Home / Seputar NTT / Polemik Dana KIP, Kepsek SMPN 12 Rahong Utara Angkat Bicara

Polemik Dana KIP, Kepsek SMPN 12 Rahong Utara Angkat Bicara

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Ruteng, seputar-ntt.com –  Beberapa hari yang lalu salah seorang warga atas Nama Candar Ebon warga Desa wae Mantang Kecamatan Rahong Utara, dalam tulisanya di sebuah grup,Bersatu untuk Desa Wae Mantang Candra mebeberkan kisruh antar dirinya dengan Kepala Sekolah SMPN 12 Rahong Utara yang berlokasi di Muwur Desa Wae Mantang Kecamatan Rahong Utara .

Tulis candra” Selamat siang Desa Wae Mantang, Saya ingin bercerita bukan mengamuk atau menuntut. Beberapa hari yang lalu saya sempat kontak Kepsek SMPN 12 Rahong Utara saya bertanya kebeliau soal beasiswa PIP Tahun 2020 sampai saat ini belum dicairkan khususnya bagi semua siswa angkatan 2019-2020 yang dinyatakan sebagai penerima.Saya bertanya kepada beliau kenapa sampai sekarang uang itu belum disalurkan ke siswa padahal kewajiban mereka sering dituntut yaitu uang SPP tulis candra ,sebagai masyarakat dan salah satu kakak kandung dari pennerima beasiswa itu merasa tidak adil,bahkan mereka menunggu uang itu sudah setahun lamanya(Padahal dari pusat mengharuskan uang itu sampai ketangan siswa paling lambat 2 bulan setelah dicairkan oleh Negara) oh iya yang Angkata 2020/2021 padahal sudah diterima dan alasan beliau(KEPSEK) karna beda Bank penyalur oke tidak kenapa saya bilang tulis Candra.

Lebih lanjut Candra menuliskan setelah itu saya cek di data yang di pusat bahkan adik saya juga sebagai penerima ditahun 2021dan ada salah satu tetangga saya di kampung juga terima,tetapi sekolah belum sama sekali menyampaikan hal tersebut kepada adik saya padahal uang sudah dicairkan oleh negara sejak tanggal 30/05 /2021 itu untuk dana 2021 belum untuk 2020 nya.Nah kemarin dua hari yang lalu saya kontak Kepseknya untuk minta Sk dari pusat karna menurut saya sekolah sangat tidak transparan untuk memberikan hak-hak siswa sebagai penerima beasiswa,tetapi setelah itu beliau(Kepsek) memblokir nomor saya di Wa.Nah dari situ saya ambil kesimpulan mungkinkah Kepsek sedang tidak mau diganggu oleh saya karna sedang sibuk mencairkan dana itu,atau dia (Kepsek) tidak mau kalau saya harus mempertanyakan soal beasiswa itu apalagi sampai meminta SK dari pusat tulis candara di grup,Bersatu Untuk Desa Wae Mantang 16/07/2021.

Menanggapi tulisan dari saudara Candra Ebon yang saat ini masih berada di Bali.Kepala Sekolah SMPN 12 Ruteng Rahong Utara Maximus Ino, S.Pd yang berhasil ditemui awak media Senin 19/07/2021 menjelaskan bahwa “benar saudara Candra Ebon menghubungi Saya lewat telpon dan Wa,tetapi Saya menjelaskan kepada saudara Candra mekanisme pencairan Dana PIP ada dua sistem yaitu pencaira yang dilakukan secara individu oleh siswa dan orang tua juga secara kolektif oleh Sekolah,saat ini ditengah Pandemi covid 19 proses pencairan itu dilakukan secara kolektif mengingat dilarangnya oleh pihak bank untuk berbondong bondong datang ke bank ,sehingga pihak sekolah yang melakukan pencairan ungkap Kepala Sekolah itu.

Lebih lanjut Kepsek itu membeberkan pencairan dana PIP di SMPN 12 Ruteng Rahong Utara yang di salurkan Lewat BRI cabang Wae Belang Cancar tahap satu di bulan Mei dan tahap dua di bulan Juni 2021 sudah cair dan sudah diserahkan kepada siswa yang berhak menerimanya, sedangkan untuk yang lainya itu masih dalam proses karna beda Bank penyalur yaitu Bank BRI cabang Motang Rua yang baru dicairka pada tanggal 13 Juli 2021 dan akan dibagikan kepada siswa yang berhak menerima PIP pada hari Jumat 23/07/2021.

Dana PIP yang dicairkan pada bulan Mei dan Juni itu anggaran tahun 2020 sedangkan untuk tahun anggaran 2021 masih dalam proses ungkap Pa Mex sapaan akrab Kepala sekolah SMPN 12 Ruteng Rahong Utara .

Mengenai pengadaan atribut Sekolah(Topi dan Buku) Kepala SMPN 12 Ruteng Rahong Utara membenarkan hal itu”Benar pernah dibagikan topi dan buku dan itu semua dilakukan berdasarkan juknis PIP yang mana dijelaskan dana itu untuk keperluan siswa dan atribut itu diadakan untuk keseragaman siswa sehingga itu sangat pentin untuk pengadaanya oleh pihak Sekolah.

Sumber dana untuk pengadaan atribut berupa topi dan buku Kepala Sekolah itu menjawab” potong dari uang KIP siswa karna itu juga bagian dari kebutuhan siswa ungkapnya.

Diakhir wawancara Kepsek itu mengecam keras cuitan saudara Candra Ebon dalam grup” Bersatu Untuk Desa Wae Mantang dan terus menelusuri tulisan saudara Candra apabila ada unsur atau point yang memojokkan atau pencemaran Nama baiknya sebagai Pribadi maupun secara lembaga maka akan di laporkan ke pihak berwajib (Kepolisian) tegas Kepsek SMPN 12 Ruteng Rahong Utara itu.(dh)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]