Pangaruh Covid-19 terhadap proses belajar Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng

  • Whatsapp
Share Button

Pada saat ini, dunia sedang menghadapi masalah besar. Coronavirus(covid-19) merupakan jenis virus baru, yang kini tengah menggemparkan, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, mendebarkan seluruh isi dunia.

Hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama, terutama pada dunia pendidikan. Kiita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid-19. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas(tatap muka). Hal ini dilakukan sebagai upaya-upaya pencegahan penularan virus corona atau covid-19, sehingga seluruh Mahasiswa dan dosen Unika st.Paulus Ruteng melaksanakan pembelajaran daring atau online karena penyakit ini sangat cepat terinfeksi disetiap manusia yang daya tahan tubuh tidak kuat. penularan penyakit ini dapat menyebabkan gangguan system pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, batuk, demam, panas tinggi dan paru-paru seperti pneumoni(sesak napas).

Penyebaran penyakit ini sangat cepat termasuk Indonesia . Penyakit ini terutama menyebar diantara orang-orang melalui tetesan pernapasan dari batuk dan bersin, virus ini tetap bertahan hingga tiga hari . Penyakit ini membuat mahasiswa sanggat stres dan kecemasan dan ingin menyerah karena segala kegiatan dihentikan yang disebabkan oleh media sosial yang terus menerus melanda kesehatan. Pembelajaran covid-19 ini tidak bisa dilakukan secara tatap muka, maka dari itu kampus menggunakan pembelajaran jarak jauh agar proses pembelajaran tetap berjalan dan sesuai dengan metode pembelajaran di kampus secara daring (zoom), gougle meet, dan moodle, class room, ruang guru, gougle doc, gougle form, maupum melalui grup whatsapp.

Dari sekian banyak kendala yang dialami mahasiswa, terdapat tiga jenis hambatan yang paling banyak dialami responden selama proses perkuliahan daring, mulai dari terbatasnya kuota, banyaknya tugas, jaringan tidak stabil, telat masuk kuliah karena tidak terbiasa menggunakan daring, jaringan tidak stabil karena kondisi responden yang ada diperdesaan, ean lain sebagainya.Tentunya ketiga faktor tersebut harus diantisipasi oleh semua pihak termasuk oleh responden itu sendiri dan institusi. Institusi ini dapat menerapkan beberapa langkah strategis seperti halnya menyiapkan dan menyediakan aplikasi e-learning yang rendah kuota (tidak memerlukan kuota internet besar)dalam mengaksesnya. Selain itu,terdapat pelayanan berupa kuota gratis puluhan(GB) dengan cara kerjasama dengan provider untuk mengakses layanan pendidikan. Jaringan tidak stabil merupakan hambatan dalam proses perkuliahan online dengan system daring. Keberadaan fasilitas jaringan merupakan hal yang utama dalam pembelajaraan.

Informasi yang diperoleh dari proses pembelajaran daring menunjukkan bahwa lebih dari 60% materi yang diperoleh mahasiswa lebih dari cukup. Sebagai responden yang lain sebanyak 25% pada saat proses pembelajaraan, menyatakan bahwa informasi yang diperoleh dalam perkuliahan dengan menggunakan system daring ini kurang konstiten. Hal tersebut dapat disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya adalah kebiasaan mahasiswa. Hasil penelitian upaya pencegahan covid-19 ini dengan cara mengikuti pertokol kesehatan dengan cara memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan banyak orang. Cara ini agar mengantisipasi penyebaran covid-19 dan mengurangi peningkatan jumlah penderita covid-19, karena penyakit ini dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui percikan(droplet) atau yang kontak erat dengan penderitaan covid-19 atau kontak dengan permukaan dan benda yang terkomunikasi.

Penyusu : Vincensia Juri Nalum
Fakultas : PGSD UNIKA St. Paulus Ruteng
Smester : II

Komentar Anda?

Related posts