SimPel, Cara OJK Menyiapkan Masa Depan Generasi Bangsa

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan mengembangkan produk tabungan yang diberi nama Simpanan Pelajar. Produk SimPel iB ini merupakan salah satu upaya OJK dalam membangkitkan budaya menabung sejak dini bagi pelajar sekaligus menyiapkan modal pendidikan yang memadai bagi generasi penerus.

“Tujuan program ini adalah agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup dalam mempersapkan masa depan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan,” kata Kepala OJK wilayah NTT, Winter Marbun pada kegiatan Media Ghatering dan sosialisasi bagi Wartawan media masa, di Hotel Grand Wisata di Ende, Kamis, (12/10/2017).

Budaya menabung kata Winter Mrbun, sangat penting dimulai sejak dini agar mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif serta belajar untuk dapat membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak.

“Selain itu, kegiatan menabung dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap sehingga pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan keuangan,

Winter menjelaskan, keunikan dan keunggulan dari tabungan ini antara lain nama siswa tercantum pada buku tabungan, setoran awal yang ringan, bebas biaya administrasi bulanan, minimum setoran yang terjangkau setiap kali menabung. SimPel tidak memberikan bunga, namun sebagai gantinya siswa akan mendapatkan program reward sesuai kebijakan dari setiap bank. “Dengan adanya produk ini, masyarakat diharapkan kembali mengangkat budaya menabung sejak dini,” tuturnya.

Direktur Utama Bank NTT, Eduardus Bria Seran, Senin, (13/11/2017) telah menjaring 207.209 Nasabar lewat Simpel. Dari jumlah penabung tersebut Bank NTT berhasil menyimpan dana sebesar 15,8 miliar rupiah. “Hingga minggu kedua bulan November 2017, ada 207,208 nasabah yang menabung lewat Simpanan Pelajar,” kata Pria Asal Malaka yang akrab di Sapa di Bria ini.

Edi Bria merincikan Kantor Cabang Utama Kota Kupang menempati urutan pertama dengan jumlah nasabah SimPel terbanyak yakni 15.079 dan jumlah tabungan sebesar 2,1 miliar, disusul Kantor Cabang Betun 14.425 nasabah dengan jumlah tabungan Rp 372 juta, Kantor Cabang Ruteng 11.454 dengan jumlah taungan Rp 694 juta. Kantor Cabang Waitabula dengan 11.000 nasabah dan jumlah tabungan sebesar Rp 336 juta. Sementara Kantor Cabang Sabu menempati urutan buntut dengan jumlah nasabah 2.654 orang.

“Kita berharap agar semua orangtua yang punya anak sekolah bisa memanfaatkan produk baru ini untuk memastikan dana pendidikan yang cukup bagi anak-anak. Dengan tersedianya dana yang cukup maka anak-anak tidak lagi diganggu oleh biaya pendidikan yang semakin hari semakin bertambah,” pungkasnya.

Kepala Divisi Dana dan Jasa pada Direktorat Pemasaran Dana Bank NTT, Ana Bere Tarak menjelaskan, peluncuran produk ini berkaitan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kendati demikian, kata Ana, inisiatif untuk melahirkan produk ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar di Nusa Tenggara Timur ini untuk mulai menabung sejak usia dini. “Produk ini baru direalisasikan pada tanggal 22 Desember 2016,” kata Ana Bere Tarak.

Ana mengatakan, produk yang diluncurkan ini menuai respons positif dari masyarakat NTT. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah nasabah SIMPEL yang sudah mencapai puluhan ribu, walaupun umur umurnya belum genap 3 bulan. “Target yang sudah dicanangkan oleh Plt. Dirut Bank NTT, Eduardus Bria Seran, sebesar 100 ribu rekening. Hingga minggu kedua November 2017sudah ada 207.209 rekening. Capaian ini tentu menggembirakan dan membuat kita yakin bahwa produk SIMPEL ini diterima baik di kalangan pelajar”, kata Ana.

Ana menuturkan bahwa yang menjadi sasaran produk ini adalah semua anak berusia dibawah 18 tahun, mulai dari anak-anak PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. “Prospek produk ini mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Untuk SMA/SMK berrlaku untuk usia di bawah 18 tahun”, ungkapnya.

Melalui tabungan SIMPEL, lanjut Ana, Bank NTT mau mendidik anak-anak NTT untuk rajin menabung. Karena itu, meskipun tabungan ini tanpa bunga, pihak Bank NTT tetap berupaya untuk menarik minat para pelajar untuk menabung melalui penetapan minimal setoran yang hanya 5 ribu rupiah saja, dan lebih dari itu Bank NTT menyediakan semacam reward kepada penabung yang  rajin menabung.

“Dampaknya ya, semua anak-anak di NTT diedukasikan untuk rajin menabung. Jadi kita menanamkan budaya menabung. Dan memang tabungan SIMPEL ini tidak ada bunga tapi ada reward utuk yang rajin menabung. Yang tingkatan menabungnya setiap hari sampai akhir tahun baik, akan kita kasi reward”, katanya. (joey rihi ga)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Related posts