Banting Tulang di Tumpukan Sampah

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Wanita renta itu begitu cekatan memilah sampah di TPS yang terletak di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama, Kota kupang. Tanpa rasa jijik karena tidak menggunakan sarung tangan, dan masker hidung dia mencakar sampah yang berbau menyengat.

Ada beberapa karung dengan jenis sampah yang berbeda. Ada sampah botol bekas air meneral, ada juga karung yang berisi, besi karang serta karung yang disi nasi basi yang dibuang warga sekitar.

Namanya Marta kota, Warga Manutapen Kelurahan Manutapen Kota Kupang. Wanita asal Sabu Raijua ini mengaku telah memulai pekerjaan sebagai pemulung sejak tahun 2005. Kini dengan profesi tersebut, dia bisa membangun pondok kecil untuk meletakkan kepala saat dinginnya malam dan sengatnya matahari siang.

“Pak, saya ini sudah tua, tidak tau mau kerja apa. Saya lihat ada orang yang pilih-pilih botol bekas dan saya juga ikut. Saya setiap hari kerjanya seperti ini selain piara babi di rumah,”katanya dalam dialek Sabu yang kental, Senin, (1/2/2016).

Rupanya dilorong dekat Kantor Pegadian Kupang ini banyak juga yang berprofesi sebagai pemulung. Kebanyak dari mereka analah kaum wanita yang usianya atas 50 Tahun. Dilorong itulah mereka beristrahat sambil memilih dan memiliha hasil mulung tanpa diganggu.

Yang membuat miris adalah, mereka bekerja tanpa peralatan pengaman semisal, sarung tangan, masker bahkan tanpa alas kaki. Pekerjaan sebagi pemulung masih diangga hina oleh banyak warga kota sekalipun dari sampah tersebut ada juga yang menggantungkan hidup dari sana.

“Ada yang pernah datang kasih kami sarung tangan dan masker tapi kami rasa tdak nyaman. Kami tidak pernah sakit, tapi yang tidak bersentuhan dengan sampah yang banyak masuk rumah sakit. Tuhan juga jaga kami,” kata Orpa salah satu pemulung lainnya.

Dia menuturkan, sampah plasti, besi karat dan kardus akan ditimbang setiap bulan dan sudah ada langganan. Sekalipun karung-karung smpah bertumpukan di satu tempat tapi para pemulung mengetahui persis milik mereka.

“Nanti nasi basi kami kumpul untuk makanan babi. Saat mulung kami kadang mendapatkan uang, makanan yang masih dalam bungkusan maupun emas,” katanya. (joey rihi ga)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60