Pendidikan Dalam Dekapan Virtual

  • Whatsapp

Pendidikan dalam dekapan Virtual saat ini sangat mempengaruhi kualitas pelajar. fakta sosial membuktikan persoalan pendidikan saat ini di tengah pandemi- Covid-19 dari segi pemerataan pendidikan, artinya masalah jaringan setiap sekolah dan kampus khususnya di daerah yang belum memiliki jaringan internet, belum terfasilitasi tentu persoalan yang nampak dan perlu konsistensi dari pemerintah.

Saat ini dunia pendidikan Indonesia sedang memasuki era merdeka belajar. Di jenjang perguruan tinggi, merdeka belajar ditempatkan dalam konteks kampus merdeka sehingga munculnya jargon merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Secara substansial, ide merdeka belajar mengedepankan kebebasan belajar, belajar tanpa tekanan, dan belajar yang mendatangkan kebahagiaan sebab belajar disesuaikan dengan kehendak bebas para pelajar. Ide merdeka belajar memberikan otonomi luas kepada pendidik terutama peserta didik untuk berdaulat atau menjadi tuan yang berkuasa dalam mengatur proses pembelajaran.

Konsep merdeka belajar berimplikasi di antaranya tidak boleh dibatasi waktu dan ruang tertentu, misalnya pada saat ada jam formal dan dalam ruang kelas fisik di kampus saja. Selain itu, dalam konsep merdeka belajar, belajar tidak boleh dibatasi pada materi tertentu saja. Di sini, dosen membawakan materi standar untuk perkuliahan. Dengan adanya materi standar, dosen dan mahasiswa memiliki kesamaan kerangka acuan dan titik tolak dalam mengarungi semesta belajar pada era merdeka belajar ini.

Dampak perkuliahan daring bukan hanya bagi mahasiswa. Tetapi kuliah daring juga berdampak dan berpengaruh bagi anak sekolah; SD, SMP, SMA, Pengusaha, dan seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Menyebarnya kasus Corona di sejumlah daerah dan masyarakat di tanah air membuat pengetahuan tertinggi bersiaga.

Menurut saya, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) online ini tentunya memiliki pro dan kontra. Beragam dampak positif dan negatif hadir dari perkuliahan yang dilakukan tanpa tatap muka langsung.

Dampak Positif

Dampak positif atau pro dari pembelajaran online adalah bisa lebih bertanggung jawab dan menghargai waktu. Karena mahasiswa harus bisa mengatur jadwal dengan mandiri dan apabila kita tidak disiplin dengan jadwal yang sudah ditentukan, maka konsekuensinya mahasiswa akan tertinggal perkuliahan online tersebut. Mahasiswa juga bisa melihat kembali materi-materi perkuliahan yang diajarkan karena dosen biasanya membagikan materi berupa modul atau power point yang dapat didownload.

Selain itu, mahasiswa tidak dibuat terburu-buru menuju ke tempat perkuliahan karena hanya mengandalkan smartphone ataupun laptop saja sebagai medianya.
Lalu juga mahasiswa hemat dalam biaya transportasi dan juga tidak perlu membayar kos. Mahasiswa biasanya harus datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan menggunakan kendaraan pribadi atau juga kendaraan umum. Namun sekarang mahasiswa tidak perlu datang ke kampus lagi, dan otomatis biaya yang dikeluarkan untuk beli bensin/ ongkos transportasi umum tidak ada lagi. Mahasiswa perantauan contohnya, tidak perlu tinggal di kos lagi karena kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan di rumah.

Dampak Negatif

Tidak hanya dampak positif atau pro saja. Tetapi, ada dampak negatif juga dari pembelajaran online ini. Seperti contohnya, mahasiswa yang sedang kuliah daring ini banyak yang mengalami kurangnya konsentrasi belajar karena faktor dari lingkungan belajarnya yang ada di zona nyaman seperti di kamar kos atau rumah yang menciptakan atmosfer kenyamanan yang cenderung membuat mahasiswa lebih memilih untuk bersantai atau tidur, dan kurangnya kondusif keadaan rumah yang membuat kita tidak fokus belajar.

Kedua adalah tugas kuliah daring atau online ini melebihi tugas kuliah offline dan sistem perkuliahan online ini mengacaukan penilaian yang telah ditetapkan sejak awal pertemuan sehingga beberapa dosen harus mengubah penilaian untuk menyesuaikan keadaan saat ini.

Dan permasalahan utama dari kuliah online ini adalah sangat bergantung pada internet dan kuota, bila jaringan lambat dan susah sinyal maka proses perkuliahan akan tertinggal dan terganggu saat melakukan pembelajaran atau perkuliahan daring. Seperti yang kita ketahui bahwa tidak semua kota atau pelosok di Indonesia mendapatkan jaringan internet yang bagus dan tentunya belum meratanya akses internet di seluruh Indonesia. Dan juga, biaya kuota internet yang mahal membuat pengeluaran menjadi bertambah banyak.

Pembelajaran daring memiliki beberapa dampak terhadap mahasiswa yaitu pembelajaran daring yang masih membingungkan mahasiswa. Mahasiswa menjadi pasif, kurang kreatif dan produktif, serta penumpukan informasi/ konsep pada mahasiswa kurang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa bisa mengalami stress.
Selain itu perubahan era digitalisasi ini sangat cepat, maka masyarakat, siswa maupun mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat, serta mampu berinovasi, dan berpikir secara responsif mengelola informasi dalam menjawab tantangan zaman.

Berdasarkan hal ini, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menghadapi kendala pembelajaran di masa pandemi Covid-19, seperti revisi surat keputusan bersama (SKB) Empat Menteri yang telah diterbitkan tanggal 7 Agustus 2020, untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran di era pandemi saat ini. Selain itu, sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di masa pandemi, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait kurikulum pada masa darurat.

“Kemendikbud juga melakukan inisiatif membantu mengatasi kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan anak selama pembelajaran jarak jauh”

Menurut saya, langkah solutif atau solusi yang diterapkan dalam bidang pendidikan dengan adanya Covid- 19, yaitu:

Langkah solutif

Pertama, belajar dan berbagi, dua hal tersebut merupakan satu kata yang saling berkaitan. Sebab dalam menghadapi situasi seperti ini kita harus banyak belajar dan harus saling berbagi dengan apa yang kita miliki kepada yang lain.
Kedua, dalam menghadapi situasi seperti kita harus memperkuat semangat gotong royong. Semangat ini merupakan filosofi yang telah diajarkan para leluhur bangsa ini yakni saling membantu dalam upaya menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Ketiga, dalam kondisi saat ini kita harus fokus pada siswa. Apa yang kita lakukan mulai dari program, kebijakan, hingga di lapangan tujuannya adalah mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh siswa.

Penulis : Bonevasia Fridolin
Fakultas : Ilmu Pendidikan dan Keguruan UNIKA st. Paulus Ruteng
Semester : II

Komentar Anda?

Related posts