Diskriminatif, Warga RT 20 Kelurahan Bello Minta Pengerjaan Jalan Lingkungan Dihentikan

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, aeputar-ntt.com – Sejumlah warga RT 20/RW o1 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang mengeluhkan pekerjaan jalan diwilayah itu yang terkesan diskriminatif.
Mereka menilai kualitas pekerjaan yang dipaksakan hotmix hanya dibeberapa ruas jalan sangat mengesampingkan aspek pemerataan dan mencederai kebersamaan warga ditengah masih banyaknya ruas jalan lingkungan yang kini berstatus jalan tanah dan jalan pengerasan yang lebih mendesak ditingkatkan ke lapen.

“Ini tidak adil dan terkesan dipaksakan. Mestinya dengan dana yang minim harusnya dibereskan dan ditingkatkan dulu dari ruas jalan tanah dan pengerasan ke lapen, selanjutnya baru boleh ditingkatkan ke hotmix. Ini tidak adil dan mencederai rasa kebersamaan sebagai sesama warga RT 20,” kata Mikael Namas kepada fortuna.press, Minggu, (24/4)

Ia menilai pengerjaan jalan hotmix di depan kantor BMG hingga ke Pustu dan kantor Laboratorium Biosafety itu mencerminkan ketidapekaan pemerintah dalam membangun askes infrastruktur yang adil dan merata untuk seluruh warga.

Oleh karena itu, Ia mendesak pemerintah untuk menunda pengerjaan jalan hotmix hanya pada sejumlah titik itu dan diturunkan kualitas kontruksinya ke jalan lapen sehingga dapat melayani kepentingan lebih banyak ruas jalan warga.

“Aneh. Kan titik jalan hotmix yang dikerjakan saat ini barusan dikerjakan lapen pada tahun lalu. Kondisinya masih bagus tapi sekarang dipaksa bongkar dan ditimbun lagi material baru sehingga kesannya memboroskan anggaran. Apa salahnya ditingkatkan dulu semua ruas jalan yang tanah ke lapen dulu, tahun berikut baru hotmix?”tegasnya

Adapun alokasi pekerjaan jalan hotmix tahun ini masuk dalam Paket Pekerjaan Jalan Rekonsturksi Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan (khusus kota) berlokasi di Kelurahan Bello dengan nilai kontrak Rp 2.835.000.000 yang bersumber dari DAK Kota tahun Anggaran 2022.

Dalam papan nama yang dipasang dipintu masuk kawasan RT 20 bagian barat, tertera proyek itu dikerjakan oleh CV. Trinitas dengan konsultan pengawas PT.Konindo Panorama Konsultan.

Proyek itu dikerjakan dengan Nomor Kontrak PUPR 620/20/Kontrak/BM/KK/II/2022, tertanggal 23 Februari 2022 dengan kualitas konstruksi Latast (HSR Base). Adapun lama pengerjaan proyek selama 60 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Warga lainnya, Elvis dalam dalam WA group internal RT 20 berharap proyek itu dapat dikerjakan dengan start dari samping lingkungan Kapela St. Paulus karena lokasi itu tanjakan dan sangat dibutuhkan warga.

Sementara Anton Sep meminta pemerintah dalam hal ini pihak kelurahan dan RT jangan tebang pilih dalam menetapkan titik pengerjaan kualitas jalan karena semua warga punya hak yang sama. Aspal katanya, harus dirasakan semua warga.

“Jangan saat kerja bakti angkat sampah, pengurus RT undang semua warga. Tapi waktu urus jalan aspal hanya segelintir orang yang nikmati. Malah warga yang tidak aktif kerja bakti di RT.20 yang menikmati jalan aspal cuma- cuma saja,” ujar Anton kesal.

Sementara Fidel Nogor mengaku kesal dengan peluncuran paket proyek fisik jalan kali ini sangat tendesius dan kesannya tidak memberi manfaat luas untuk warga. Ia menduga ada main mata antara pengurus RT, kelurahan dan pemerintah ditingkat atas yang tega membangun jalan hotmix ditengah masih banyaknya jalan tanah yang perlu ditingkatkan jadi lapen.

“Kalau Rp 2,8 miliar itu dipakai untuk pengerjaan lapen saja maka sudah berapa kilometer jalan yang dibangun dan berapa ratus warga yang merasakan kehadiran negara dari adanya akses jalan aspal itu,” katanya

Ia mendesak pemerintah juga untuk mengurungkan niat hotmix pada beberapa titik yang belum mendesak dan dialihkan ke beberapa ruas jalan tanah di RT 20 untuk ditingkatkan ke lapen termasuk ke kawasan kantor Majalah Fortuna sepanjang kurang lebih 100 meter

Lokasi itu adalah bangunan kantor pelayanan informasi publik yang diresmikan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan sering disinggahai banyak pejabat dan mitra kerja termasuk menjadi pusat kegiatan jurnalistik dan lainnya tapi kondisinya jalanya terlihat kumuh dan tidak terurus.

