Seratus Hari CSan Pimpin Kota, Belum Sempurna Tapi Berbuah

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – Hampir seratus hari sudah pasangan Christian Widodo dan Serena Francis memimpin Kota Kupang sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Ada tiga fokus utama yang ingin lakukan oleh pasangan dengan tagline CSan dalam seratus hari kerja mereka, yakni pengendalian sampah, pengembangan UMKM dan reformasi birokrasi. Jika dilihat secara kasat mata, maka capaiannya belum sempurna tapi telah berbuah.

“Ada tiga fokus kita dalam program 100 hari kerja yakni pengendalian sampah, pengembangan UMKM dan reformasi birokrasi. Semua itu sudah berjalan dan tentu masih banyak PR yang harus kita selesaikan. Kita punya waktu lima tahun untuk membawa kota ini menjadi lebih baik,” ujar Wali Kota Kupang, Christian Widodo, usai kegiatan di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Undana pada Rabu, (28/5/2025).

Ketiga program seratus hari kerja pasangan yang punya tagline CSan saat Pilkada itu telah berjalan dan bahkan telah membuat hati banyak orang merasa bahagia atas kepemimpinan dua anak muda itu. Tak bisa dipungkiri bahwa masalah sampah menjadi perhatian warga kota. Beban sampah yang tak pernah terurai selama puluhan tahun di Kota Kupang seakan harus diselesaikan oleh pasangan Christian-Serena dalam seratus hari bekerja. Mereka hanya manusia biasa yang tentu tak punya ilmu Kun Fa Kun, jadi maka jadilah.

Ada yang berubah dalam pengendalian sampah di Kota Kupang, terutama pada kinerja armada pengangkut sampah yang dulunya hanya sekali angkut sehari, saat ini sudah bisa dua kali angkut dalam sehari, bahkan lebih. Tak heran jika sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) TPS di jalan umum terlihat bersih. Persoalan ketersediaan TPS juga menjadi perhatian serius Christian Widodo, selain memaksimalkan armada angkut dari TPS menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Untuk mengendalikan sampah, Christian Widodo tidak bisa kerja sendiri. Dia menyalakan semangat warga untuk turut bekerja menjaga kebersihan lingkungan lewat kegiatan Kupang Bersinar. Warga diajak untuk gotong royong di lingkungan masing-masing untuk bersih-bersih. Kegiatan Kupang Bersinar itu disambut baik oleh masyarakat dan bisa dipantau lewat berbagai platform media sosial yang diposting oleh warga. Mereka terlihat senang dan gembira karena kerja gotong royong seperti sudah jarang dilakukan. Sekalinya gotong-royong, jadinya ramai dan ceria.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada warga Kota Kupang yang begitu antusias dalam bekerja dan bergotong-royong untuk membersihkan wilayah masing-masing. Jujur bahwa saya sempat ragu, apakah masyarakat mau kerja dan ternyata warga begitu bersemangat dan saya merasa ditopang ketika kita hendak berbuat sesuatu yang positif bagi kota ini,” ungkap Christian Widodo.

Untuk program penataan birokrasi, Christian Widodo tidak mau terjebak dalam sekedar gonta-ganti pejabat. Dia melihat lebih dari itu, bahwa ada orang yang sedang menunggu kepastian akan nasibnya. Mereka adalah para honorer yang sedang menanti SK PPPK. Christian Widodo menyadari bahwa, seseorang akan bekerja maksimal jika kepastian nasibnya telah ditetapkan. Layaknya pemimpin, Christian Widodo harus memastikan terbit dan tenggelamnya nasib warga di tanah yang dijuluki Kota Kasih itu.

Karena itu, dia berlomba dengan waktu. Bukan langsung merombak kabinet, tapi memastikan nasib para tenaga honorer. Dia tak ambil pusing walaupun harus menunggu berjam-jam di ruang tunggu Kemendagri untuk memastikan SK PPPK Kota Kupang ditandatangani. Kota Kupang adalah daerah yang paling cepat di NTT yang menyerahkan SK PPPK bagi para honorer. 1.747 pegawai PPPK menumpahkan kegembiraan mereka di GOR Oepoi saat Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Wakil Wali Kota, Serena Francis menyerahkan SK pengangkatan sebagai pegawai PPPK Kota Kupang.

“Reformasi birokrasi ini bukan hanya soal ganti-ganti pejabat. Itu terlalu sempit jika kita hanya berpikir soal itu, sementara ada staf kita yang menunggu kepastian status mereka. Dengan mereka menerima SK PPPK dan hak-hak mereka dibayarkan sesuai aturan yang berlaku maka dengan sendirinya mereka bekerja tambah semangat dan tentu saja kinerja birokrasi akan meningkat,” ujar Ketua PSI NTT itu.

Dalam meningkatkan Usaha Mikra Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kupang, Walikota Kupang tidak sekedar omong, dia telah memfasilitasi 700 UMKM dalam mengurus ijin secara gratis. Dia juga keliling ke pasar-pasar untuk mendengar apa yang menjadi keluhan pelaku ekonomi di Kota Kupang. Bahkan Chris Widodo juga menjadikan kampus sebagai tempat untuk sosialisasi apa yang sedang dan akan dia lakukan di Kota Kupang selama lima tahun kedepan.

“Kupang ini adalah kota jasa dan perdagangan. Artinya UMKM menjadi salah satu sektor yang jadi prioritas dalam kita meningkatkan daya saing ekonomi. Cara kita membangun UMKM itu harus dari hulu ke hilir. Tidak bisa kita hanya kasih bantuan hanya 500 ribu lalu nanti besok-besok mereka tidak dapat bantuan lagi. Dengan kita bantu mereka terbitkan ijin secara gratis maka mereka akan mendapatkan banyak bantuan baik dari Pusat, Provinsi, Kota bahkan bisa dari CSR perusahaan. Lembaga keuangan tidak akan memberi kemudahan jika tidak ada ijin, maka kita permudah dengan kasih ijin gratis. Saat ini kita sudah fasilitasi sekitar 700 UMKM untuk ijin gratis,” urai Chris Widodo.

Mengukur keberhasilan Chris Widodo – Serna Francis memang tidak harus dari kaca mata seratus hari kerja semata. Mereka masih banyak waktu kedepan untuk menuntaskan apa yang menjadi janji mereka saat kampanye. Dalam seratus hari kerja, bukan tak ada persoalan yang dihadapi tapi layaknya sedang menanam tanaman, tumbuhnya mungkin tidak sempurna, tapi berbuah. Ada ribuan PPPK yang saat ini tersenyum, ada ratusan UMKM yang ditolong. Jika ada duri dalam perjalanan, itu artinya mereka sedang berjalan. Hanya mereka yang melangkah yang akan terantuk. Boleh jatuh asal tidak tergeletak dan bangun lagi untuk berjalan bahkan berlari. (jrg)

Komentar Anda?

Related posts