FIK Universitas Indonesia Latih Kader Cara Deteksi Dini Kasus TBC

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – Tuberkulosis atau yang sering disebut dengan TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang penularannya dapat melalui percikan ludah atau dahak yang yang dikeluarkan ketika penderita TBC batuk atau bersin. Sampai saat ini, TBC masih menjadi masalah serius yang butuh penanganan bersama dalam mengendalikan penyebarannya.

Berdasarkan data dari Laporan TB tahun 2020, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Hal ini tentu akan membawa dampak yang cukup serius tidak hanya pada penderita TBC tetapi juga keluarga dan orang disekitar.

Berdasarkan fenomena tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Keperawatan Komunitas, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia yang diketuai oleh Bapak Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N serta melibatkan beberapa mahasiswa spesialis komunitas dan magister keperawatan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Peningkatan Kapasitas Kader melalui Pemanfaatan Teknologi Digital “Aplikasi Menu STOP TB” dalam Meningkatkan Penemuan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Pacar, Kab. Manggarai Barat, NTT”.

Puskesmas Pacar merupakan salah satu Puskesmas di Kab. Manggarai Barat yang sudah memiliki alat pemeriksaan TCM (tes cepat molekuler) yang dijadikan sebagai standar pemeriksaan diagnostic TBC. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari berbagai elemen atau tokoh kunci yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pacar, yakni Kader Kesehatan, Tim Penggerak PKK, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dan tokoh masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan penularan TBC dan juga meningkatkan angka penemuan kasus TBC.

Ada beberapa sesi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, diantaranya sesi 1 merupakan tahap registrasi peserta; sesi ke-2, tim pengabdi melakukan curah pendapat berkaitan dengan tantangan yang dihadapi oleh kader kesehatan dan tokoh masyarakat terhadap pelaksanaan program TB di komunitas;

Dalam sesi ke-3 adalah sesi penyampaian materi. Materi disampaikan oleh perwakilan mahasiswa spesialis keperawatan komunitas, Ns. Syamikar Baridwan, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K. Dalam materinya, Ns. Syam menyampaikan konsep dasar Tuberkulosis, mulai dari pengertian, tanda dan gejala, penyebab, faktor resiko, pencegahan dan pengobatan TB. Selain itu, Bapak kepala Puskesmas Pacar, Siprianus Jamat, S.Kep juga menyampaikan materi terkait Stigma dan Diskriminasi yang menjadi factor penghambat dalam pelaksanaan program TB di komunitas. Materi selanjutnya disampaikan oleh rekan pengabdi lainnya, Ns. Lasarus Atamou, S.Kep., M.Kep mengenai pentingnya investigasi kontak pada kasus TB.

Selanjutnya Tim Pengabdi FIK UI juga mendemonstrasikan penggunaan aplikasi TB berbasis web “Menu STOP TB” untuk membantu dan memudahkan kader dan tokoh masyarakat dalam mengidentifikasi masyarakat terduga TBC. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FIK UI. Harapannya, kegiatan ini tentu tidak berakhir sampai disini tetapi akan terus berlanjut dan sinergitas antara FIK UI dan Kab. Manggarai Barat tetap terjaga.

Kegiatan pengabdian masyarakat FIK UI dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa, diantaranya Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N sebagai dosen sekaligus ketua pengabdi, Dr. Henny Permatasari, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom dan Ns. La Ode Abd Rahman,S.Kep., MBA sebagai Anggota tim Dosen, dan 5 Mahasiswa sebagai anggota tim mahasiswa diantaranya (Ns. Syamikar Baridwan, S.Kep., M.Kep. Sp.Kep.K., Ns. Lasarus Atamou, S.Kep. M.Kep., Ns. Safaruddin, S.Kep. M.Kep., Ns. Riski Muhammad Akbar K, S.Kep. M.Kep., Ns. Fandy Yoduke, S.Kep. M.Kep.(*)

Komentar Anda?

Related posts