidak ditangani dengan baik, maka tingkat kepuasan bisa berubah,” jelas Laurensius.

Ia menegaskan, sebagai kota ekonomi, Kupang harus bergerak menuju sistem tata kelola yang terintegrasi dan berorientasi digital.

Secara umum, hasil survei ini menempatkan pemerintahan Christian Widodo dan Serena Francis pada posisi yang kuat di mata publik. Tingkat kepercayaan yang tinggi dinilai sebagai fondasi utama untuk mendorong percepatan pembangunan, inovasi kebijakan, dan transformasi pelayanan publik di Kota Kupang.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kepuasan masyarakat bukan hanya penilaian, tetapi juga kompas menuju arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (jrg)

Komentar Anda?

Related posts