PDAM Kota Putuskan Sambungan Air Untuk 123 Pelanggan

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Sebanyak 123 pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) terkena dampak pemutusan sambungan air oleh PDAM Kota Kupang.Hal itu dilakukan karena tunggakan pembayaran rekening air melebihi enam bulan.

“Pemutusan secara rampung yang dilakukan oleh kami ini adalah langka menejerial untuk menekan piutang yang tertagih yang menjadi hasil audit yang menjadi perhatian management,” kata Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy Mumu kepada wartawan di kantorny, Senin (12/5/2017).

Noldy mengatakan, pelaksanaan pemutusan secara rampung yang dilakukan oleh PDAM ini merupakan baru pertama kali dilakukan. Karena pemutusan yang yang selama ini dilakukan  bagi pelanggan masih lebih pada pemutusan sementara.

“Sebelum masuk pada pemutusan rampung tersebut telah melalui beberapa prosedur yakni mendapatkan surat peringatan pertama, dan kemudian tidak di indahkan di berikan peringatan kedua hingga belum di indahkan maka dilakukan pemutusan sementara sampai belum juga ada tindaklanjut maka dilakukan pemutusan secara rampung.Ya dalam pemberian surat peringatan ini ada rentan waktu yang lama yakni tiga bulan  menuggak dikenakan surat peringatan pertama, dan masuk bulan ke empat belum juga dilakukan pembayaran dikenakan surat peringatan  kedua dan itu belum ada pembayaran maka masuk bulan ke lima dan bulan ke enam kami lakukan pemutusan sementara,” jelas Noldy.

Selain itu, tambah  Noldy, dalam memberikan surat peringatan ini ada rentan waktunya yakni  untuk peringatan pertama ke peringatan  kedua  rentan waktunya dua minggu, dan peringatan ke dua ke pemutusan sementara dengan rentan waktu satu bulan.

“Pemutusan secara rampung kali pertama yang dakukan oleh PDAM  ini telah dilakukan per 1 Juni 2017 lalu.Penuggak rekening air yang masuk dalam daftar pemutusan rampung paling tinggi Rp. 2 juta dan paling rendah berkisar Rp. 3 rutusan,sehingga bagi mereka yang dilakukan pemutusan rampung ini akan mengalami kesulitan jika ingin kembali lagi menjadi pelanggan,”  kata Noldy.

Noldy mengaku, pemutusan rampung bagi pelanggan penunggak rekening air ini paling banyak adalah pelanggan rumah tangga. (riflan hayon)

Komentar Anda?

Related posts