Warga Kota Kupang Antusias Terima Layanan Bansos di MPP: “Sangat Meringankan Beban Kami”

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com — Pagi itu, udara di Jl. Timor Raya masih segar ketika satu per satu warga mulai memenuhi halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang. Tepat di samping RS SK Lerik, loket layanan Dinas Sosial (Dinsos) tampak lebih sibuk dari biasanya. Senin, 24 November 2025, menjadi hari yang ditunggu-tunggu banyak keluarga penerima bantuan.

Di balik meja pelayanan, Floren, petugas Dinsos yang sejak pagi tak henti melayani warga—menjelaskan bahwa hari itu pihaknya menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk kebutuhan pokok.

“Bantuannya berupa beras, minyak goreng, dan gula pasir untuk masyarakat,” ujarnya sambil sesekali menunjuk tumpukan berkas permohonan yang baru masuk.

Floren juga menyebut bahwa MPP menjadi titik yang paling mudah dijangkau warga untuk mengurus aneka layanan sosial. Bukan hanya bansos yang dibagikan hari itu, loket Dinsos di MPP juga menangani berbagai program lain seperti PKH, BPJS, KIS, BLTS, KIP, PIP hingga BPNT.

“Dalam satu hari bisa sampai 300 orang datang mengurus di sini,” tuturnya.
Sementara untuk hari itu, hingga pukul 11.05, sudah tercatat 63 warga yang datang. “Kalau hari biasa biasanya lebih dari 50 orang,” tambahnya.

Syarat pengurusan pun relatif sederhana, meski berbeda-beda untuk tiap jenis bantuan. “Umumnya warga perlu membawa surat keterangan tidak mampu dari lurah, KTP, dan KK,” ujar Floren.

Di antara keramaian, David, warga Labat, menjadi salah satu penerima bantuan yang tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Kepada awak media, ia menyampaikan apresiasi untuk Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis.

“Saya sangat mengapresiasi bapa Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Wakilnya Serena Francis yang sudah bantu warga lewat bantuan ini,” ujarnya.

Baginya, bantuan itu bukan sekadar paket sembako. Lebih jauh, hal itu menjadi penopang bagi banyak keluarga yang penghasilannya tidak menentu.
“Bantuan ini sangat membantu dan meringankan beban masyarakat. Harapan kami, program seperti ini terus dilanjutkan,” kata David.

Ia menambahkan, akses layanan di MPP terasa lebih mudah dan cepat. Tidak banyak syarat rumit yang harus dibawa.
“Syaratnya hanya KTP dan Kartu Keluarga. Ini membuat kami merasa sangat terbantu,” pungkasnya.

Hari itu, alur pelayanan terus bergerak tanpa henti—berkas masuk, nama dipanggil, bantuan diserahkan, dan wajah-wajah lega pun mengiringi langkah warga keluar dari gedung MPP. Di tengah dinamika kota yang terus tumbuh, MPP Kota Kupang kembali membuktikan perannya sebagai ruang yang tidak hanya memberi layanan, tetapi juga menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat. (jrg)

Komentar Anda?

Related posts