Pemkot Tolak Pemberian Honor Bagi Guru Sekolah Minggu dan Ngaji

  • Whatsapp
Walikota Kupang, Jonas Salean
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Pemerintah Kota Kupang menolak rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang penyelengaaan pendidikan yang mangatur tentang pemberian honor bagi pendidik nonformal yakni guru sekolah minggu dan guru ngaji. Pasalnya keberadaan mereka hanya sementara waktu dalam menyebarkan Firman Tuhan dan siar.

“Kalau guru sekolah minggu dan guru ngaji itu kan sementara saja, masa menyebarkan firman Tuhan kok harus menuntut balas,” kata Walikota Kupang, Jonas Salean saat berkantor di Kelurahan Naimata, Selasa (24/22015).

Selain itu lanjut Jonas, Pemkot menolak ranperda inisiatif DPRD kota ini lantaran tidak sejalan dengan aturan yang mengatur tentang keuangan. “Dari sisi aturan keuangan mereka bukan guru agama dan keberadaannya tidak terikat. Kehadiran mereka karena kebutuhan dan atas kerelaan,” tambah Jonas.

Pemkot kata Jonas hanya mengurus guru taman kanak-kanak (TK) yang diangkat oleh komite sekolah. ” Untuk guru TK yang ada SK Komite kita akan perkuat dengan SK Walikota, itu yang akan diberi honor,” lanjut Jonas.

Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek mengatakan penolakan walikota terkait Ranperda inisiatif dewan ini karna walikota belum membaca secara keseluruhan Ranperda yang diajukan.

“Dalam pertemuan Baleg dengan komisi IV dan mitra, ada sejumlah perbaikan isi Ranperda yang kita perbaiki. Awlanya pemberian insentif terhadap guru infromal dan PAUD, kita ubah menjadi Pemberian insentif bagi guru nonfromal,” jelasnya. (riflan hayon)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60