Cegah Stunting di NTT, Ini Dukungan Danone Indonesia

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Danone Indonesia merampungkan Program GASING NEKMESE (Generasi Bebas Stunting melalui Nutrisi Edukasi Keluarga Menuju Sehat), yang bertujuan untuk pencegahan stunting di NTT (Nusa Tenggara Timur). Program yang diluncurkan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Drs. Yoseph Nai Soi, MM secara virtual pada Juli 2020 lalu telah menyasar peningkatan kesehatan dan kapasitas masyarakat dalam pencegahan stunting di kabupaten Kupang dengan pendekatan edukasi untuk Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga tentang nutrisi keluarga. Setelah 7 bulan program berjalan, Kamis (21/1/2020), SKPD dari Kabupaten Kupang melakukan kunjungan untuk melihat perkembangan capaian di lapangan di salah satu desa dampingan yaitu di desa Oesusu, Kecamatan Takari.

GASING NEKMESE diimplementasikan di 4 desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Kupang, yaitu Desa Oelbiteno dan Desa Nunsaen di Kecamatan Fatuleu ; Desa Oesusu dan Desa Fatukona di Kecamatan Takari. Penentuan lokasi tersebut berdasarkan data tingginya prevalensi angka stunting di Kabupaten Kupang. Danone Indonesia tidak bergerak sendiri, untuk itu menggandeng Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) sebagai mitra untuk memastikan keterlibatan kelompok rentan, perempuan dan penyandang disabilitas dalam proses pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya kondisi stunting pada anak, diantaranya kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta akses pada makanan bernutrisi seimbang dan pola asuh yang kurang memadai, terbatasnya akses air bersih dan kondisi sanitasi serta penerapan PHBS. Disamping itu, penerapan pola asuh yang benar dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas belum dilakukan dengan baik.

Danone Indonesia memiliki visi yaitu One Planet One Health yang meyakini kesehatan manusia dan kesehatan bumi saling terkait. Demikian disampaikan Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo. “kami ingin membawa kesehatan melalui makanan dan minuman ke sebanyak mungkin orang di seluruh dunia, untuk itu kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak memberikan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan mengenai pola makan yang lebih baik guna menghindari kondisi stunting, khususnya dalam situasi pandemi COVID 19 seperti saat ini”, harap Karyanto

Yayasan JPM mengembangkan kegiatan di masyarakat yang menyasar pada bidang pertanian dan kesehatan. Masyarakat didorong untuk mengelola kebun gizi dan usaha yang menghasilkan makanan sumber protein lainnya yang akan bisa meningkatkan diversifikasi jenis makanan bernutrisi dalam keluarga. Secara bersamaan terus mengintegrasikan pengetahuan tentang makanan bergizi, pola asuh dan kesehatan reproduksi remaja melalui penyuluhan kesehatan lewat posyandu. Dengan demikian status gizi baik anak, kesehatan ibu dan remaja juga bisa meningkat.

Di desa Oesusu, aktifitas yang telah dilakukan meliputi pengembangan 7 kebun gizi keluarga yang dikelola 87 Kepala Keluarga. Selain itu 32 bedeng sayur dan 478 olah lubang sayur juga telah dibuat, masyarakat juga sudah diperkenalkan pada sistem irigasi tetes. Sebagai sumber protein, masyarakat di desa Oesusu dan desa Fatukona juga diperkenalkan pada budidaya perikanan yang manfaatnya sudah bisa menjangkau sebanyak 40 Kepala Keluarga. Julianto Beeh, Kasie Kemitraan dan pemberdayaan Dinas Kelautan & Perikanan yang turut turun lapangan mengapresiasi capaian yang ada di masyarakat. “Kami siap membantu dalam hal pengembangan budidaya ikan melalui kelompok, yaitu benih ikan, pakan dan pelatihannya. Saya tunggu dari desa untuk memasukan proposal”, Kata Julianto.

Dari pilar edukasi diseminasi pengetahuan tentang topik kesehatan terus dilakukan, baik melalui iklan layanan masyarakat, kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pelatihan cegah stunting pada  25 Kader Posyandu di Desa Oesusu, sensitisasi 104 remaja yang tersebar di 4 desa, Kampanye Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dan aktifitas terkait lainnya. Markus Ottu, Kabid di DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kupang akan membantu  memastikan Anggaran Dana Desa supaya lebih fokus dan detail pada aktifitas cegah stunting. “Kami terbuka untuk memberikan asistensi terkait hal tersebut, kolaborasi ini dari Danone Indonesia dan Yayasan JPM ini telah menunjukkan manfaat kepada masyarakat dan patut kita dukung sepenuhnya”, jelas Markus.

Tentang Danone di Indonesia
Danone merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia dan memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang. Danone berfokus untuk membangun kesehatan dan berkembang dengan pesat di tiga lini bisnis yaitu Essential Dairy & Plant-based products, Waters dan Specialized Nutrition. Danone memasarkan produknya di 120 negara dan memiliki lebih dari 100.000 karyawan di seluruh dunia.
<span;>Di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas dua kategori produk yang berfokus untuk memberikan kontribusi positif pada kesehatan masyarakat di setiap tahapan kehidupan yaitu, Danone Waters yang memproduksi Air Minum dalam Kemasan & Minuman non Karbonasi dengan produknya seperti AQUA, Mizone, VIT, VIT Levite dan Danone Specialized Nutrition  dengan produknya seperti SGM Eksplor, SGM Bunda, Lactamil, Bebelac, Nutrilon Royal dan nutrisi medis. Di Indonesia Danone memiliki 23 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Rony Rusdiansyah, External Communications Managerfor Danone Indonesia – East Region
Telp: 081 252 95 278
Email: rony.rusdiansyah@danone.com

Yohanis Pakereng
Yayasan Jaring Peduli Masyarakat
Telp. 0813 3900 2910
Ypakereng.jpm@gmail.com (*)

Komentar Anda?

Related posts