Pemasangan Bulan Bintang Masjid Al-Anshar Hulnani, Momentum Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah

  • Whatsapp

Kalabahi, seputar-ntt.com – Acara pemasangan bulan bintang kubah Masjid Al-Anshar Desa Hulnani Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor, Rabu, 20/9/2023 pagi berlangsung khidmat.

Prosesi keagamaan yang dibungkus secara adatiah ini merupakan momentum untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariah, ukhuwah wathoniyah diantara kita.

Mewakili Bupati Alor, Asisten 1, Mohammad Ridwan Nampira dalam sambutannya mengatakan, jika berbicara sejarah Rasulullah SAW, mendirikan masjid merupakan salah satu dari tujuh langkah strategis dalam membangun masyarakat madani.

Menurutnya, konsep mendirikan masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah, tapi juga memiliki peran dalam membangkitkan kekuatan rohaniah.

“Untuk itu maka masjid berfungsi sebagai tempat berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran agama Islam, dan juga sebagai tempat belajar membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an,” kata Ridwan.

Lanjutnya, bulan bintang sendiri merupakan sebuah lambang kebesaran Allah SWT sehingga kita tidak boleh menyamakan masjid dengan bangunan-bangunan tingkat lainnya.

“Pemasangan bulan bintang hari ini adalah sebuah cahaya kehidupan bagi kita semua. Ketika kita hendak ke masjid masuk maupun keluar, ada cahaya yang selalu menerangi kita. Untuk itu tetap semangat, bangunlah kerukunan, ciptakan perdamaian sehingga apa yang menjadi perintah Allah SWT dapat kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” harap Asisten 1.

Nampira juga mengungkapkan, tujuan dalam pembangunan masjid Al-Anshar Hulnani ini adalah untuk memberikan tempat yang layak bagi seluruh jamaah dalam menjalankan ibadah shalat lima waktu.

“Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Desa Hulnani agar dapat menggunakan masjid ini, selain sebagai tempat beribadah, juga sebagai pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pesan Ridwan Nampira.

Sementara salah satu putra Hulnani yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sultan Nazamudin Oilelang Batam Kepulauan Riau, Usman Bao dalam sambutannya mengatakan, tema yang diusung dalam acara ini sejalan dengan tiga pilar yang diakui di Alor yakni agama, adat dan pemerintah.

“Bersilaturahmi, bersalaman usai ibadah, berzikir itulah ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah basyariah itu kita diperintahkan untuk hidup rukun tanpa membedakan agama apapun, sebab tanpa itu maka kita tidak bisa membangun Hulnani, Abal dan Alor. Ukhuwah wathoniyah, inilah nasionalis kita. Maka secara tidak langsung, orang Alor telah menetapkan Piagam Madinah dalam konsep pembangunan di Kabupaten Alor,” kata Usman.

Dikatakannya, jika kita semua dan para pemimpin dapat memegang teguh tiga prinsip ini maka tidak ada kegaduhan, serta akan bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

“Momentum ini kita jadikan sebagai wadah silaturahmi untuk memperkokoh iman kita. Masjid ini merupakan sarana ibadah, harapan kami Masjid ini bisa menjadi sarana literasi, juga tempat bermusyawarah untuk kebaikan,” harapnya.

Usman Bao juga kembali menegaskan agar masjid yang dibangun megah ini harus diisi dengan beribadah kepada Allah serta tempat untuk membangun manusianya.

“Anjuran kebaikan dalam agama serta kultur apa saja yang ditinggalkan leluhur harus dijaga dan dirawat, jauhi segala hal yang membawa kita kepada perpecahan dan kemusyrikan,” tegas Usman.

Senada juga disampaikan Kepala Desa Hulnani, Mustakim Tehing yang dalam arahannya menyampaikan, momentum ini sebagai ajang untuk memupuk tali silaturahmi antar dan inter agama.

“Alor ini tanah adat, bumi persaudaraan sehingga kita punya satu komitmen dalam membangun agama, adat dan pemerintah. Kegiatan pembangunan masjid ini juga merupakan sarana untuk mendukung program pemerintah yakni Alor Sehat, Alor Pintar dan Alor Kenyang,” ujar Kades.

Lanjutnya, dalam pembagunan ini, tentu pihaknya masih membutuhkan uluran tangan dari semua pihak dalam menyediakan tempat yang layak bagi jamaah.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Kegiatan pemasangan kubah masjid, Najamudin Beka memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkenan berdonasi bagi pembangunan masjid.

“Seperti yang kita lihat, masjid ini masih dalam tahap pembangunan. Tentunya kami masih membutuhkan uluran tangan dari para donatur dan siapa saja yang berniat untuk menyumbang bagi masjid ini. Kami tidak punya balasan yang setimpal untuk perbuatan baik ini, tetapi kami berdoa agar kita semua memperoleh rahmat dari Allah SWT,” tutup Najamudin (Pepenk)

Komentar Anda?

Related posts