Victory-Joss Dapat Dukungan Penuh di Kampung Asal Musakabe

  • Whatsapp
Share Button

INELIKA, seputar-ntt.com – Kendati masih ada dukungan keras dari loyalis Marianus Sae, yang mati-matian membela MS, namun masih juga ada warga warga Kabupaten Ngada yang makin sadar dan mengerti status hukum yang sedang dialami MS. Karena itu, mereka nyatakan memberikan dukungan dan pilihan kepada pasangan Cagub-Cawagub NTT Nomor 4, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi.

Di kampung asalnya mantan Gubernur NTT Herman Musakabe, warga menyatakan 99 persen memilih Victory-Joss karena ada putra Ngada, Josef Nae Soi.

Ketika Cawagub Nae Soi bertatap muka dengan warga kampung Menge, Desa Inelika, Kecamatan Bajawa Utara, Kamis (19/4), warga memastikan pilihan hanya kepada Victory-Joss. Alasannya, kedua figur ini mampu membawa perubahan bagi NTT.

“Josef Nae Soi berjasa untuk masyarakat desa ini, karena itu kami pasti akan mendukungnya. Pemilih di desa Inelike saat ini sebanyak 500 lebih orang dan kami pastikan 99 persen untuk pasangan Victory-Joss,” kata tokoh masyarakat Inelike, Yosep Waso Nono dihadapan Cawagub Nae Soi

Purnawirawan Polri ini menjelaskan, masyarakat Ngada jangan lagi memikirkan tentang Marianus Sae, karena kasus yang dihadapinya tergolong kasus berat. “Saya ini pensiunan polisi dan saya tahu kalau seorang tertangkap tangan itu hukumannya sangat berat, karena itu kita lupakan dia dan kembali mendukung orang Bajawa yang satu ini yakni Yosef Nae Soi,” tandasnya.

Perhatian Nae Soi terhadap masyarakat Inelike khusunya dan Kabupaten Ngada pada umumnya, juga diakui warga Inelike lainnya, Kristianus Noli, ibu Magdalena Naki dan Thomas Wou serta Yakobus Nau.

“Bapak Josef berjasa terhadap kita, dan kali ini kita harus membalasnya dengan memilih dia pada tanggal 27 Juni 2018. Jika dia menjadi wakil gubernur tentu dia akan lebih memperhatikan kita disini,” kata Kristianus Noli.

Menanggapi apa yang disampaikan pensuinan Polri Yosep Waso Nono tentang kasus Marianus Sae, Josef Nae Soi menegaskan, soal perkara tangkap tangan itu tidak bisa dibantu. Karena itu, ia hanya berharap agar kasus MS dituntut dengan pasal gratifikasi bukan korupsi.

“Kalau aji ja’o (adik saya) ini dituntut dengan pasal korupsi maka akan sangat berat. Tapi kalau dituntut dengan pasal gratifikasi maka hukumannya akan lebih ringan. Mari kita doakan dia,” kata penasehat dan staf khusus Menter Hukum dan HAM ini.

Hal yang sama juga ditegaskan Nae Soi dalam kampanye terbatas di Desa Wue, Kecamatan Wolameze. Di hadapan warga Wue, Nae Soi meminta masyarakat agar tidak salah memilih gubernur dan wakil gubernur NTT pada tanggal 27 Juni 2018.

“Saya orang Ngada yang akan memberikan perhatian kepada daerah kelahiran saya ini dan ini menjadi komitmen dan janji saya kepada bapa ibu sekalian,” katanya.

Tidak Ada Tambang

Sementara itu, dalam kampanye terbatas di Kampung Mano, Desa Mandosawo, Kecamatan Pocoranaka, Manggarai Timur, Jumat (20/4), Calon Wagub NTT, Josef Nae Soi menegaskan, jika dia bersama Viktor Laiskodat dipercayakan memimpin daerah ini, keduanya memastikan tidak akan pernah ada tambang di seluruh wilayah NTT.

Nae Soi menjelaskan, tambang sama sekali tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di sekitarnya. Tambang merusak lingkungan yang sudah dijaga masyarakat selama ini.

Biasanya, kata Nae Soi, setelah eksplorasi disusul eksploitasi hasil tambang dan investor kemudian menyatakan rugi dan meninggalkan tempat itu. Padahal keuntungan yang dipetik dari tambang itu sudah dibawah keluar.

“Nanti setelah ekploitasi hasil tambang, investor menyatakan merugi padahal keuntungan sudah dibawah keluar daerah ini. Kami sudah tahu tabiat investor pertambangan itu, makanya kami tidak akan mengijinkan adanya usaha tambang di daerah ini,” katanya.

Pasangan ini, lanjut dia, akan mendukung advokasi yang dilakukan berbagai LSM dan biarawan-biarawati yang selama ini berjuang menolak tambang.

Ia juga menegaskan, mereka akan mengevaluasi 300-an ijin tambang yang sudah dikeluarkan pemerintah provinsi selama ini. “Kita evaluasi ijin tambang yang sudah dikeluarkan itu dan melihat apakah masih bisa dilanjutkan atau memang harus dihentikan. Tambang ini menjadi urusan pemerintah provinsi karena itu kita akan memperhatikan dengan serius,” tandasnya. (tim media/jrg)

Komentar Anda?

Related posts