Pilkada Lembata, Sembilan Balon Rebutan Pintu Demokrat

  • Whatsapp
Share Button

Lewoleba, Seputar.ntt.com Sejak Membuka pendaftaran tanggal 4 April 2016 lalu, hingga ditutupnya pendaftaran hari ini, Sabtu (09/04/2016), Sembilan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati yang siap bertarung dalam Pilkada Lembata Februari 2017 telah resmi mendaftarakan diri ke sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Lembata.

Dari Sembilan bacalon tersebut, Lima diantaranya mendaftar sebagai Balon Bupati sementara sisanya mendaftar sebagai bacalon wakil bupati. Balon Bupati tersebut diantaranya, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur yang mendaftar ke Partai Demokrat Lembata tanggal 4 April 2016, Lukas Lipatama Witak, mendaftar tanggal 8 April 2016, sedangkan Herman Loli Wutun, Andreas Nula Liliweri dan Paulus Doni Ruing baru mendaftar tanggal 9 April 2016.

“Empat Balon wakil yang mendaftar ke partai Demokrat diantaranya, Kader partai Demokrat Gabriel Suku Koten alias GSK, yang mendaftar tanggal 4 April 2016, sedangkan Alex T. Making, Gewura Fransiskus dan Linus Beseng baru mendaftar hari ini, Sabtu (09/04),” jelas Sekertaris Panitia Pendaftaran Bakal Calon Bupati/Wakil DPC Partai Demokrat Lembata, Daniel Beding ketika ditemui media ini di sekretariat Demokrat Lembata, Sabtu (09/04/2016).

Daniel menambahkan, dalam internal partai sendiri, ada tiga kader yang disodor menjadi bacalon wakil  yakni, Anggota DPRD NTT, Gabriel Suku Koten, Sekertaris Demokrat Lembata, Antonius Gelat dan ketua DPC Demokrat Lembata, Ferdinandus Leu. Menurut Beding, seluruh bacalon yang telah mendaftar ke partai berlambang mercy itu, diberikan kesempatan untuk melengkapi berkas pendaftaran paling lambat akhir April ini. Sebab menurut dia, pasca melengkapi berkas, para bacalon harus melewati beberapa tahapan lagi sesuai mekanisme yang diatur partai.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Lembata, Ferdinandus Leu, menjelaskan, setelah pendaftaran akan ada tahapan penyaringan yang dilakukan dengan uji kelayakan dan kepatutan. Uji dimaksud kata Edi, bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang visi-misi bacalon sekaligus mengenal kemampuan para bacalon.

Saat uji kelayakan dilaksanakan, para Balon sudah harus berpasangan atau sudah dalam bentuk paket karena Balon Bupati dan wakil harus sudah memiliki kesamaan persepsi tentang visi-misi, program dan strategi kebijakan. Rencananya, uji kelayakan dan kepatutan tersebut akan dilakasankan awal Mei 2016 dan belum ada kepastian akan dilaksanakan di Kupang atau Jakarta. “Bisa di Kupang, bisa di Jakarta, tergantung nanti kita dengar dari DPD”, ujar Edi. (Broin Tolok)

Komentar Anda?

Related posts