STIKIP Muhammadiyah Kalabahi Gelar Yudisium Angkatan Kedua Tahun Akademik 2020-2021

  • Whatsapp

Kalabahi, seputr-ntt.com. STIKIP muhammadiyah Kalabahi menggelar yudisium angkatan kedua program studi PGSD dan Pendidikan Matematika tahun akademik 2020-2021 di Aula Kampus setempat, Senin, 2/11/2020 pagi.

Kepala Bagian Administrsi Akademik Kemahasiswaa (BAAK), Yakin A Asikin, S.Pd.I, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, 67 mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya merupakan para pejuang yang sangat berharga dan bernilai dimata masyarakat Kabupaten Alor.

“Kalian lah yang akan memancarkan cahaya matahari ke seluruh penjuru Alor, membawa misi dan dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yang akan dikukuhkan agar dapat mengemban amanah sebagai seorang sarjana, menjalankan dan meletakkan pada tempatnya.

“Kalau dikasi amanah menjadi guru maka jadilah guru yang disegani dan dicintai oleh para guru dan murid-murid. Itu terjadi apabila kalian semua membawa hasil dari sini dengan pola pikir, sikap dan adab yang positif,” ungkap Asikin.

Kepala BAAK menyampaikan, tidak semua pemimpin itu pendidik, dan semisalkan nanti tidak menjadi guru di masyarakat maka jadilah guru bagi diri sendiri.

“Itulah amanah yang perlu kalian ingat karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat kelak. Jika kalian sudah mengembannya janganlah mencari muka, berbuat sesuatu untuk mendapatkan sesuatu,” pintanya.

Lanjut Asikin, seorang guru juga harus menjadi contoh bagi guru yang lain dan para murid-muridnya. Namun ia mengingatkan kalau memberi contoh itu gampang, tinggal menjelaskannya.

“Menjadi contoh itu yang susah. Contoh dalam berpikir dan berbuat. Untuk itu saya berpesan kelak di tengah di masyarakat, ilmu yang didapati diperguruan tinggi bukan untuk dosombongkan tetapi untuk amal dan ibadah,” tandasnya.

Sementara ketua senat STIKIP Muhammadiyah, Marzuki Galeko, SE, M.Pd dalam sambutannya mengajak seluruh mahasiswa yang melakukan yudisium agar merenungi kembali perjuangan para orang tua selama kuliah dan sampai pada pengukuhan ini.

“Mereka pastinya bangga dan bahagia sekali. Sebentar kalian akan dikukuhkan dan akan mendapat gelar dibelakang nama kalian secara yuridis. Untuk itu maknai dan pergunakan ilmu kalian sebaik mungkin di masyarakat,” harap Galeko.

Ia menambahkan, seorang sarjana juga harus menjaga nama baik dalam pengabdiannya di tengah masyarakat dan keluarga.

“Kalau tidak dijaga maka kalian akan dibilang sarjana juga sama saja. Itu karakter kalian sendiri yang diterapkan di masyarakat. Kalian sudah miliki ilmu, intelektual sehingga dalam menyikapi sesuatu maka lihat persoalan dan juga resiko,” bebernya.

Diakhir sambutannya Marzuki Galeko meminta maaf jika dalam kebersamaan selama ini ada tutur kata dan tindakan oleh seluruh dosen, pegawai yang tidak menyenangkan.

“Ini bukan karena rasa benci dan sebagainya tetapi bentuk kecintaan kami dalam membentuk karakter, kedisplinan kalian untuk menjadi sarjana yang handal” tutupnya. (*Pepenk).

Komentar Anda?

Related posts