Tiba di Kupang, Jeriko Akui Tetap Cinta Demokrat

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Mantan Ketua DPD Demokrat NTT yang juga Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore (Jeriko) disambut ribuan pendukungnya di Bandara El Tari Kupang, Jumat (7/1/2022) siang. Dari bandara, bersama pendukungnya Jeriko transit sebentar di Rumah Aspirasi Jeriko, kemudian menuju rumah mendiang orangtuanya di Kelurahan Nunbaun Sabu.

Tiba di bandara, Jeriko didampingi istrinya Hilda Riwu Kore Manafe. Saat tiba di bandara, Jeriko dikalungi kain tenun oleh pendukungnya di pintu kedatangan Bandara El Tari. Tampak para pengurus DPD Partai Demokrat demisioner juga ikut menjemput.

Tak hanya di area bandara, ribuan pendukung Jeriko juga memenuhi pintu keluar bandara. Di Rumah Aspirasi, Jeriko menyapa para pendukungnya. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan terhadap dirinya. Ia meminta agar simpatisannya tidak berlarut memendam kekecewaan atas tidak terpilihnya dirinya sebagai Ketua DPD Demokrat NTT Periode 2021-2026.

Ia mengungkapkan dirinya sudah 19 tahun berkarya bersama partai berlambang bintang mercy itu. Ia juga pernah berjuang membesarkan partai tersebut pada tingkatan nasional sejak dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Baginya, SBY adalah tokoh nasional yang perlu dicontohi dalam hal berjuang dan mengambil keputusan.

“Saya masih mencintai SBY, karena bagi kita dan saya beliau adalah orang yang bisa dijadikan contoh, dalam berjuang dan mengambil keputusan,” ungkapnya.

Jeriko mengakui keputusan DPP yang membuat banyak orang kecewa. Pasalnya, berdasarkan hasil Musda, dirinya unggul dengan 12 suara. Namun, keputusan DPP justru berbeda.

Jeriko juga menguraikan, sesuai arahan Sekjen DPP Partai Demokrat pada 3 Januari 2022 menyatakan hasil keputusan belum bisa diumumkan hingga 2 pekan ke depan. Maksudnya agar memberikan kesempatan kepada Jeriko untuk menenangkan para pendukung. Namun, kenyataannya sebelum 4 Januari, sudah ada pengumuman DPP. Keputusan itu pun dinilai terlalu tergesa-gesa diumumkan oleh Leo Lelo bersama kader lainnya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada calon lain, kami punya integritas sudah teruji dan keunggulan yang lebih jauh dibanding kawan-kawan yang lain. Oleh karena itu keputusan yang tidak fair ini banyak membuat kawan-kawan kecewa,” kata Jeriko.

Sebagai kader yang cukup lama bergeliat di Partai Demokrat, Jeriko mengatakan ia tahu betul seperti apa dinamika yang terjadi di tingkatan DPP. Jeriko mengakui adanya bisikan oknum-oknum partai kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono yang kurang tepat.

“Terus terang saja teman-teman semua, saya diminta untuk menjadikan saudara Leo Lelo sebagai sekretaris. Saya berkeberatan, dan saya pikir apapun yang diputuskan pimpinan AHY, kita sebagai anggota loyal,” ungkapnya.

Terkait dengan desakan simpatisannya agar dirinya memilih mundur dan keluar dari keanggotaan Partai Demokrat, Jeriko menyatakan akan mempertimbangkannya sambil mengkaji perkembangan situasi dan kondisi politik yang masih berjalan.

Secara tegas, Jeriko juga menyatakan tetap menjalankan tujuan Demokrat walaupun tak didukung nanti oleh Demokrat. “Tidak dengan ketua tetapi kita tetap berjuang untuk masyarakat kita. Saya mau katakan Demokrat berjuang untuk masyarakat, kita juga berjuang untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60