Kupang, seputar-ntt.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana menggelar kegiatan Sosialisasi Kode Etik Mahasiswa, Anti Plagiarisme, Anti Narkoba, Anti Kekerasan dan Anti Perundungan di Aula FKIP Undana, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FKIP Undana dalam memperkuat budaya akademik, pembinaan karakter mahasiswa, serta menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan berintegritas.
Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Malkisedek Taneo, M.Si, dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP. Dalam sambutannya, Dekan FKIP menegaskan pentingnya membangun kesadaran mahasiswa terhadap etika akademik dan tanggung jawab moral di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pada sesi materi Kode Etik Mahasiswa dan Anti Plagiarisme, FKIP Undana menghadirkan Dr. Deford Nasareno Lakapu, MM, CMT yang merupakan Ahli Pengembangan System Manajemen Risiko sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Deford menyoroti tantangan dunia pendidikan tinggi di era digital, khususnya terkait meningkatnya budaya instan, praktik copy-paste, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) tanpa tanggung jawab etika.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan justru melemahkan integritas akademik mahasiswa.
“Teknologi dapat membantu mahasiswa belajar lebih cepat, tetapi tidak boleh menghilangkan proses berpikir, kreativitas, dan kejujuran akademik. Integritas tetap menjadi fondasi utama dunia pendidikan,” tegasnya di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga menjelaskan bahwa plagiarisme modern kini berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari menyalin tulisan dari internet, paraphrase tanpa sitasi, hingga penggunaan AI secara penuh tanpa analisis pribadi.
Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP dinilai memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dalam menjaga budaya akademik yang sehat dan bermartabat.
“Mahasiswa FKIP adalah calon guru masa depan. Karena itu mereka harus menjadi teladan dalam etika akademik, disiplin, dan kejujuran intelektual,” ujar Dr. Deford.
Selain materi anti plagiarisme, kegiatan juga menghadirkan Kepala Satuan Narkoba Polres Kupang Kota yang membawakan materi terkait bahaya narkoba di kalangan generasi muda. Sementara itu, Plan International Kupang memberikan edukasi mengenai anti perundungan dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa. Diskusi yang berkembang banyak membahas tantangan mahasiswa di era digital, penggunaan AI dalam dunia akademik, hingga pentingnya menjaga karakter dan integritas di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, FKIP Undana berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya kode etik mahasiswa serta mampu membangun budaya akademik yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan zaman modern.(*)

Follow



















