Vecky Lerik Dilaporkan ke Polisi

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Anggota DPRD NTT Victor Lerik dilaporkan ke polisi atas dugaan penghinaan kepada Arkalaus Padamai (55) ketua RT 16/ RW 05 Kelurahan Fatululi, Sabtu (12/3/2016) di depan toko maju elektrik, jalan R. W. Monginsidi.

Kasus ini bermula dari adanya pertengkaran di depan toko maju elektrik antara pemilik toko dan penjual gorengan.

Mendengar pertengkaran tersebut pelapor datang untuk menengahi pertengkaran tersbut.

Tak lama kemudian datanglah Vecky langsung marah-marah dan mengatakan kepada pemilik toko mengapa membuat urukkan di depan toko tersebut dan atas ijin siapa.

Pemilik toko menjawab atas seizin PD Pasar. Pelapor lalu mengatakan kepada Vecky bahwa dirinya adalah ketua RT.

Tak lama kemudian situasi di TKP menjadi panas dan terjadi penganiyayaan yang dilakukan oleh pemilik toko terhadap penjual gorengan.

Melihat kejadian tersebut pelapor coba melerai namun, oleh anggota DPRD NTT tersebut malah dipukuli di bagian tangan pelapor, kemudian mencekek pelapor sambil mengatakan” anjing babi kau”.

Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang Kota.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Viktor Lerik memberi penjelasan terkait dirinya dilaporkan ke polisi oleh Arkalaus Padamai (55) ketua RT 16/ RW 05 Kelurahan Fatululi, Sabtu (12/3/2016). Vekcy dilaporkan dengan tuduhan telah mencekik leher Arkalaus sambil mengeluarkan kata-kata penghinaan.

Vecky Lerik, sapaan akrab Viktor Lerik lewat akun Facebooknya menjelaskan, kehadiran dirinya ke TKP lantaran ada seseorang yang mengirim pesan singkat kepadanya untuk minta bantuan. Dalam SMS yang diterima Vecky, ada seorang penjual pisang goreng yang hendak diusir oleh salah satu pemilik toko di depan pasar Oebobo.

“Hari Jumad kemarin Veki mendapat sms meminta sedikit bantuan. Ada seorang mama penjual pisang goreng ( dipasar oebobo ) mau di usir oleh pemilk toko yang d bantu seorang Ketua RT setempat , hanya karena mama penjual pisang goreng itu sonde mampu bayar setoran kepada pemilik toko dan ketua RT setempat sebesar satu juta setiap bulan. Padahal penjual pisang goreng itu berjual di luar halaman pemilik toko , dia jualan di atas trotoar alias di atas tanah negara, banyak juga yang berjualan di atas trotoar di daerah pasar oebobo,” papar Veky lewat akun FB nya.

Pada Sabtu, (12/3/2019) pukul 13:00 lanjut Vecky, dirinya pergi menemui penjual pisang goreng. Dia juga lalu bertemu dengan pemilik toko untuk menanyakan pokok persoalan kenapa melarang orang jualan ditempat itu. Saat dirinya sedang bicara dengan pemilik toko, Ketua RT yang datang dan berteriak mengusir Vecky Lerik.

“Vecky langsung bertemu pemilik toko untuk menanyakan baik baik duduk persoalannya . Akan tetapi, disitu ada Ketua RT setempat malah berteriak teriak seolah-olah saya tidak perlu datang dan dia mengusir saya dengang suara tinggi sambil tunjuk-tunjuk,” ungkap Vecky.

Teriakan Ketua RT tersebut ulas Veky, membuat perhatian banyak orang sehingga datang berkerumun. Saat itu dirinya berinisiatif untuk menelepon polisi. Namun belum sempat tersambung, ibu si penjual pisang goreng tersebut sudah dipukul oleh pemilik toko.

“Tiba-tiba mama penjual pisang goreng itu dipukul oleh pemilik toko sampai bibir pecah dan jatuh tersungkur. Anak perempuan mama penjual pisang goreng itupun sempat dipukul oleh pemilik toko sampai bibir berdarah. Setelah melihat pemukulan itu dan sudah dilerai oleh masyarakat sekitar, saya mendekati Ketua RT dan saya berkata sangat keras, hei kau Ketua RT , kau harus turut bertanggung jawab terhadap masalah ini “, papar Vecky.

Setelah itu tambah Vecky, dirinya lalu mengarahkan ibu yang menjual pisang goreng tersebut bersama anaknya untuk melaporkan ke polisi dan segera visum di RS Bhayangkara.

“Entah bagaimana saya dilaporkan ke polisi oleh Ketua RT setempat karena perbuatan tidak menyenangkan. Saya bingung kok bisa begitu tapi tidak apa-apa, Saya siap hadapi masalah itu. Kejadian tersebut disaksikan oleh banyak orang dan banyak yang mau menjadi saksi,” tutp Vecky. (*kupang.tribunnews.com)
Link : http://kupang.tribunnews.com/2016/03/12/diduga-menganiaya-ketua-rt-anggota-dprd-ntt-dilaporkan-ke-polisi

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60