Warga Kabupaten Kupang Titip Mimpi Dalam Kapsul Waktu

  • Whatsapp
Share Button

Oelamasi, seputar-ntt.com – Pemerintah dan warga kabupaten Kupang telah merumuskan 3 harapan yang akan dicapai pada tahun 2085.
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki bersama Sekda Hendrik Paut, Sabtu (21/11/2015) kemarin di rumah jabatan Bupati Kupang memasukkan tiga harapan itu dalam kapsul waktu 2085 disaksikan panitia nasional dan panitia local ekspedisi kapsul waktu 2085.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Kupang merupakan daerah paling tertinggal dari seluruh Kabupaten di NTT yang masuk kategori daerah tertinggal di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur yang terbatas dan tingkat kesejahteraan masyarakat jadi indikatornya.

Walaupun tertinggal, Titu Eki mengaku masyarakat Kabupaten Kupang punya mimpi atau harapan di tahun 2085. Mimpi dan harapan itu untuk memacu warga Kabupaten Kupang untuk berbuat sesuatu.
“Kita punya mimpi, 2085 pendapatan per kapita masyarakat itu 200 ribu per hari,” katanya.

Menurut Bupati Kupang 2 periode ini, 3 mimpi atau harapan masyarakat Kabupaten Kupang yang dimasukkan dalam kapsul waktu 2085 adalah soal infrastruktur jalan yang baik dan embung di setiap desa agar bisa menampung air untuk pertanian. Selain itu, listrik untuk mengolah hasil pertanian warga.

“Kami butuh alat berat untuk membuang embung-embung di setiap desa supaya bisa tamping air untuk pertanian. Masyarakat juga butuh akses jalan yang bagus dan listrik untuk mengolah hasil pertanian mereka,” kata Titu Eki.

Mimpi atau harapan berikutnya, lanjut Titu Eki, pelabuhan internasional dan Bandara internasional. Pemkab Kupang telah menetapkan Sulamu sebagai zona ekonomi sehingga kehadiran Pelabuhan dan Bandara internasional nantinya untuk mendukung kawasan ekonomi yang ada di Kabupaten Kupang.

“Masyarakat dan Pemerintah siap memberikan lahan untuk pelabuhan dan bandara internasional,” tandasnya.

Ketiga harapan dan mimpi warga Kabupaten Kupang itu ditandatangani Bupati Titu Eki kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia nasional ekspedisi kapsul waktu 2085 Nick Nurachman.

Sementara Ketua Panitia nasional ekspedisi kapsul waktu 2085 Nick Nurachman mengatakan, pihaknya telah berjalan dari Sabang hingga NTT dan banyak keindahaan alam serta keramahan penduduk yang diterima. Karena itu, Panitia nasional ekspedisi kapsul waktu 2085 mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik di Kabupaten Kupang.

“Di tas nya Pak Wiwid (anggota ekspedisi Jakarta,red) banyak kain tenunan yang dikasih masyarakat setiap kita singgah di suatu daerah,” katanya.

Turut hadir Panitia nasional kapsul waktu 2085, Septa Fahmi, Dodi Wijanarko, dan Viddy Supit. (sho)

Komentar Anda?

Related posts