“Ini kantor. Diresmikan oleh seorang Gubernur NTT dan dihadiri oleh banyak pejabat dari Jakarta dan juga dari berbagai daerah, banyak juga relasi datang dan sering menjadi pusat pelaksanaan berbagai kegiatan wartawan, ko dibiarkan jalannya hutan terus, mari jujurlah, peka dan peduli dengan kondisi ini. Fokus lapen dulu lah, jangan paksa hotmix dan buang anggaran yang tidak perlu karena memaska timbun tanah diatas jalan lapen yang masih bagus,” ujarnya kesal

Mengomentari keluhan warga tersebut, Ketua RT 20, Daud Danggadewa meminta warga untuk bersabar. “Warga RT 20 mohon bersabar. Tentang akses jalan semua kita diatur oleh kelurahan dan pasti diselesaikan secara bertahap. Saya juga baru diaspal didepan rumah tahun ini. Mudahan dalam tahun ini semua jalan bisa dibangun,” katanya

Sementara pengurus lainnya Adrianus Pah mengaku dalam Musrembang yang lalu banyak pengurus RT mengusulkan untuk perbaikan infrastruktur jalan tetapi untuk pekerjaan jalan hotmix kali ini pihaknya juga tidak tahu menahu karena diatur dari Dinas PUPR tentu dengan dasar pertimbangan prioritas lain.

“Maaf mengenai pengerjaan jalan ini kami pun tidak tahu,karena tidak ada koordinasi, tiba- tiba sudah ada material yang diturunkan untuk membangun akses lintas RT mulai dari Pustu, BMKG sampai ke Kapela di RT 20 dan RT 21. “Kita akan tanya dan koordinasi lanjut,”ujarnya

Sementara warga lainnya Mustary Adam berharap untuk anggaran tahun depan harus dikawal benar dari RT dan kelurahan terutama terkait peningkatan jalan di BMKG dan sekitarnya.

“Ini kita harap buat usulan tertulis ke kelurahan sekaligus tembusan ke pihak diatasnya. Dan, tetap minta penjelasan kelurahan, paling tidak ada komunikasi dan koordinasi dari kelurahan terkait pengerjaan jalan yang didiskusikan ini, katanya

Sementara Ketua LPM Kelurahan Bello, Bayu Mauta mengatakan bersama pihak kelurahan dan kecamatan Maulafa, Ia pernah mengusulkan dan terus mengawal semua usulan RT pada kegiatan Musrenbang hingga ke tingkat Pemkot dan memang mengalami sejumlah kandala.

Terkait pengerjaan jalan hotmix itu, Bayu mengatakan proyek bersumber dari DAK prioritas kedua untuk Kota Kupang tahun anggaran 2022 bagi sekian puluh kelurahan, termasuk di kelurahan Bello.

“Itu dari DAK priotitas II. Pertama sudah selesai termusuk pengerjaan jalan di TDM (jalan Frans Lebu Raya, kini) dan harus sesuai standar teknis pengerjaan jalan dari pos DAK terutama aspek kelayakan,”ujarnya

Ia kemudian mengatakan bahwa alasan hotmix disebagian kecil ruas jalan di RT 20 dan RT21 itu mempertimbangkan adanya sejumlah fasilitas umum (fasum) pemerintah yakni Pustu, Kantor Lab Biosavety, Kantor BMKH dan Kapela St.Paulus yang saat ini lagi dikerjakan.

Ia juga berjanji untuk kembali berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Kota Kupang agar bisa ditambahkan lapen sepanjang kurang lebih 100 meter kearah Kantor Redaksi Fortuna dan pembukaan beberapa ruas jalan baru dilingkungan RT 20.

Yosep Dogon Minta Dituntaskan
Anggota DPRD Kota Kupang dari Dapil Maulafa Yosep Dogon mengaku suda mendengar keluhan itu dan langsung berkoodinasi dengan Pejabat Teknis di Dinas PUPR Kota Kupang agar pengerjaan jalan itu tuntas dan tidak menyisahkan sepotong-sepotong yang berpotensi menimbulkan kekecewaan warga.

“Selamat malam pa Maksi. Mohon tambah volume atau panjang jalan yang di seputaran BMG di Bello itu. Kalau hanya kurang 100 meter lebih saja di jalan lorong atau gang itu kalau bisa tolong diselsaikan,” pinta Yosep dalam layana whatssapp ke nomor salah satu pejabat di PUPR Kota Kupang.

Ia secara khusus meminta agar ruas jalan di sebelah barat kantor BMG khususnya di area Kantor Majalah Fortuna bisa jadi prioritas karena itu kantor pelayanan publikasi dan pusat informasi untuk warga apalagi tempat itu diresmikan oleh Gubernur NTT dan sudah menjadi areal publik mengkases informasi.

Yosep Dogon mengaku pihaknya pernah memantau ruas jalan lingkungan itu bersama beberapa staf PUPR bahkan mendatangi lokasi itu guna melakukan pengukuran.

Direktur CV. Trinitas dan konsultan pengawas PT.Konindo Panorama Konsultan yang mengerjakan proyek jalan tersebut belum berhasil ditemui.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Kupang Hengky Ndapamerang dikonfirmasi terkait keluahan warga soal pengerjaan jalan itu belum berhasil. Pesan whatsapp yang dikirim ke nomor 0813381xxxx pada Minggu, (24/4) tidak direspon. (Tim/42na)

Komentar Anda?

Related posts